Prediksi Rapat Paripurna DPR Besok

DPR sepertinya ingin selamat dan cuci tangan, meski hanya pada tingkat retorika. Itulah intinya. Golkar maupun PKS, misalnya, tegas menyatakan bahwa apakah BBM naik ataukah tidak, itu "urusan pemerintah." Karena itu, jika BBM tetap dinaikkan, maka pemerintahlah yang bertanggung-jawab sepenuhnya. Begitu pula sikap PDI-P, meskipun partai ini lebih tegas menuntut, lewat demo segala, agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Jadi, bila harga BBM nanti tetap naik, maka kesalahan dan tanggungjawab sepenuhnya diserahkan ke pemerintah. Begitulah maunya orang Senayan.

Maka saya memprediksi, dalam rapat paripurna DPR Jum'at besok, secara formal tak akan ada keputusan dari Senayan tentang kenaikan BBM. Pihak DPR sepakat, yang akan diputuskan hanyalah tentang besaran subsidi di APBN-P 2012. Ada dua paket opsi untuk itu, yakni: opsi pertama (mengamini usulan yang diajukan pemerintah), adalah subsidi BBM senilai Rp 137 triliun, subsidi listrik senilai Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal sebesar Rp 23 triliun; opsi kedua adalah subsidi BBM senilai Rp 178 triliun, subsidi listrik senilai Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal sebesar Rp 23 triliun. Perbedaan kedua opsi terletak di besaran subsidi untuk BBM sebesar Rp 41 triliun. Opsi pertama disepakati Golkar, PKS dkk, sementara opsi kedua diajukan PDI-P dkk yang menginginkan subsidi BBM lebih besar Rp 41 triliun dari nilai subsidi yang diajukan pemerintah. 

Namun, jika ditilik konsekuensi masing-masing opsi, jelas bahwa sikap Golkar maupun PKS seperti ambigu, karena dengan pilihan opsi itu, otomatis pemerintah harus menaikkan harga BBM. Di situlah letak "permainan politik" Golkar dan PKS. Mereka sama-sama ingin kelihatan memihak rakyat, tetapi sesungguhnya memihak pemerintah. Hanya saja, saya lihat PKS lebih cerdik dari Golkar, sehingga PKS masih punya alasan untuk tak dianggap memihak pemerintah sepenuhnya. Caranya, seperti kita tahu, PKS mengajukan lima opsi menyangkut kenaikan BBM tersebut ke pemerintah. Diiringi ancaman hendak keluar dari koalisi jika pemerintah menaikkan BBM, sikap PKS seakan-akan mengamini sikap PDI-P.

Begitulah politik. Wallahu a'lam.

Posted via email from ahmadie thaha

Share:

Hitungan Subsidi BBM Ala Kwik Kian Gie

Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?
Share:

Gunadarma Sediakan Lebih 300 e-Buku Bisa Didownload

Bagi Anda pengelola lembaga pendidikan, boleh jadi yang dilakukan Universitas Gunadarma ini Anda bisa tiru. Di website Universitas ini, tersedia hampir seluruh buku dan modul2 kuliah dalam bentuk e-book (masih berformat pdf, belum epub).

Sekitar 300-an ebook sekelas perguruan tinggi telah tersedia dan bisa di-download di situs elearning Univ Gunadarma di sini:

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/

Kapan perguruan Anda bisa melakukan hal yang sama, sehingga siswa/mahasiswa dapat menghemat anggaran biaya pembelian buku. Dengan tersedia secara online, buku2 pegangan mata kuliah dapat mereka dimiliki tanpa membelinya. Alias gratis. Kenapa tidak Anda tiru tradisi yang baik (sunnah hasanah) ini, agar Anda mendapatkan pahala lebih banyak?

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Al-Qaradhawi: Haram Hukumnya Berkunjung ke Al-Quds dengan Visa dari Israel

al-ikhwan.net – Doha, Ketua Persatuan Ulama Islam Dunia, Syaikh Yusuf
al Qardhawi menegaskan haram hukumnya orang-orang non Palestina
mengunjungi al Quds. Hal tersebut kembali dinyatakan Qardhawi merespon
seruan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas soal kunjungan orang
Arab dan kaum muslimin ke al Quds.

