- Suq (Pasar Terbuka)
- Mekanisme Perdagangan Terbuka (Kafilah atau Karavan Dagang)
- Kontrak-Kontrak Kemitraan dan Pembiayaan, khususnya Syirkat dan Qirad (Mudharabah).
- Paguyuban-Paguyuban Produksi Mandiri (Sinf atau Gilda)
- Mata Uang Halal, yakni Dinar dan Dirham, serta Fulus
Makasih Mas Zaim Saidi yang telah membagi gratis e-buk tipisnya di http://jawaradinar.com/wp-content/uploads/2012/04/Hakekat-Perekonomian-dalam-Islam.pdf. Ia mengurai secara ringkas lima pilar muamalat, seakan suara aneh di tengah konsep-konsep ekonomi modern.#more Kelima pilar muamalat tersebut adalah:
Kyai Syukri Sudah Sadarkan Diri
Alhamdulillah, berkat doa semua, Pak Kyai Syukri dikabarkan sudah sadarkan diri, dan kini dirawat di RS Sudono Madiun utk pemulihan kesehatan yang tentu membutuhkan waktu. Beliau terserang gangguan penyakit jantung Ahad lalu, kemudian mengalami stroke dan tak sadarkan diri. Sekali lagi kami mohon doa yang tulus dari rekan-rekan semua bagi kesembuhan beliau. Al-Faaaatihah.
NursiStudies - JNU Conference Bulletin Online
Pak Rifai: Berikut ini proceeding seminar tentang Badiuzzaman Nursi yang diselenggarakan di India baru-baru ini. Saya terkesan bukan saja mengenai perhatian kalangan intelektual India atas pemikiran2 Said Nursi, tapi juga bagaimana kegiatan itu diorganisir. Saya berharap satu kali seminar serupa bisa diselenggarakan oleh perguruan tinggi Islam di Indoensia. You can download the Bulletin for the conference which was held in JNU, in New Delhi: http://www.iikv.org/images/tools/bulten/jnu.pdf
Mohon Doa utk Guru Kita KH Abdullah Syukri Zarkasyi
Inna lilLah. Mohon doa yang tulus ikhlas dari semua rekan, tentu dimulai dengan membaca al-Fathihah, bagi kesembuhan guru dan ustadz kita pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Abdullah Syukri Zarkasyi. Beliau belum sadarkan diri di UGD RS Ponorogo karena stroke serangan jantung.
Obat Batu dari Dokter Sebelah
Ini obat batuk utk sy dari dokter sebelah, perlu dicatat spy bisa sy beli dari apotik kalau2 nanti lain waktu sy batuk2 lagi. Utk penyakit flu pakai FRIGRIP (blh juga INTUNAL-F krn kandungannya hampir sama), untuk skt kpl DEXAMETHASONE, plus antibiotik MOXIGRA 500.
Global Politician - Saudi Arabia, Wahhabism and the Spread of Sunni Theofascism
Barusan sy dapat kiriman email lagi dapi Pak Rifai (Ahmad Rifai), Wakil Ketua Majelis Syura PUI: "Mau tahu mengapa Said Agil Siraj /NU begitu kwatirkan Wahabisme, yang sering dikatakannya harus dikutuk sebagaimana terorisme? Tulisan di situs ini bisa bantu menjelaskan. Saya tidak tahu, apakah sang kiyai merujuk situs yang susunan 'orang kafir' ini: http://www.globalpolitician.com/23661-saudi. Isu bahaya Wahabi, salafi, radikalisme, terorisme akan tetap sexy, karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan objekan. Wallahu a'lam."
Salah Makan, Siapa Suruh?
Sy sdg batuk2 nih, kayaknya ada yg salah dengan makanan dlm bbrp hari ini, dan terpaksa sy santap karena memang sdh lapar. Sy telusuri, siapa yg menyiapkan makanan sy? Rupanya ada istri, anak2 perempuan, juga menantu. Terus muncul pikiran buruk sy: "Jangan2 banyak suami atau anggota keluarganya mati karena salah istri menyiapkan makanan buat suami2 mereka." Tp sy juga mikir, "Lha kok dimakan juga? Kok gk ngasih tahu ke mereka ttg makanan yg sehat buat keluarga," dst. Jd, salah sy juga. Ampuni kami ya Allah. Wallahu a'lam.
