Dua Wajah Arab dalam Konflik Yaman
Ironi Perdamaian Timur Tengah
Surat Terbuka Ustadz Salim A Fillah untuk Pak JK
Menurut Tim Pak JK, 'Surat Terbuka' Salim A. Fillah yang berisi nasehat tentang kepemimpinan ini sudah dibaca oleh Pak JK.
"Jazakumullah tulisannya bagus Ustd, amanat sudah disampaikan. Beliau berkenan membacanya. Salam hangat dr Beliau dan mohon doa semoga Allah segera turunkan pertolongan-Nya, Aamiin.. #Admin" pesan dari akun @Pak_JK.
Berikut 'Surat Terbuka' Salim A. Fillah kepada Pak JK..
***
La Ma'daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka
Pak JK yang kami hormati, mengenang perang itu barangkali pahit..
Tetapi rasa ta'zhim pada nilai-nilai yang diperjuangkan Raja Bone XIII La Ma'daremmeng Sultan Muhammad Saleh, sebagaimana hormat kami kepada tokoh dari jazirah Sulawesi sebesar Bapak, tak pernah pudar. La Ma'daremmeng, semoga Allah menyayanginya, kala itu rela harus berhadapan dengan kekuatan sebesar Gowa-Tallo demi keyakinannya untuk menegakkan kalimat Allah dan sunnah RasulNya.
Sejak Islam datang ke Bone di masa ayahandanya, betapa bersemangat orang besar Bugis ini agar agama yang penuh rahmat menjadi nafas dan aliran darah seluruh kerajaannya. Perbudakan, satu di antara hal yang sangat lazim di zaman itu dan turut menjadi penopang kelangsungan kuasa para raja, telah mengusik nurani La Ma'daremmeng. Kesetaraan seluruh insan dalam naungan Islam adalah impian yang harus dia bayar amat mahal.
Orang yang harus memimpin 40.000 prajurit gabungan Gowa-Tallo, Wajo, Soppeng, dan Sidenreng untuk mengalahkan La Ma'daremmeng, sang perdana menteri Gowa sekaligus Raja Tallo, I Mangngadaccinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Tuminanga Ri Bontobiraeng, bukannya tak setuju sepenuhnya pada perubahan yang dihela La Ma'daremmeng. Karaeng Pattingalloang hanya merasa hal ini belum waktunya. Ada tahapan yang harus ditapaki sebelumnya agar harmoni masyarakat tak terganggu. Dia mempertanyakan, "Bukankah Sang Nabi juga tak serta-merta menghapus perbudakan? Melainkan selangkah demi selangkah, dengan amat manusiawi?"
Pak JK yang terhormat..
Diilhami oleh imannya, betapa maju pemikiran La Ma'daremmeng. Perjuangannya 220 tahun mendahului abolisi perbudakan yang diproklamasikan Abraham Lincoln hingga memicu perang saudara Amerika. Demikian pula kami pernah melihat Bapak, ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membawa cara-cara kerja progresif lagi segar mengelola negeri ini, sesuatu yang senantiasa jadi kenangan manis bagi kami. Sebagaimana La Ma'daremmeng digerakkan oleh imannya, demikianlah kami selalu mendoakan Bapak agar istiqamah menjadi pemimpin yang selalu dijiwai oleh Islam di tiap langkahnya.
Dan Karaeng Pattingalloang sendiri, betapa amat tergerak oleh sebuah kalimat bijak, "Hikmah adalah milik mukmin yang hilang. Maka di manapun dia menemukannya, dialah yang paling berhak mengambilnya." Karaeng Pattingalloang tahu, gemerlap peradaban Islam di Baghdad telah terbenam 400 tahun sebelum dia bertakhta, dan kilau Cordoba telah padam 2 abad sebelum kelahirannya. Maka dari bangsa-bangsa yang telah menyabet kerlip peradaban Islam untuk pencerahan mereka, bangsa Eropa, amat bersemangat dia belajar.
