Librarian's Guide"
Publisher: Chandos Publ | 2007 | ISBN: 1843341727/1843341735 | English | PDF | 176 pages | 5.5 Mb
Jamaah subuh di Masjid Al-Inabah depan kantor kita di Pancoran Jkt selalu rame. Tadi Subuh, hampir penuh tiga baris. Utk jamaah maghrib, tiap hari biasanya ada lima shaf jamaah. Tiap shafnya sekitar 30-40 orang. Alhamdulillah...
Pengajian di Masjid al-Inabah juga rutin dilakukan hampir tiap hari, pagi siang bahkan malam hari. Ustadznya bergantian dari sekitar sini.
Sy sdg berpikir mau bikinkan TV lokal utk komunitas masjid sini, yg jangkauan siarannua cukup dlm radius 6-10 km. Persis sprt PAL TV yg studionya hanya bbrp rumah dari rumah Akh Didi di Palmerah Slipi Jakarta.
Selain siaran pengajian, juga disediakan tayangan hiburan. Tp film2nya hrs sdh kita "sensor" agar tak tak terlihat adegan2 mesum atau kekerasan. Caranya, cukup dg mengaburkan gambar adegan2 tsb, persis sprt TV-TV mengaburkan gambar mulut/jari orang yg sdg merokok.
Tapi, semua itu msh sebatas niat, blm sy mulai langkah apa pun. Adakah yg bisa bantu? Kisah sukses dakwahnya nanti bisa direplikasi ke tempat2 lagi, terutama di lingkungan PUI. Bgmn?
Ada berita mengutip pendapat Majelis Mujahidin bahwa ISIS itu merupakan rekayasa Syiah dengan menggunakan doktrin Khawarij. Silahkan baca di http://www.pkspiyungan.org/2014/08/majelis-mujahidin-isis-rekayasa-syiah.html.
Bagi saya, berita itu membingungkan. Selama ini ISIS dibilang Sunni, kok MM menyebutnya rekayasa Syiah alias ciptaan mereka. Apalagi MM disebut-sebut konon sdh mengirim empat kloter mujahid muda ke sana, meski konon mereka sekedar belajar agama, bukan terjun ke medan perang yang sesungguhnya. Apa MM hanya bersiasat? Wallahu a'lam