Pak Rifai tentang Khazanah Pemikiran Syiah
Berikut tanggapan Wakil Ketua Majelis Syura PUI H. Ahmad Rifai terhadap posting saya sebelum ini mengenai luar biasa kayanya khazanah pemikiran Syiah. Jika mengambil pemikiran mereka terlalu beresiko, mungkin memang lebih aman kalau "mewacanakan agar kita mulai menoleh pada karya keislaman Turki dan ulama India/Pakistan."
- Budaya kehidupan intelektual Syiah memang tidak bisa dibantah, bukan hanya dari segi jumlah karya tetapi juga dari sisi bobot. Hal itu konon buah dari sikap mereka terhadap filsafat sebagai sistim dan metode berfikir. Sementara otoritas sunni lama dan masih ditandai dengan sikap 'memusuhi filasafat' (dampak dari 'Tahafatul Falasifah ' Alghazali ?) . Otoritas ulama Syiah bersikap sebaliknya, bahkan mereka tidak segan untuk mewacanakan pandangan2 non Islam (Persia, Urdu, Greko Yunani). Akibatnya ya itu, selama berabad, budaya intelektual sunni tertidur lelap berselimutkan taklid dan khurafat (obscurantisme). Syukurlah masa kegelapan kehidupan intelektual Sunni itu mulai berakhir, ditandai dengan munculnya pemikir2 dengan karya2 pencerahan seperti Tafsir Al Manar (Abduh, Rasyid Ridho dsb) yang disusul oleh karya2 lainnya yang muncul di berbagai negara seiring dengan lepasnya penjajahan Barat. Dalam hubungan ini saya pernah mewacanakan agar kita mulai menoleh pada karya keislaman Turki dan ulama India/Pakistan. Seperti diketahui pemikiran ulama yang berasal darinegara Arab selama ini lebih mendominasi pemahaman agama kita. (Kita sering lupa Imam Bukhari bukan orang Arab). Turki dan India selama berabad memimpin peradaban islam, yang pasti melahirkan karya2 unggul.
- Sewaktu saya mengunjungi perpustakaan masjid nabawi madinah, saya melihat kekayaan koleksi buku2 klasik dari ulama berbagai madzhab, phenomena dari zaman keemasan kehidupan intelektual Muslim. Saya tidak tahu apa disana ada juga hasil karya ulama Syiah, kecuali mungkin 1 kitab Tafsir yang banyak dibaca di pesantren2 kita yang konon ditulis ulama Syiah (Zamaksyari?). Tentang banyaknya kitab2 'Sunni' dalam kepustakaan Syiah, tidak perlu heran, karena posisi kaum syiah sebagai 'sempalan' yang harus berposisi 'menyerang' pemikiran mainstream sunni. Hal ini paling tidak terkesan dari nada-nada tulisan dari buku2 syiah di tanah air kita.( contoh, buku debat Syiah-Sunni, terbitan awal Mizan). Meski demikian sudah pasti saya tidak setuju untuk menyebutkan Syiah bukan Islam, karena itu bertentangan dengan realita dan logika publik dunia. Kerajaan Saudi saja tidak berani melarang orang Syiah berhaji.
- Selepas subuh tadi di masjid dekat rumah saya bicara2 dengan imam rawatib Ustadz Komarudin, dan Asep seorang angg jamaah, guru SMA negeri. Kita menyinggung betapa rendahnya budaya baca di kalangan ustad2/muallim di kampung. Betapa sempit dan dangkalnya pemahaman keagamaan mereka, padahal mereka adalah 'pekerja terdepan' (front runner) keagamaan ummah. Grassroot . Sebagian mereka tidak lagi membaca kitab (juga Al Quran, apalagi hadist) yang sebagian sempat mereka baca waktu dulu belajar di pesantren. Mereka terjebak pada issue2 kecil khilafiyah yang itu ke itu. Yang lebih parah lagi, mereka sangat tertutup untuk berwacana. Setiap upaya dialog buntu dengan stigma wahabi dan sikap ' tapi ini ajaran guru saya'. Titik. Kemandegan serupa terjadi di kalangan warga PUI. Hampir tidak ada majlis bahtsul masail di kalangan PUI. Tidak ada lagi karya2 tulis sesudah puluhan karya KH AHMAD SANUSI & KH ABDUL HALIM. Oleh karena itu, saya berpikir pentingnya 'distinksi' program HIMA PUI dengan PEMUDA PUI. HIMA harus lebih didorong untuk lebih banyak berwacana daripada aksi-aksi sosial kemasyarakatan. Tentu saja perlu terus dirintis dan didorong upaya2 lain untuk menggerakkan budaya intelektual di kalangan warga PUI. Sayang sampai sejauh ini Dewan Pakar dan Syariah masih sedikit bergerak.