Menguasai bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Jawa, dan Melayu selain bahasa Bugis dan Makassar; khazanah ilmu dunia terbuka bagi Karaeng Pattingalloang. Demi mengenal dunia, dengan penuh minat didatangkannya bola dunia terbesar di zamannya, bergaris-tengah 1,3 meter, buatan kartografer termasyhur, Joan Blaeu; tiba 7 tahun kemudian di Sombaopu setelah dipesan. Semangat Karaeng Pattingalloang akan ilmu menggemparkan para cendikia Eropa, hingga sastrawan besar Joost van den Vondel menghadiahkan puisi pujian untuknya. Kelak ketika Joan Blaeu merampungkan Atlas Novus, peta dunia terbesar yang dikodifikasinya dari peta-peta susunan sang legendaris Gerrard Mercator, digambarnya Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk langit timur, menjangka dunia dengan busur kartografinya.
Setahun kemudian, tiba pula teleskop rancangan Galileo yang kelak menemani malam-malam Karaeng Pattingalloang untuk mencermati langit, mempresisikan perhitungan kalender hijriah, memetakan bintang-bintang, dan membantunya merumuskan kebijakan terkait musim bagi pertanian dan pelayaran. Perpustakaannya dipenuhi buku berbagai bahasa, yang dengan penuh semangat dia minta untuk diterjemahkan, termasuk risalah Turki 'Utsmani tentang pembuatan meriam, naskah dari Belanda tentang bendungan, serta buku dari Inggris tentang pertahanan kota dan perbentengan. Demi memuaskan dahaga ilmiahnya pula, dia minta didatangkan ke Makassar unta Arabia yang tersebut dalam Al Quran, juga gajah seperti yang dipakai Abrahah menyerang Ka'bah.
Ilmu pengetahuan dan wawasan antar-bangsanya yang demikian luas telah membuat Karaeng Pattingalloang memerintah dengan bijaksana, mendampingi Raja Gowa XV, I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tuminanga Ri Papambatunna. Maka demikian pula kami harapkan dari putra Nusantara pewarisnya seperti Anda, Pak JK kala mendampingi Presiden Jokowi dan selanjutnya, seperti pula telah kami saksikan dulu.
Pak JK yang terhormat..
Salah satu warisan kebijaksanaan dari Karaeng Pattingalloang, yang hari-hari ini amat merisaukan kami adalah "Lima pammajenganna matena butta lompoa". Ya, menurutnya ada lima penyebab keruntuhan sebuah negara.
Pertama, "Punna tenamo naero nipakainga Karaeng Manggauka", apabila kepala negara yang memerintah tak lagi mau dinasehati.
Kedua, "Punna tenamo tumangngaseng ri lalang pa' rasangnga", apabila tak ada lagi cendikiawan yang tulus mengabdi di dalam negeri.
Ketiga, "Punna tenamo gau lampo ri lalang pa' rasangnga", jika terlalu banyak kasus hukum di dalam negeri, hingga menyusupkan muak di hati.
Keempat, "Punna angngallengasemmi' soso' pabbicaraya", jika banyak hakim dan pejabat suka makan suap.
Dan kelima, "Punna tenamo nakamaseyangi atanna Manggauka", jika penguasa yang memerintah tak lagi menyayangi rakyatnya.
Pak JK, Bapak lebih dapat melihat dibanding kami seberapa dari tanda-tanda yang dikemukakan Karaeng Pattingalloang ini mencekam negara kita. Maka betapa kami, kaum muslimin negeri ini, amat berharap Pak JK punya peran yang lebih besar, punya sikap yang lebih jelas, punya tindakan yang lebih gesit. Latar belakang Pak JK yang dari HMI, dari NU, dan dari Dewan Masjid; amat menentramkan kami ketika Bapak mendampingi Presiden Jokowi, meski memang Anda berdua sejujurnya bukan pilihan utama kami. Harapan bahwa kaum muslimin Indonesia akan tetap memiliki seorang "Bapak" dalam segala makna yang dikandung oleh kata itu bersiponggang dalam hati.