Dia kembali menegaskan fatwanya yang terdahulu, “Adalah hak
orang-orang Palestina untuk masuk ke al Quds sehendak mereka. Namun
bagi orang-orang non Palestina tidak boleh mereka masuk al Quds.” Dia
menjelaskan bahwa larangan kunjungan ini “agar tidak memberi legalitas
kepada penjajah Israel. Karena itu siapa yang melakukan kunjungan
berarti memberi legalitas kepada entitas perampas tanah kaum muslimin
dan terpaksa harus berurusan dengan kedubes Israel untuk mendapatkan
visa (masuk ke al Quds) dari Israel.”

Dari Doha, Qatar, Qardhawi menegaskan, “Seyogianya kita harus merasa
bahwa kita dilarang masuk ke al Quds dan sedang berperang untuk al
Quds sampai menjadi milik kita. Kita harus merasa bahwa tanggung jawab
membebaskannya dan mengusir agresor Zionis dari sana adalah tanggung
jawab seluruh umat Islam dan bukan hanya tanggung jawab rakyat
Palestina saja.” Dia menembahkan, “Tidak masuk akal kita meninggalkan
orang-orang Palestina sendirian menghadapi negara Zionis yang memiliki
kemampuan militer besar.”

Qardhawi melanjutkan, “Al Quds tidak akan kembali kecuali dengan
perlawanan, jihad dan upaya besar bangsa Arab dan umat Islam,”
terutama dalam menghadapi penjajah Zionis Israel untuk mencegahnya
mendekati masjid al Aqsha. Dia menegaskan bahwa “masjid al Aqsha
adalah garis merah”. Karena itu dia memperingatkan kaum ekstrimis
Zionis dari penyerang masjid al Aqsha dan berupaya memaksakan realitas
dengan berulang-ulang melakukan penyerbuan terhadap al Aqsha.

Syaikh Qardhawi mengimbau kepada kaum muslimin di Gaza, Tepi Barat,
Mesir, Yordania, Suriah dan semua yang ada di sekitar masjid al Aqsha
agar membela masjid tersebut dan mempersiapkan diri untuk mengusir
penjajah Israel.  (asw/pip/io)

Sumber: http://www.al-ikhwan.net/2012/02/5338/al-qaradhawi-haram-hukumnya-berkunjung-...

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Kitab Kuno Karya Ulama Indonesia Diklaim Malaysia

TEMPO Interaktif, Pamekasan  -  Malaysia tidak hanya mengklaim batik sebagai warisan budayanya, tapi juga kitab-kitab kuno karangan ulama Indonesia juga diklaim sebagai karya ulama Malaysia.
 

Kitab kuno di Komplek An-Nur, Pesantren Sumber Anyar, Pamekasan, Madura (8/3). ANTARA/Saiful Bahri

 

Dalam sejumlah situs internet, Malaysia melansir katalog kitab-kitab kuno karya ulama Nusantara sebagai karya ulama Malaysia. Salah satunya disebut Kitab Bahrul Lahud. Padahal, naskah asli kitab tersebut saat ini ada di mushollah pondok pesantren Sumber Anyar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan bersama 120 kitab kuno lainnya.

"Klaim Malaysia memang tidak terbuka, kita tahu beberapa tahun lalu, tapi kok bisa diklaim, padahal ini naskah aslinya," kata pendiri Lembaga Sejarah dan Kebudayaan Ponpes Sumber Anyar, Habibullah Bahwi, Rabu (9/3), kepada wartawan.

Kitab Bahrul Lahud sendiri memiliki tebal 10 halaman, berisi tentang ajaran ilmu tasawuf dan dibuat sekitar tahun 1600 masehi oleh ulama asal jazirah Arab yang menetap di Aceh, Syekh Abdullah Arif.

 

Selain kitab Bahrul Lahud, koleksi lainnya adalah kitab Tuhfah Almursalah karya ulama India, Burhan Buni, isinya tentang pemikiran Jalauddin Ar-Rumi. Konon karena mengamalkan ajaran Wahdatul Wujud dalam kitab ini, Hamzah Fansuri penyair Aceh, dihukum mati. Kitab ini juga dikenal dengan nama kitab Martabat tujuh.