Wassalam
Maktabah Syi'ah, Sungguh Karya Luar Biasa
Selama ini kita mengenal Maktabah Syamilah yang konon digagas oleh kalangan Sunni. Rupanya, kalangan Syiah juga telah memiliki Maktabah Syi'ah (al-Maktabah al-Syi'iyyah) yang dapat diakses di Websitenya, http://www.shiaonlinelibrary.com. Saya lihat, sedikitnya terdapat 4.714 kitab yang telah tersedia online. Kitab-kitab itu sebagian besar memang karya para ulama Syiah. Namun, saya juga lihat tidak sedikit kitab karya ulama Sunni dicantumkan di sana. Itu artinya, kalangan Syiah pun mengakui karya-karya mereka sebagai rujukan yang memang tak mungkin diacuhkan begitu saja secara akademis.
Kitab-kitab mereka begitu kaya, seperti halnya kitab-kitab karya ulama Sunni. Kita bisa baca dan download kitab-kitab karya mereka, disamping karya kalangan Sunni yang banyak menjadi rujukan di kalangan ulama kita, seperti kitab Fathul Wahhab karya Zakariya al-Anshari, kitab a-Umm karya Imam Syafii, kitab Tamhid karya Ibn Abdil Barr, dst. Yang mencengangkan, terdapat satu kitab Biharul Anwar karya Allamah al-Majalisi yang jumlah jilidnya mencapai 110 jilid. Luar biasa. Berikut ini beberapa kitab yang sempat saya catat dari Website Maktabah Syiah, termasuk jumlah jilidnya bila ada.
Dengan melihat judul-judul kitab karya mereka serta kandungan pembahasannya, sekali lagi kita bisa buktikan, Syiah itu masih masuk bagian dari Islam. Sangat konyol kalau ada orang mengatakan bahwa Syiah itu bukan bagian dari Islam. Bahkan tak sedikit yang menyebutnya sesat. Naudzubillah. Sesama muslim kita mestinya tak usah saling menyesatkan. Lihatlah karya mereka, sungguh luar biasa. Kita ini masih jauh dari mereka, dan boleh jadi bukan apa-apa ketimbang mereka.
(110 jilid) بحار الأنوار - العلامة المجلسي
(26 jilid) جامع أحاديث الشيعة - السيد البروجردي
(25 jilid) عمدة القاري -العيني
(24 jilid) التمهيد - ابن عبد البر
(20 jilid) تفسير الميزان - السيد الطباطبائي
(20 jilid) روضة الطالبين - محي ى الدين النووي المجموع
(18 jilid) شرح مسلم- النووي
(13 jilid) فتح الباري -ابن حجر
(12 jilid) المغني - عبد الله بن قدامه
(11 jilid) الغدير- الشيخ الأميني
(11 jilid) المصنف - عبد الرزاق الصنعاني
(10 jilid) السنن الكبرى- البيهقي
(10 jilid) تحفة الأحوذي - المباركفوري
(8 jilid) كتاب الأم - الإمام الشافعي
(8 jilid) روضة الطالبين - محيى الدين النووي
(4 jilid) مغني المحتاج - محمد بن أحمد الشربيني
(4 jilid) فتح المعين - المليباري الهندي
(4 jilid) إعانة الطالبين - البكري الدمياطي
(9 jilid) نيل الأوطار -الشوكاني
(8 jilid) الكافي - الشيخ الكليني
(6 jilid) فيض القدير شرح الجامع الصغير -المناوي
فتح الوهاب - زكريا الأنصاري
كتاب الخمس ,التقية - الشيخ الأنصاري
اقتصادنا, شرح العروة الوثقى - السيد محمد باقر الصدر
كتاب الاجتهاد والتقليد - السيد الخوئي
المتعة النكاح المنقطع - مرتضى الموسوي الأردبيلي
تعليقة على العروة الوثقى - السيد علي السيستاني
زواج المتعة - السيد جعفر مرتضى
زواج المتعة في كتب أهل السنة - الدكتور السيد علاء القزويني
واقع التقية عند المذاهب والفرق الإسلامية من غير الشيعة الإمامية -ثامر هاشم حبيب العميدي
الرسالة - الإمام الشافعي
المراجعات -السيد شرف الدين
Prediksi Rapat Paripurna DPR Besok
DPR sepertinya ingin selamat dan cuci tangan, meski hanya pada tingkat retorika. Itulah intinya. Golkar maupun PKS, misalnya, tegas menyatakan bahwa apakah BBM naik ataukah tidak, itu "urusan pemerintah." Karena itu, jika BBM tetap dinaikkan, maka pemerintahlah yang bertanggung-jawab sepenuhnya. Begitu pula sikap PDI-P, meskipun partai ini lebih tegas menuntut, lewat demo segala, agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Jadi, bila harga BBM nanti tetap naik, maka kesalahan dan tanggungjawab sepenuhnya diserahkan ke pemerintah. Begitulah maunya orang Senayan.