Terlebih hari-hari ini Pak, ketika secara ekonomi rupiah kita melemah, BBM kita naik turun, dan rakyat menatap masa depan dengan berkabut; ketika secara politik kisruh antar pemimpin partai, pejabat dan lembaga negara bekerja tebak-tebak arah, dan masyarakat sukar menemukan keteladanan pemimpin; ketika dalam hukum dan hak asasi para koruptor besar kian melenggang, para pembawa ideologi menyimpang kanan maupun kiri kian berdendang, tapi kebebasan berwawasan ummat ditebas atas nama radikalisme dengan definisi yang tak sahih; serta setumpuk rasa gelisah di hati kami. Kami merindukan pengayoman dari pemimpin yang seyakin La Ma'daremmeng dan sebijak Karaeng Pattingalloang.
Pak JK, betapapun bijaknya, Karaeng Pattingalloang pernah mengabaikan 1 hal yang berujung berakhirnya kejayaan Gowa-Tallo di masa menantunya, Sultan Hassanuddin, hanya berselang beberapa tahun setelah wafatnya. Satu hal penting itu adalah nasehat 'ulama.
Adalah Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari, 'alim mulia yang kepahlawanannya membentang dari Makassar, Banten, Srilanka, hingga Afrika Selatan yang satu hari menemuinya dan berkata, "Telah kulihat alamat keruntuhan Butta Gowa. Oleh sebab itu, pertama, hentikan dan cegahlah rakyat menyembah berhala (anynyombaya saukang). Yang kedua, hentikan menghormati pusaka kerajaan secara berlebihan (appakala'biri' sukkuka gaukang). Yang ketiga, hentikan para bangsawan dan rakyat paguyuban kerajaan bermadat (a'madaka ri bate salapanga). Yang keempat, hentikan pasukan kerajaan minum tuak (angnginunga ballo' ri ta'bala' tubarania). Yang kelima, hentikan perjudian di pasar-pasar (pa'botoranga ri pasap-pasaraka).
Penolakan Karaeng Pattingalloang atas nasehat Tuanta Salamaka ini, dengan alasan demi tak mengusik harmoni dan demi pendapatan negara, telah menjadi sebab melemahnya negara. Sepeninggalnya, rakyat lemah ideologinya, lemah motivasinya; lemah oleh madat, lemah oleh khamr, dan lemah oleh judi. Jadilah lemah iman, lemah tata masyarakat, lemah tentara, lemah bangsawan, maka melemah pula dukungan terhadap raja dan perjuangannya. Maka seperti diperkirakan oleh Syaikh Yusuf, ketika Cornelis Speelman dan armadanya menyerang, Gowa-Tallo harus takluk dengan Perjanjian Bongaya.
Pak JK, bertakhtalah Anda di dalam hati kaum muslimin Indonesia, sebagaimana Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk tinggi Atlas Novus anggitan Joan Blaeu. Bahkan lebih dari itu. Sebab dalam doa kami, semoga engkau mewarisi iman kokoh La Ma'deremmeng, dan senantiasa mendengarkan bimbingan para 'ulama yang tulus seperti Tuanta Salamaka, Syaikh Yusuf Al Makassari. Kami murid dari murid dari murid para 'ulama, sangat rindu melihat pemimpin yang taqwa membuatnya menangis di hadapan Rabbnya, dan adil membuatnya dicintai seluruh rakyatnya. Pak JK, harapan itu kami hadiahkan kepada Anda.