Bagaimana kitab-kitab kuno ini bisa berada di pondok pesantren Sumber Anyar, Habibullah tidak tahu pasti. Dia menduga buku-buku tersebut dibawa oleh KH Zuber, pendiri pondok pesantren Sumber Anyar. Sampai sekarang daerah asal KH Zuber belum diketahu secara pasti. Mmungkin beliau ini orang Arab yang kemudian menikah dengan orang Madura dan mendirikan pesantren," terangnya.

Semula, lanjut dia, kitab-kitab kuno tersebut diduga hanya kitab kuno biasa. Namun setelah dalam beberapa tahun terakhir banyak orang datang untuk meneliti, dia baru tahu kalau kitab-kitab tersebut punya nilai sejarah, bahkan salah satu kitab tersebut merupakan tulisan tangan asli pengarangnya.

Salah satu peneliti kitab-kita kuno dari Balai Litbang Kementrian Agama Semarang, Zainul Adzfan mengatakan, kitab-kitab yang ada di pesantren Sumber Anyar sangat menakjubkan. Selain masih asli dan langka, kertas yang digunakan adalah kertas buatan Eropa yang tidak mungkin ada di Indonesia pada tahun pembuatannya.

Yyang menarik lagi, kitab-kitab ini ditulis dengan tinta langes, agar rekat, tinta dicampur dengan getah pohon Soekarno," paparnya.

Selain itu, Zainul melanjutkan, keberadaan kitab-kitab twersebut menunjukkan bahwa sistem pendidikan kuno di Pamekasan sangat tinggi dan maju. "Ini bukti bahwa budaya belajar dan menulis di Pamekasan sudah ada sejak dahulu," ungkap Zainul ditemani peneliti lainnya Umi Masfiah.

 

MUSTHOFA BISRI

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/03/09/brk,20110309-318777,id.html

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Mengembalikan Data di Flash Disk Yang Terkena Virus

Biasanya Flash Disk yang terkena virus, setelah kita Scan dengan antivirus…virusnya bisa hilang…
Setelah lihat data di flash disk…Data hilang juga!!!
Jangan putus asa…siapa tau datanya belum hilang, cuma sembunyi…

Salah satu efek yang dibuat virus ke dalam Flash yang terinfeksi yaitu menyembunyikan Data yang ada didalam Flash Disk dengan mengubah attribute File atau Folder dalam Flash Dish menjadi Hidden (H) atau SuperHidden (S H).

Untuk mengembalikan Data Flash Disk tersebut, berikut ini caranya:
Buka Command Prompt, caranya dari Start> Run Trus ketik cmd klik OK atau tekan Enter. Setelah muncul jendela command prompt, ketik syntax berikut:

Attrib -a -r -h -s “e:\*.*” /d /s Lalu tekan enter.
Maka semua file atau folder dalam flash disk akan muncul kembali.

Contoh syntax diatas adalah dengan alamat drive flash disknya “e”,
sesuaikan syntax dengan alamat drive flash disk yang terpasang dikomputer anda.

Keterangan:
Attrib = adalah perintah Dos untuk menggubah attribute File atau Folder
a = archive r = read only h =hidden s = system (tanda min artinya reset attribute)
e= adalah drive flash disk anda (jika flash disk drive anda f maka gantilah syntax e tsb diatas dengan f)
*.* = adalah untuk apply ke semua file atau folder
/d = adalah untuk apply attribute dalam directory
/s = adalah untuk apply attribute sub directory

Ok…semoga data flash disk anda belum hilang, hanya sembunyi…
Semoga bermanfaat…

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Creating Virtual Hosts on Apache 2.2

This tutorial is intended for use only in a local testing environment on Windows. For a production server, please refer to the official documentation on the Apache site.

Apache 2.2 adopts a modular approach to its main configuration file, httpd.conf. Although you can still put everything in the one big file, it's more efficient to use external files, and include only those that you need to implement. Consequently, it's no longer recommended to define virtual hosts at the bottom of httpd.conf. Instead, you include an external file called httpd-vhosts.conf.

The other change is that Apache 2.2 imposes stricter permissions than previous series, so you need to add an extra command to the virtual hosts definition to prevent getting the following message when accessing a virtual host:

  • Forbidden
    You don't have permission to access /index.php on this server.

Because of the permissions issue, I recommend creating a top-level folder to hold all virtual hosts in your local development environment. The following instructions assume that all virtual hosts are located in a folder called C:\vhosts.