Maka saya memprediksi, dalam rapat paripurna DPR Jum'at besok, secara formal tak akan ada keputusan dari Senayan tentang kenaikan BBM. Pihak DPR sepakat, yang akan diputuskan hanyalah tentang besaran subsidi di APBN-P 2012. Ada dua paket opsi untuk itu, yakni: opsi pertama (mengamini usulan yang diajukan pemerintah), adalah subsidi BBM senilai Rp 137 triliun, subsidi listrik senilai Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal sebesar Rp 23 triliun; opsi kedua adalah subsidi BBM senilai Rp 178 triliun, subsidi listrik senilai Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal sebesar Rp 23 triliun. Perbedaan kedua opsi terletak di besaran subsidi untuk BBM sebesar Rp 41 triliun. Opsi pertama disepakati Golkar, PKS dkk, sementara opsi kedua diajukan PDI-P dkk yang menginginkan subsidi BBM lebih besar Rp 41 triliun dari nilai subsidi yang diajukan pemerintah.
Namun, jika ditilik konsekuensi masing-masing opsi, jelas bahwa sikap Golkar maupun PKS seperti ambigu, karena dengan pilihan opsi itu, otomatis pemerintah harus menaikkan harga BBM. Di situlah letak "permainan politik" Golkar dan PKS. Mereka sama-sama ingin kelihatan memihak rakyat, tetapi sesungguhnya memihak pemerintah. Hanya saja, saya lihat PKS lebih cerdik dari Golkar, sehingga PKS masih punya alasan untuk tak dianggap memihak pemerintah sepenuhnya. Caranya, seperti kita tahu, PKS mengajukan lima opsi menyangkut kenaikan BBM tersebut ke pemerintah. Diiringi ancaman hendak keluar dari koalisi jika pemerintah menaikkan BBM, sikap PKS seakan-akan mengamini sikap PDI-P.
Begitulah politik. Wallahu a'lam.
Hitungan Subsidi BBM Ala Kwik Kian Gie
Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?
Gunadarma Sediakan Lebih 300 e-Buku Bisa Didownload
Bagi Anda pengelola lembaga pendidikan, boleh jadi yang dilakukan Universitas Gunadarma ini Anda bisa tiru. Di website Universitas ini, tersedia hampir seluruh buku dan modul2 kuliah dalam bentuk e-book (masih berformat pdf, belum epub). Sekitar 300-an ebook sekelas perguruan tinggi telah tersedia dan bisa di-download di situs elearning Univ Gunadarma di sini:http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ Kapan perguruan Anda bisa melakukan hal yang sama, sehingga siswa/mahasiswa dapat menghemat anggaran biaya pembelian buku. Dengan tersedia secara online, buku2 pegangan mata kuliah dapat mereka dimiliki tanpa membelinya. Alias gratis. Kenapa tidak Anda tiru tradisi yang baik (sunnah hasanah) ini, agar Anda mendapatkan pahala lebih banyak?