Titip salam kami untuk Bapak Presiden Jokowi yang amat sibuk dengan kerja, kerja, kerja, dan tanggungjawabnya. Percayalah, doa-doa kami senantiasa mengiringi kerja keras Bapak berdua. Bahwa surat ini saya tujukan kepada Anda, Pak JK, entah mengapa, ini soal hati yang merasa lebih dekat. Dan barangkali di bawah sadar kami tak hendak menambahi beban Presiden Jokowi, yang jauh lebih banyak punya janji kepada rakyat negeri ini daripada Pak JK.
Akhirnya seperti dikatakan peribahasa Bugis, "Aju maluruemi riala parewa bola", hanyalah kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah. Hanyalah pemimpin yang jujur lagi penuh kasih, dapat menjadi pelindung dan penaung kami, rakyat Indonesia, dari segala marabahaya.
dari hamba Allah yang tertawan dosanya,
salim a. fillah
pengasuh majelis jejak nabi & pesantren masyarakat merapi merbabu
AndroVid Pro Video Editor 2.6.2 - 15.50 MB
http://uploaded.net/file/z9vkn3ux/AndroVid_Pro_2.6.2_SoftArchive.net.rar
Daftar PT Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh
1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.depkumham.go.id
2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.id
3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.app-jakarta.ac.id
4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id
5. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns.kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.
6. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id
7. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanp olri.go.id
8. Badan Meteorologi Nasional (BMG), Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website www.amg.ac.id
9. Badan Pusat Statistik (BPS), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id
10. Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN), Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, website www.stan.ac.id
11. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id Lokasi kuliah di Yogyakarta
12. Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id
13. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.lan.go.id
14. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id.
15. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp- bandung.ac.id
16. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id
17. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id.
18. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id
19. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id
20. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id
21. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.com.
22. Sekolah Tingi Kesejahtraan Sosial Jawa Barat, Jalan H Juanda 367, Bandung, website www.stks.ac.id
23. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online di www.stis.ac.id . Lokasi kuliah Jakarta
24. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id
25. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta
26. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor
Semoga menjadi informasi yg bermanfaat.
Kumpulan Video Rekaman KH Anwar Shaleh alm
Saya merekamnya pada 31 Februari 2015 di halaman rumah kediaman beliau yang asri di Jatibening Bekasi Barat. Kondisinya sedang sakit, tapi sudah dalam kondisi pemulihan. Namun, Allah menentukan takdir beliau harus wafat pada 18 Maret 2015. Semua warga PUI merasa kehilangan, karena meski umur pak Anwar sudah uzur menjelang 80 tahun, beliau tetap rajib berdakwah dan hadir ke rapat-rapat pimpinan PUI.
- http://youtu.be/dP8IQMs8N44 (Intisab sebagai Ikrar Jihad)
- http://youtu.be/s84ZC8gX2CE (Awal Mula Membangun Pemuda PUI)
- http://youtu.be/I4qCeEGYrLU (Sekilas PUI di Era Orde Baru)
- http://youtu.be/J5NI_-T2yNs (Pesan Terakhir)
- http://youtu.be/PJrTcqWfvuA (Bacaan Intisab)
- http://youtu.be/NQvVSwCL6s8 (Perjalanan Dakwah ke Cibuaya).
Mohon disimpan link ini utk dokumentasi.
Di saya juga tersedia keenam video tersebut dlm format HD, yg layak ditonton di layar lebar. Terima kasih atas bantuan semua.
Selamat jalan guru kami tercinta, KH Anwar Shaleh. Mohon dimaafkan atas kesalahan beliau. Dengan menonton video2 ini, seolah engkau masih bersama kami.
Daftar Kitab Sanggahan terhadap Kitab al-Muraja'at
Hadits 9 Imam versi Android
Kabar baiknya semuanya gratis. SIlahkan download di sini:
2. Shahih Muslim
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.muslim
3. Musnad Ahmad
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.ahmad
4. Muwatho Malik
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.malik
5. Jami' at Tirmidzi
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.tirmidzi
6. Sunan Nasa'i
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.nasai
7. Sunan Abu Dawud
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.abudaud
8. Sunan Ibnu Majah
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.ibnumajah
9. Sunan Darimi
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.darimi
Pihak Lidwa yang merasa ini database software ini berasal dari Hadits 9 Imam karyanya meragukan keaslian terjemahannya. Mereka berjanji akan menyediakan karya mere dalam versi Android di masa yang akan datang.