NOTE: Security restrictions on Windows Vista and Windows 7 prevent you from saving edits to the files referred to in these instructions, even if you are logged in as an administrator. To get around this restriction, open Notepad or your script editor from the Start menu by right-clicking the program name and selecting "Run as Administrator" from the context menu. Then open the relevant files by using File > Open inside the program you have just launched. By default, Notepad shows only files with a .txt file name extension, so you need to select the option to view All Files (*.*) in the Open dialog box. You can then save the files normally after editing them. (If you're using XAMPP, this restriction applies only to steps 2–4.)

  1. Create a subfolder inside C:\vhosts for each virtual host that you want to add to your Apache server.

  2. Open C:\WINDOWS\system32\drivers\etc\hosts in Notepad or a script editor. Look for the following line at the bottom:

    127.0.0.1   localhost

  3. On a separate line, enter 127.0.0.1, followed by some space and the name of the virtual host you want to register. For instance, to set up a virtual host called phpdw, enter the following:

    127.0.0.1   phpdw

  4. Add any further virtual hosts, each one on a separate line and pointing to the same IP address (127.0.0.1). Save the hosts file, and close it.

  5. Open C:\Program Files\Apache Software Foundation\Apache2.2\conf\httpd.conf in a text editor. If you're using XAMPP, the file is located at C:\xampp\apache\conf\httpd.conf. Scroll down to the Supplemental configuration section at the end, and locate the following section (around line 460):

    #Virtual hosts #Include conf/extra/httpd-vhosts.conf

  6. Remove the # from the second line so the section now looks like this:

    #Virtual hosts Include conf/extra/httpd-vhosts.conf

  7. Save httpd.conf and close it.

  8. Open C:\Program Files\Apache Software Foundation\Apache2.2\conf\extra\httpd-vhosts.conf in Notepad or a text editor. If you're using XAMPP, the location is C:\xampp\apache\conf\extra\httpd-vhosts.conf. The main section looks like this:

    Contents of httpd-vhosts.conf

    Note: In XAMPP, all lines are commented out. You must remove the hash mark from the beginning of the line that contains the following directive:

    NameVirtualHost *.80

  9. Position your cursor in the blank space shown on line 15 in the preceding screenshot, and insert the following four lines of code:

    <Directory C:/vhosts>   Order Deny,Allow   Allow from all </Directory>

    This sets the correct permissions for the folder that contains the sites you want to treat as virtual hosts. If you chose a location other than C:\vhosts as the top-level folder, replace the pathname in the first line. The pathname must use forward slashes in place of the Windows convention of backward slashes. Also surround the pathname in quotes if it contains any spaces.

    As long as all your virtual hosts are in subfolders of this top-level folder, this directive sets the correct permissions for all of them. However, if they are in different top-level folders, create a separate <Directory> directive for each one.

  10. The code shown on lines 27 through 42 in the preceding screenshot shows examples of how to define virtual hosts (in XAMPP, they're commented out). It shows all the commands that can be used, but only DocumentRoot and ServerName are required.

    When you enable virtual hosting, Apache disables the main server root, so the first definition needs to reproduce the original server root. You then add each new virtual host within a pair of <VirtualHost> tags, using the location of the site’s web files as the value for DocumentRoot, and the name of the virtual host for ServerName. Again, use forward slashes, and if the path contains any spaces, enclose the whole path in quotes. If your server root is located, like mine, at C:\htdocs, and you are adding phpdw as a virtual host in C:\vhosts, change the code shown on lines 27 through 42 so they look like this (in XAMPP, just add these new directives at the bottom of the file, and set the DocumentRoot for localhost to C:/xampp/htdocs):

    <VirtualHost *:80>   DocumentRoot c:/htdocs   ServerName localhost </VirtualHost> <VirtualHost *:80>   DocumentRoot c:/vhosts/phpdw   ServerName phpdw
    </VirtualHost>

  11. Save httpd-vhosts.conf, and restart your computer. All sites in the server root will continue to be accessible through http://localhost/sitename/. Anything in a virtual host will be accessible through a direct address, such as http://phpdw/.

  12. If you still have difficulty accessing your virtual hosts, make sure that you have added index.php to the DirectoryIndex directive in httpd.conf.