Al-Qaradhawi: Haram Hukumnya Berkunjung ke Al-Quds dengan Visa dari Israel
al-ikhwan.net – Doha, Ketua Persatuan Ulama Islam Dunia, Syaikh Yusuf
al Qardhawi menegaskan haram hukumnya orang-orang non Palestina
mengunjungi al Quds. Hal tersebut kembali dinyatakan Qardhawi merespon
seruan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas soal kunjungan orang
Arab dan kaum muslimin ke al Quds. Dia kembali menegaskan fatwanya yang terdahulu, “Adalah hak
orang-orang Palestina untuk masuk ke al Quds sehendak mereka. Namun
bagi orang-orang non Palestina tidak boleh mereka masuk al Quds.” Dia
menjelaskan bahwa larangan kunjungan ini “agar tidak memberi legalitas
kepada penjajah Israel. Karena itu siapa yang melakukan kunjungan
berarti memberi legalitas kepada entitas perampas tanah kaum muslimin
dan terpaksa harus berurusan dengan kedubes Israel untuk mendapatkan
visa (masuk ke al Quds) dari Israel.” Dari Doha, Qatar, Qardhawi menegaskan, “Seyogianya kita harus merasa
bahwa kita dilarang masuk ke al Quds dan sedang berperang untuk al
Quds sampai menjadi milik kita. Kita harus merasa bahwa tanggung jawab
membebaskannya dan mengusir agresor Zionis dari sana adalah tanggung
jawab seluruh umat Islam dan bukan hanya tanggung jawab rakyat
Palestina saja.” Dia menembahkan, “Tidak masuk akal kita meninggalkan
orang-orang Palestina sendirian menghadapi negara Zionis yang memiliki
kemampuan militer besar.” Qardhawi melanjutkan, “Al Quds tidak akan kembali kecuali dengan
perlawanan, jihad dan upaya besar bangsa Arab dan umat Islam,”
terutama dalam menghadapi penjajah Zionis Israel untuk mencegahnya
mendekati masjid al Aqsha. Dia menegaskan bahwa “masjid al Aqsha
adalah garis merah”. Karena itu dia memperingatkan kaum ekstrimis
Zionis dari penyerang masjid al Aqsha dan berupaya memaksakan realitas
dengan berulang-ulang melakukan penyerbuan terhadap al Aqsha. Syaikh Qardhawi mengimbau kepada kaum muslimin di Gaza, Tepi Barat,
Mesir, Yordania, Suriah dan semua yang ada di sekitar masjid al Aqsha
agar membela masjid tersebut dan mempersiapkan diri untuk mengusir
penjajah Israel. (asw/pip/io) Sumber: http://www.al-ikhwan.net/2012/02/5338/al-qaradhawi-haram-hukumnya-berkunjung-...
al Qardhawi menegaskan haram hukumnya orang-orang non Palestina
mengunjungi al Quds. Hal tersebut kembali dinyatakan Qardhawi merespon
seruan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas soal kunjungan orang
Arab dan kaum muslimin ke al Quds. Dia kembali menegaskan fatwanya yang terdahulu, “Adalah hak
orang-orang Palestina untuk masuk ke al Quds sehendak mereka. Namun
bagi orang-orang non Palestina tidak boleh mereka masuk al Quds.” Dia
menjelaskan bahwa larangan kunjungan ini “agar tidak memberi legalitas
kepada penjajah Israel. Karena itu siapa yang melakukan kunjungan
berarti memberi legalitas kepada entitas perampas tanah kaum muslimin
dan terpaksa harus berurusan dengan kedubes Israel untuk mendapatkan
visa (masuk ke al Quds) dari Israel.” Dari Doha, Qatar, Qardhawi menegaskan, “Seyogianya kita harus merasa
bahwa kita dilarang masuk ke al Quds dan sedang berperang untuk al
Quds sampai menjadi milik kita. Kita harus merasa bahwa tanggung jawab
membebaskannya dan mengusir agresor Zionis dari sana adalah tanggung
jawab seluruh umat Islam dan bukan hanya tanggung jawab rakyat
Palestina saja.” Dia menembahkan, “Tidak masuk akal kita meninggalkan
orang-orang Palestina sendirian menghadapi negara Zionis yang memiliki
kemampuan militer besar.” Qardhawi melanjutkan, “Al Quds tidak akan kembali kecuali dengan
perlawanan, jihad dan upaya besar bangsa Arab dan umat Islam,”
terutama dalam menghadapi penjajah Zionis Israel untuk mencegahnya
mendekati masjid al Aqsha. Dia menegaskan bahwa “masjid al Aqsha
adalah garis merah”. Karena itu dia memperingatkan kaum ekstrimis
Zionis dari penyerang masjid al Aqsha dan berupaya memaksakan realitas
dengan berulang-ulang melakukan penyerbuan terhadap al Aqsha. Syaikh Qardhawi mengimbau kepada kaum muslimin di Gaza, Tepi Barat,
Mesir, Yordania, Suriah dan semua yang ada di sekitar masjid al Aqsha
agar membela masjid tersebut dan mempersiapkan diri untuk mengusir
penjajah Israel. (asw/pip/io) Sumber: http://www.al-ikhwan.net/2012/02/5338/al-qaradhawi-haram-hukumnya-berkunjung-...
Kitab Kuno Karya Ulama Indonesia Diklaim Malaysia
TEMPO Interaktif, Pamekasan - Malaysia tidak hanya mengklaim batik sebagai warisan budayanya, tapi juga kitab-kitab kuno karangan ulama Indonesia juga diklaim sebagai karya ulama Malaysia.
Rabu, 09 Maret 2011 | 14:40 WIB
Dalam sejumlah situs internet, Malaysia melansir katalog kitab-kitab kuno karya ulama Nusantara sebagai karya ulama Malaysia. Salah satunya disebut Kitab Bahrul Lahud. Padahal, naskah asli kitab tersebut saat ini ada di mushollah pondok pesantren Sumber Anyar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan bersama 120 kitab kuno lainnya.
"Klaim Malaysia memang tidak terbuka, kita tahu beberapa tahun lalu, tapi kok bisa diklaim, padahal ini naskah aslinya," kata pendiri Lembaga Sejarah dan Kebudayaan Ponpes Sumber Anyar, Habibullah Bahwi, Rabu (9/3), kepada wartawan. Kitab Bahrul Lahud sendiri memiliki tebal 10 halaman, berisi tentang ajaran ilmu tasawuf dan dibuat sekitar tahun 1600 masehi oleh ulama asal jazirah Arab yang menetap di Aceh, Syekh Abdullah Arif.
Selain kitab Bahrul Lahud, koleksi lainnya adalah kitab Tuhfah Almursalah karya ulama India, Burhan Buni, isinya tentang pemikiran Jalauddin Ar-Rumi. Konon karena mengamalkan ajaran Wahdatul Wujud dalam kitab ini, Hamzah Fansuri penyair Aceh, dihukum mati. Kitab ini juga dikenal dengan nama kitab Martabat tujuh.
Bagaimana kitab-kitab kuno ini bisa berada di pondok pesantren Sumber Anyar, Habibullah tidak tahu pasti. Dia menduga buku-buku tersebut dibawa oleh KH Zuber, pendiri pondok pesantren Sumber Anyar. Sampai sekarang daerah asal KH Zuber belum diketahu secara pasti. Mmungkin beliau ini orang Arab yang kemudian menikah dengan orang Madura dan mendirikan pesantren," terangnya. Semula, lanjut dia, kitab-kitab kuno tersebut diduga hanya kitab kuno biasa. Namun setelah dalam beberapa tahun terakhir banyak orang datang untuk meneliti, dia baru tahu kalau kitab-kitab tersebut punya nilai sejarah, bahkan salah satu kitab tersebut merupakan tulisan tangan asli pengarangnya. Salah satu peneliti kitab-kita kuno dari Balai Litbang Kementrian Agama Semarang, Zainul Adzfan mengatakan, kitab-kitab yang ada di pesantren Sumber Anyar sangat menakjubkan. Selain masih asli dan langka, kertas yang digunakan adalah kertas buatan Eropa yang tidak mungkin ada di Indonesia pada tahun pembuatannya. Yyang menarik lagi, kitab-kitab ini ditulis dengan tinta langes, agar rekat, tinta dicampur dengan getah pohon Soekarno," paparnya. Selain itu, Zainul melanjutkan, keberadaan kitab-kitab twersebut menunjukkan bahwa sistem pendidikan kuno di Pamekasan sangat tinggi dan maju. "Ini bukti bahwa budaya belajar dan menulis di Pamekasan sudah ada sejak dahulu," ungkap Zainul ditemani peneliti lainnya Umi Masfiah.
MUSTHOFA BISRI
http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/03/09/brk,20110309-318777,id.html