Memberi Wadah Film Pendek Indonesia
Profesor Jadi VJ Dadakan
Pekan lalu bu profesor Amani Lubis (wasekjen MUI) kirim sms bhw dia sdg diajak jadi fasilitator penanganan penyakit kusta di Kalimantan dan Madura. Sy jawab, coba saja bu Amani ambil shot video pakai kamera yg di hp (syukur kalau hpnya IPhone). Gk usah banyak, cukup ambil shot dari bbrp sudut pandang dari acara yg diikutinya. Ya belajar jadi VJ (video journalis). Cara shootingnya yg sederhana tapi sistematis bisa baca di blog sy: ahmadie.me.
Rupanya bu Amani melakukan saran sy itu, dan hasil shootingnya bisa kami edit jd berita satu-dua menit. Kami tambahkan VT ilustasi ttg kusta yg sangat menyentuh (tersedia banyak di youtube). Bu Amani sendiri hanya tampil sebentar, diambil kutipannya saat presentasi bbrp detik. Memang ada kurangnya, sprt kualitas video yg pecah. Tp tak apalah, nanti ke depannya bu Amani bisa perbaiki.
Andai pengurus MUI punya kesadaran dan semangat sprt bu Amani, wah luar biasa perkembangan konten TVMUI. Bgmn menggerakkannya?
Aris Prasetyo: Berbagi Mimpi Melalui Film
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000010546657
Program TVMUI
Lima Shot, Sepuluh Detik
Juru kamera pemula biasanya mengikuti petunjuk ini, tetapi menurut McAdams hasilnya tidak selalu baik. Masalahnya, setiap orang dapat menetapkan jarak "wide, medium, dan tight" tersebut secara berbeda-beda.
McAdams mengajukan metode lima-shot yang dinilainya akan lebih berguna bagi pemula. Dengan mengikutinya, para juru kamera pemula bisa menghasilkan gambar yang lebih baik. Akibatnya, upaya awal mereka dalam mengedit juga akan lebih baik. Mereka belajar lebih cepat untuk merekam video yang bermanfaat.
McAdams telah melatih banyak wartawan untuk menggunakan audio dan video sebagai sarana sederhana untuk bercerita dan meliput kegiatan.
Untuk pengenalan video editing, dia menggunakan video yang sudah diedit ini sebagai contoh (http://www.youtube.com/watch?v=X1F88mDW_oM).
Untuk informasi lebih lanjut tentang kamera yang dia pakai, lihat video contoh ini (https://www.jou.ufl.edu/faculty/mmcadams/video/index.html).
Selalu Ambil Lima Shot sebagai Satu Sekuen (Urutan)
Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana metode lima-shot diterapkan:
1) Tangan (tight, sangat dekat): Untuk latihan rekaman awal ini, tugas Anda akan mudah jika Anda memilih satu subjek yang bekerja dengan tangannya dan tinggal di satu tempat. Dengan rekaman super dekat terhadap gerakan tangan orang tersebut, Anda memiliki satu hal menarik untuk Anda buka atau Anda tunjukkan di awal.

2) Wajah (tight): Siapa yang melakukan pekerjaan yang kita lihat tangannya itu? Salah satu bagian penting dari cerita dalam sebuah video rekaman adalah menghadirkan pertanyaan pada pemirsa, dan kemudian dengan cepat menjawabnya. Tanya: Tangan siapa itu? Jawab: Orang ini - wajah ini?