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Kegundahan atas Penangkapan Ust Ba'asyir

Kemarin saya sempat berdiskusi via SMS dengan sahabat Asrori S. Karni mengenai penangkapan ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Ada beberapa alasan kegundahan saya. Pertama, karena ust Abu Bakar Baasyir (ABB) alumni Pondok Modern Gontor, sebuah pesantren tempat lahirnya kyai-kyai saya berasal, juga beberapa ketua MUI termasuk KH Abdullah Syukri Zarkasyi, ust Din Syamsuddin dan petinggi NU ustadz KH Hasyim Muzadi. Agaknya tidak masuk akal, bahkan sungguh naif, bila ustadz sekaliber ABB masih bermain api dengan terorisme.

Kedua, karena media tampaknya belum mengungkap secara detil keterkaitan ust Abu Bakar Baasyir dengan terorisme Aceh. Sy pikir, ngapain ABB membiayai teror di Aceh? Untuk alasan apa dia harus jauh-jauh mencari tanah Aceh sebagai lahan pelatihan? Bukankah Aceh sudah jadi incaran keamanan sehingga polisi dan tentara pasti dikerahkan sepenuhnya ke sana untuk mengamankan Aceh. Sungguh ngak masuk akal ABB menjadikan Aceh sebagai lahan terorisme.

Ketiga, disebut-sebut bahwa ust ABB diangkat sebagai bapak panutan oleh para teroris? Kelihatannya asumsi ini masuk akal, apalagi para dedengkot terorisme sudah dibunuh semua, dan sebagian besar masuk penjara. Mereka umumnya alumni Libya, Afghanistan, dll. Yang tersisa adalah para alumni Ponpes Ngruki yang masih berkeliaran, dan agaknya tak mudah ditangkapi. Nah, siapa lagi patron mereka kalau bukan ABB? Tapi mungkin layak disimak artikel "Ba'asyir dn Patronase Terorisme" karya Ija Suntana, dosen UIN Sunan Gunung Jati Bandung, yang dimuat harian Pikiran Rakyat, hari ini. Saya attach artikelnya bersama ini sebagai bahan kajian kita.

Alasan keempat, dan ini terpenting, ust ABB ditangkap saat sedang menjalankan tugas inti para ulama, yakni berdakwah di sekitar Tasik, Jawa Barat. Dengan aktraktif polisi menangkapnya, mungkin dengan harapan ada sikap penentangan dari kalangan ummat. Syukurlah, ust ABB dengan kematangan keulamaannya selalu tersenyum menerima perlakuan itu, sehingga pengikutnya tak terpancing bersikap keras. Namun, tindakan polisi melakukan penangkapan terhadap seorang ulama yang sedang berdakwah bukan mustahil bisa dialami ulama-ulama yang lain dengan alasan yang dibuat-buat oleh polisi. Dan, itu tak boleh terjadi, dan harus disikapi dengan bijak oleh para ulama sendiri tentunya.


Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Jadwal Imsakiyah Ramadhan versi Excel/Online

Kita dapat download Jadwal Imsak Ramadhan versi Excel di sini: http://www.mediafire.com/?lfh6lxjp4jnhufc. Atau browsing di sini: http://www.pkpu.or.id/imsyak/ meskipun hanya dibatasi utk tahun 1431/2010. Kita dapat menggunakannya untuk mencari jadwal sesuai kota/daerah kita masing-masing.

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Domain dari Name.Com Di-custom di Posterious

Ketimbang kita menggunakan subdomain yang tersedia di Posterious.com, kita juga bisa memanfaatkan custom domain yang juga disediakan oleh Posterious. Dengan begitu, kita bisa pakai alamat domain sendiri, seperti ahmadie.net. Posterious sendiri menyediakan pendaftaran domain baru, namun harganya masih mahal. Saya sarankan lebih baik kita mendaftarkan domain di tempt lain. Syaratnya satu, tempat kita mendaftar domain name itu menyediakan fasilitas pengubahan DNS. Misalkan kita mendaftar domain di name.com, sangat mudah melakukannya. Di sini penjelasan lengkapnya: http://blog.name.com/2010/04/save-money-on-your-custom-posterous-domain-with-name-com/.