3) Tangan dan wajah secara bersamaan (medium): Pertanyaan berikutnya di benak pemirsa adalah: Apa yang terjadi di sini? Sebuah shooting yang lebih luas dapat menjawab pertanyaan itu dengan sangat baik. Catatan: Wider (lebih lebar), tetapi tidak benar-benar wide (lebar). Untuk video online, buatlah kamera tetap menyorot dekat (close).

4) Di atas bahu (medium): Shooting ini tidak selalu dapat diambil dengan baik, karena kadang-kadang kita terlalu banyak mengambil bagian dari bahu itu, atau terlalu banyak bagian belakang kepala. Tapi dengan mencobanya kita terbantu belajar bagaimana bersabar, dan kadang-kadang kita juga bisa mengelola diri untuk mendapatkan shot yang sangat baik dari situ.

5) Sesuatu yang lain (seringkali tidak perlu wide): Setelah Anda punya lima shot tersebut di atas, bekerjalah dengan keras untuk mendapatkan angle kelima dan berbeda, terhadap subjek yang sama. Ini seringkali merupakan shot terbaik, menurut pengalaman saya. Anda dipaksa untuk berpikir kreatif. Misalnya, rendahkan kamera hingga dekat ke tanah (seperti yang saya lakukan di sini), atau berdirilah di atas kursi.
Dalam cerita kecil ini (perempuan membuat crepes kertas-padi di rumahnya), ada dua kegiatan lain yang terjadi. Ini dilakukan oleh seorang wanita yang kedua:

6) Wanita pembantu itu menaruh setiap crepes pada tampi rotan yang lebar. (Ketika tampi sudah terisi penuh, ia membawanya keluar untuk mengeringkan crepes itu di bawah sinar matahari, kemudian ia mengambil tampi baru untuk diisi dengan crepes yang lain.)

7) Setelah kamera menyorot kegiatan di tampi rotan, saya sadar bahwa saya membutuhkan shot yang dengan jelas menunjukkan bagaimana cara wanita pembantu tadi mengumpulkan setiap crepes menggunakan satu alat berputar yang terbuat dari empat tabung bambu.
Saya hanya membuat delapan shot untuk menceritakan kisah ini; salah satunya tak ada gunanya, jadi saya buang.
Saya berkonsentrasi pada wanita pembuat crepes, bukan pada wanita pembantunya. Saya tidak pernah menyorotkan kamera secara close-up pada wajah pembantu itu. Saya pun tidak mengikutinya ketika ia pergi ke halaman luar membawa tampi rotan yang siap dijemur (pada kenyataannya, itu dapat dijadikan subjek yang baik untuk sekuen lima shot kedua berikutnya).
Anda dapat men-download tujuh klip video yang belum diedit di sini:
MVI_3133.avi 44 detik. (38,8 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip1)
MVI_3135.avi 25 detik. (22,2 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip2)
MVI_3136.avi 28 detik. (25,6 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip3)
MVI_3137.avi 32 detik. (28,9 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip4)
MVI_3138.avi 17 detik. (15,5 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip5)
MVI_3139.avi 22 detik. (19.6 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip6)
MVI_3140.avi 16 detik. (14.2 MB)> di Vimeo (http://vimeo.com/macloo/clip7)
Ikuti Aturan 10 Detik
Untuk memastikan bahwa Anda dapat mengedit dengan mudah dan baik, usahakan agar Anda selalu menahan masing-masing shot setidaknya 10 detik. Anda harus benar-benar menghitung sampai 10, tapi cukup di hati, setelah Anda mulai merekam shot.
Shooting dimulai ketika Anda menekan tombol "Record" dan berakhir ketika Anda menghentikan sementara (pause) atau menghentikan perekaman.
Jangan menghentikan shooting hanya karena Anda mencapai hitungan ke-10. SERINGKALI Anda perlu menahan shooting lebih dari 10 detik untuk menangkap momen-momen adegan yang Anda butuhkan untuk bercerita melalui video. Aturan 10-detik itu batasan minimum.
Sebuah contoh yang baik dari itu bisa dilihat pada klip yang belum diedit ini (24 detik), di mana saya telah membingkai momen adegan secara sempurna tetapi saya perlu MENUNGGU sampai seluruh kegiatan utuh telah berhasil saya rekam. Dalam hal ini, kegiatan utuh dimulai sebelum si wanita pembantu berjalan ke tampi rotan (pada mark/tanda 15 detik), dan berakhir setelah ia berjalan pergi lagi:
(http://player.vimeo.com/video/20959653)
Anda lihat bagaimana klip dimulai dengan momen adegan yang sudah berlangsung - perempuan itu berada di tengah-tengah menempatkan crepe pada tampi. Momen adegan yang saya butuhkan untuk melakukan shooting yang baik (yang dapat dipotong menjadi suatu sekuen dengan mudah) hendaknya dimulai dari awal. Jadi saya hanya menahan shot saya, lalu menunggu, sementara perempuan itu berjalan pergi, mengumpulkan krep baru, dan kembali - yang memberi saya momen adegan yang lengkap.
Jika Anda berhasil menangkap momen adegan yang lengkap secara bersih, dengan beberapa detik yang dapat dipotong sebelum momen itu dimulai, dan beberapa detik lagi yang dapat dipotong setelah momen itu berakhir, Anda akan merasa sangat mudah untuk mengedit video Anda.
Mendapatkan Shot yang Sempurna Setiap Kali
Kadang-kadang pemula berpikir bahwa karena banyak shot dalam video yang diedit hanya 4 atau 5 detik, maka dia pikir akan baik-baik saja kalau dia menahan shot hanya selama 5 atau 6 detik. ITU TIDAK BENAR! Anda akan mendapatkan bahwa jika Anda merekam seperti itu, Anda akan memiliki banyak klip yang tidak dapat digunakan. Klip-klip itu dimulai terlambat (momen adegan sudah berlangsung) atau klip-klip itu berakhir terlalu dini (momen belum sepenuhnya selesai).
Rekaman seringkali menghasilkan beberapa bagian "goyang" di awal dan/atau di akhir. Itu harus dipotong. Jadi, bahkan ketika momen adegan sudah berakhir, JANGAN TERLALU CEPAT menekan tombol dan mengakhiri klip. Beri ruang bagi diri Anda untuk kemungkinan berbuat salah, goyang, atau melakukan gerakan buruk lainnya - sehingga kemudian Anda dapat memotong itu.
Shot-shot yang tidak sempurna (yang dimulai terlambat atau diakhiri terlalu awal) membatasi pilihan Anda dalam mengedit. Ketika pilihan Anda lebih terbatas, akan jauh lebih sulit untuk mengedit video Anda.
Jika terjadi sesuatu yang mengganggu hasil rekaman Anda sebelum 10 detik berlalu (mungkin ada orang yang tiba-tiba berjalan di depan Anda, menyembunyikan momen adegan yang sedang berlangsung), Anda tak perlu menekan tombol pause atau menghentikan perekaman. Namun, Anda harus memulai hitungan Anda dari awal lagi. Mulai lagi dari 1 dan menghitung diam-diam hingga hitungan ke-10, karena Anda memerlukan setidaknya 10 detik rekaman yang berkesinambungan pada kegiatan atau adegan untuk digunakan sebagai bahan baku dalam editing Anda.
Begitu pula jika Anda memindahkan kamera, Anda harus memulai lagi hitungan Anda dari 1 dan kembali menghitung sampai 10. Adanya suatu gerakan pada rekaman yang terjadi dalam rentang hitungan 10 detik akan merusak shooting yang bersih, 10 detik utuh dan solid yang perlu Anda dapatkan.
Itulah aturan 10 detik.
Sumber:
https://www.jou.ufl.edu/faculty/mmcadams/video/five_shot.html