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Posterous Kini Supports Drupal Blogs

Senang mendengar berita dari situs Posterous yang telah mendukung Drupal. Artinya, kita bisa berkirim berita/kabar dari e-mail melalui Posterius untuk diteruskan ke situs kita yang berbasis Drupal. Begitu pula sebaliknya, dari Drupal kita bisa kirim ke Posterous. Di sini penjelasannya: http://drupal.org/project/posterous. Semoga bermanfaat.

"We're happy to announce our newest autoposting destination: Drupal! Now it's super easy to update your self-hosted Drupal blog using email. Before adding your site as an autopost destination, make sure that the "Blog" and "Blog API" modules are enabled (you have to be a site administrator to do this). Then just add your Drupal site URL, username, and password and you're ready to go!"

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Prinsip dan Konsep Dasar Geografi

A. Prinsip geografi ada 4, yaitu:

1. Prinsip Penyebaran
Gejala geografi baik tentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia yg tersebar secara tidak merata di muka bumi.
Contoh : Timah di Pulau Bangka, pohon bakau di pantai.

2. Prinsip Interelasi
Hubungan yg saling terkait antara gejala yg satu dgn gejala yg lain dlm satu ruang tertentu.
Contoh : hutan gundul terjadi karena penebangan liar.

3. Prinsip Korologi ( Keruangan )
Bahwa setiap prinsip ini gejala – gejala, fakta – fakta, dan masalah – masalah geografi ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dan hubungan itu terdapat pada ruang tertentu. Contoh : Padi hidup subur di daerah dataran rendah.

4. Prinsip Deskriptif
Prinsip untuk memberikan pelajaran atau gambaran lebih jauh tentang gejal – gejala, atau masalah – masalah yg diselidiki dlm bentuk tulisan atau kata – kata yg dapat dilengkapi dgn : diagram, grafik, table, gambar, dan peta.

B. Konsep dasar geografi yg esensial, ada 10 yaitu:

1. Konsep Lokasi: Letak suatu tempat di permukaan bumi.
1.1. Lokasi Absolut: Tempatnya tetap.
1.2. Lokasi relative: tempatnya bias berubah karena factor tertentu.

2. Konsep jarak: Jark antara tempat satu ke tempat lain.
2.1. Jarak Absolut: Diukur dgn satuan ukuran.
2.2. Jarak relative: Dikaitkan factor waktu ekonomi dan psikologis.

3. Konsep keterjangkauan:
Hub. Antara satu tempat dgn tempat yg lain, dikaitkan dgn sarana dan prasarana angkutan.

4. Konsep pola:
Berkaitan dgn persebaran fenomena geosfer di permukaan bumi.
Contoh : Persebaran flora dgn fauna.

5. Konsep Morfologi:
Berkaitan dgn fauna bentuk permukaan bumi, sebagai akibat tenaga eksogen dan endogen.
Contoh : Pegunungan, lembah, dataran rendah.

6. Konsep Aglomerasi :
Pemusatan penimbunan suatu kawasan
contoh : kawasan industri, pertanian, pemukiman.

7. Konsep nilai kegunaan:
Suatu nilai guna tempat –tempat di bumi.
Contoh : tempat wisata.

8. Konsep Interaksi dan Interpendensi:
Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala di muka bumi.
Contoh : Antara desa dgn kota.

9. Konsep Deferensiasi Areal:
Fenomena yg berbeda antara tempat yg satu dgn yg lain.
Contoh : Areal pedesaan khas dan corak persawahan.

10. Konsep keterkaitan keruangan:
Keterkaitan persebaran suatu fenomena dgn fenomena lain.
Contoh : daerah pantai pada umumnya bermata pencaharian nelayan.

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Legenda Geografi Antar Guru SMA Nasima Juara

MENDORONG anak belajar geografi ataupun membaca peta gampang-gampang susah. Sering kali minat itu kendor saat mempelajari berbagai konsep dasar geografi yang kadang membikin pusing. Tapi hal ini bukan lagi jadi masalah bagi guru geografi dari SMA Nasima Semarang Wahyu Deni Ariani SPd.

Konsep proposal yang diajukannya dengan membuat Buku Legenda Geografi berhasil membawa Deni menjadi salah satu pemenang Citi Success Fund (CSF) 2009 yang diumumkan di Patra Semarang Convention Hotel, Rabu (28/7/2010).

Program tahunan yang memberikan dukungan finansial bagi guru SMA untuk pembelajaran kreatif dan inovatif ini dilaksanakan oleh Yayasan Hope Indonesia dan Citi Peka sejak tujuh tahun lalu.

Selain Deni, guru asal Semarang lain yang berhak atas hadiah uang tunai Rp 5 juta dan untuk sekolah masing-masing Rp 10 juta adalah Sutiyana SPd dari SMA Karangturi yang menawarkan program katalog Dolanan Tradisional Semarang.

Sulitnya mendorong belajar Geografi membuat Deni berupaya mengajak siswa untuk menonton VCD cerita legenda Nusantara dan meminta siswa menyampaikan pesan moral. Lalu disiapkan 45 cerita legenda yang merupakan tugas pelajaran geografi tentang 10 konsep dasar geografi di antaranya lokasi, jarak, keterjangkauan, diferensiasi areal, dan konsep keterkaitan ruangan.

Salah satu juri regional A Zaini Bisri yang juga Redaktur Senior Suara Merdeka mengaku kesulitan menyeleksi 110 proposal yang masuk tahun 2009. Namun dengan berbagai pertimbangan, konsep yang dianggap matang akhirnya berhasil didapatkan. Selanjutnya Zaini yang sudah tiga tahun terakhir menjadi salah satu juri regional akan digantikan oleh Murdiyatmoko (Suara Merdeka) untuk CSF 2010.

Hendra D Tanzil selaku ass manager Wintel Site Manager Citi Technology Infrastructure dan Semangat Sembiring sekaligus meluncurkan CSF 2010 di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali. (Modesta Fiska-75)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/07/29/118550/Legenda-Geografi-Antar-Guru-SMA-Nasima-Juara

Posted via email from ahmadiethaha

Share:

Sepuluh Guru Terima Citi Success Fund

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 10 guru dari Jakarta, Jawa, Sumatera, serta Bali berhasil menjadi pemenang dan meraih penghargaan Citi Success Fund, yaitu program dukungan finansial untuk membantu guru-guru SMA dalam mewujudkan ide-ide mengajar mereka di sekolah. Satu orang guru lainya meraih kategori special mention.

Tahun ini, Citi Indonesia melalui Citi Peka bekerja sama dengan Hope Foundation kembali meluncurkan Citi Success Fund (CSF) yang berfokus pada tema kewirausahaan dan kemandirian finansial. Untuk itu, para pemenang mendapatkan hadiah Rp 5 juta dan Rp 10 juta untuk diserahkan ke pihak sekolah masing-masing.

"Pelaksanaannya sudah delapan kali dan menghabiskan dana 1,4 juta dollar, " ujar Country Business Manager Citi Private Bank David Gormiey di Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Adapun para pemenang CSF 2010 tersebut antara lain Drs. Munawir (Guru SMAN 8 Bekasi) dengan tema Instalasi Pengolahan Limbah Kantin Sekolah Secara Biologis dalam bentuk Mini, Yasir Riady (Guru SMA AL Ghurabaa, Jakarta) dengan program Face the book with Facebook, I Wayan Widia (Guru SMAN 1 Tampaksiring, Bali) dengan program Stasiun Radio SMAN 1 Tampaksikiring, I Putu Eka Wiliantara (Guru SMAN 1 Singaraja, Bali) dengan program Kaya Mendadak dengan "Bamboo Clove Broker", Sutiyana (SMA Karangturi, Semarang) dengan program Katalog Dolanan Tradisional Semarang, Wahyu Deni Aryani (Guru SMA Nasima, Semarang) dengan program Buku Legenda Geografi, Budi Santoso (Guru SMAN 21, Surabaya) dengan program Tempe Ajaib, Tria Lisdiyanto (Guru SMA YPPI 1, Surabaya) dengan program Magical Drying ERK (Efek Rumah Kaca), Winda Alfriani (Guru SMA Krakatau, Medan) dengan program Taman Bacaan, Dede Nurhayati (Guru SMAN 13, Bandung) dengan program Monumen Alam Gua Pawon di Padalarang-Bandung merana dan Terabaikan, serta kategori Special Mention untuk Cece Sutia (SMAN 1 Sindangkerta, Bandung) dengan Program My kitchen is my Lab.

http://edukasi.kompas.com/read/2010/07/27/20133538/Sepuluh.Guru.Terima.Dukungan.Finansial

Posted via email from ahmadiethaha

Share: