Door Duisternis Tot Licht (Min al-Dhulumat ila al-Nur)

Raden Ajeng Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur'an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar al-Qur'an diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur'an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini. Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur'an dengan ditulis dalam huruf Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur'an itu diberi nama "Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur'an." Inilah kitab tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.

Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.

Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: "Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami."

Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Min al-Dhulumat ila al-Nur).

Kartini terkesan dengan kalimat Min al-Dhulumat ila al-Nur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.

Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.

Dalam surat-suratnya kepada sahabat Belanda-nya, JH Abendanon, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat "Dari Gelap Kepada Cahaya" ini. Sayangnya, istilah "Dari Gelap Kepada Cahaya" yang dalam Bahasa Belanda "Door Duisternis Tot Licht" menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan Armijn Pane dengan kalimat "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini.
Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari al-Qur'an. Kata "Min al-Dhulumat ila al-Nur" dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya:
membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan)
ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).

Share:

Sayyidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

HR. Al-Bukhari no. 5522, 6306 dan 6323, at-Tirmidzi no. 3393, an-Nasa'i no. 5522 dan lain-lain.

Keutamaan:

Dari Syaddad bin Aus radhiallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Sayyidul Istighfar adalah bacaan: (doa di atas)."

Kemudian beliau menyebutkan keutamaannya: "Barangsiapa yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan di sore hari, kemudian dia mati pada malam harinya (sebelum pagi) maka dia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa yang membacanya dengan penuh keyakinan di pagi hari, kemudian dia mati pada siang harinya (sebelum sore) maka dia termasuk ahli surga."

Keterangan:
Dinamakan Sayyidul Istighfar, karena bacaan istighfar di atas adalah lafadz istighfar yang paling mulia dibandingkan lafadz istighfar lainnya.

Dalam lafadz istighfar ini, terdapat 8 aspek yang menjadikan istighfar ini memiliki keutamaan yang besar:

Dimulai dengan pujian kepada Allah.Adanya pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah, makhluk Allah yang berusaha menghambakan dirinya kepada Allah.

Mengimani adanya janji Allah, sehingga sang hamba sangat berpijak pada ikrarnya untuk mendapatkan janji Tuhannya.

Pengakuan akan kekurangan dirinya, dengan sekaligus memohon perlindungan kepada Tuhannya dari keburukan dirinya. Pengakuan terhadap banyaknya nikmat Allah SWT.

Share:

Masa Depan Yaman

Smith Alhadar; Penasihat pada ISMES; Staf Ahli Institute for Democracy Education (IDE)

KOMPAS, 01 April 2015

Krisis politik yang terjadi di Yaman saat ini, selain disebabkan warisan buruk pemerintah sebelumnya dan campur tangan asing, juga disebabkan sejarah, politik, dan doktrin Syiah Zaidiyah.

Terbentuknya sekte Zaidiyah pada abad ke-9 tak pelak merupakan peristiwa politik dan keagamaan paling penting setelah Yaman masuk Islam pada 628. Meskipun berada di bawah berbagai dinasti yang berkuasa (Ayyubiyah, Rasuliyah, Tahiriyah, dll) atau kekuasaan monarki-monarki di kawasan ini, kaum Zaidiyah mengukuhkan diri sebagai mazhab dominan di dataran-dataran tinggi. Pandangan- pandangannya tentang masalah keyakinan, moral, organisasi sosial, keadilan, perpajakan, dan banyak lagi aspek perangai manusia—kecualipandangan hukum pidana yang tetap berada di bawah hukum kesukuan—mendominasi kehidupan kebanyakan orang Yaman.

Kilas sejarah          

Zaidiyah merupakan mazhab Syiah paling moderat dan dekat dengan Sunni. Jumlah penganutnya tak kurang dari 40 persen dari 23 juta penduduk Yaman. Apabila ditambah dengan Syiah Dua Belas Imam (Itsna'asyariah) dan Syiah Tujuh Imam (Ismailiyah) yang menghuni wilayah Sana'a, jumlah total Syiah sekitar 45 persen. Fikih Zaidiyah hampir tidak bisa dibedakan dari Syafi'i. Ia juga mengakui tiga Khalifah ur-Rasyidin (Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan), meski khalifah keempat (Ali bin Abi Thalib) lebih utama.

Pada pertengahan abad ke-17 (1644), pemerintahan imamah Zaidiyah berhasil berkuasa di seluruh Yaman. Namun, suksesi yang tidak mengikuti mekanisme kohesif, pertikaian keluarga, dan hilangnya kesetiaan suku membawa kemerosotan pada dinasti ini. Pemerintahan Zaidiyah menghadapi rongrongan kian besar pada abad ke-19, saat wilayahnya diduduki Inggris, Imperium Ottoman, dan pasukan Sultan Muhammad Ali dari Mesir. Intensitas persaingan Inggris dan Turki meningkat seiring Terusan Suez dibuka pada 1869.

Pada 1905, Inggris dan Turki membagi Yaman jadi dua: wilayah selatan dikuasai Inggris dan wilayah utara dikuasai Turki. Namun, pemerintahan imamah Zaidiyah tidak mengakui garis batas itu dan pendudukan Turki terus menghadapi perlawanan. Selepas Perang Dunia I, Turki meninggalkan Yaman. Tinggal Inggris di selatan.

Seminggu setelah Imam Ahmad bin Yahya wafat (1962), terjadi pemberontakan kaum nasionalis terhadap pemerintahan imamah yang konservatif. Apa yang disebut revolusi di Yaman utara ini berakhir setelah perang saudara selama enam tahun dengan kemenangan di pihak kaum nasionalis yang disebut kaum Republikan atas pendukung imamah yang disebut Royalis.

Saudi, Jordania, dan Israel mendukung kaum Royalis, sedangkan Mesir di bawah Gamal Abdul Nasser mendukung kaum Republikan. Namun, kemenangan kaum Republikan ini tak serta-merta membawa pada penyatuan Yaman karena pada 1967 kaum sosialis berhasil mengusirInggris dan mendirikan Republik Demokratik Rakyat Yaman. Sementara kaum Republikan mendirikan negara di utara dengan nama Republik Arab Yaman.

Pada 1990, kedua Yaman bersatu menjadi Republik Yaman. Akibat dukungan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh terhadap Irak yang menginvasi Kuwait (1990), Arab Saudi dan kerajaan-kerajaan Arab mini di Teluk Persia mengusir sekitar 800.000 pekerja Yaman, yang hampir seluruhnya berasal dari Yaman bagian selatan. Pada 1993, minyak ditemukan di Ma'arib, batas antara Yaman selatan dan utara.

Kedua hal ini, ditambah kebijakan Abdullah Saleh (tokoh sekuler pemeluk Zaidiyah) yang dipandang diskriminatif oleh Yaman Selatan, membuat pihak selatan memberontak (1994). Perang itu dimenangi pihak utara.

Musim Semi Arab di Tunisia pada Januari 2011 ikut menjangkiti Yaman. Kali ini komunitas Yaman Utara dan Selatan bersatu meminta Abdullah Saleh, yang korup dan represif, turun dari kursi kekuasaan. Berkat tekanananggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)—terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Qatar, dan Kuwait—Saleh turun, digantikan Wakil Presiden Abdurabbuh Mansour Hadi yang pro-Saudi (2012). Mansour Hadi juga didukung Partai al-Islah, partainya Ikhwanul Muslimin, yang juga didukung kepala-kepala suku yang kesejahteraannya dijamin Saudi melalui pemimpinnya. Sayang, Mansour Hadi tidak mampu membawa kesejahteraan bagi penduduknya.

Paling tidak ada lima penyebabnya. Pertama, pemerintahan Mansour Hadi tak mampu menciptakan stabilitas politik akibat rongrongan dari Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) yang kini menguasai dua provinsi di selatan. Kedua, bantuan GCC pimpinan Saudi tidak cukup untuk menciptakan kesejahteraan bagiwarga Yaman secara keseluruhan. Ketiga, korupsi yang diciptakan pemerintahan sebelumnya tetap marak. Keempat, mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang berpengaruh di pemerintahan dan tubuh tentara masih berambisi untuk berkuasa kembali. Kelima, Syiah Zaidiyah di bawah kepemimpinan Abdul Malik al-Houthi memberontak sejak 2004. Houthi menganggap mereka diperlakukan secara diskriminatif. Pemberontakan Houthi ini didukung Iran.

Pemberontakan Houthi ini kiranya tak semata-mata karena faktor ekonomi dan sosial, tetapi pertama, sesungguhnya Zaidiyah tak mengakui urusan-urusan kenegaraan di mana komunitas Zaidiyah tidak memiliki imam. Kedua, sistem politik mutakhir dalam keadaan berubah terus-menerus terutama akibat penggabungan kedua negara. Ketiga, ada dukungan bagi mereka yang berupaya memberlakukan imamah lagi, meskipun individu-individu ini dan pendukungnya memberi argumen dalam istilah menciptakan imamah "konstitusional".

Korban pertikaian

Saat ini Houthi masih menguasai seluruh teritori tradisionilnya, yaitu wilayah utara dan barat daya. Pergerakan ke selatan dan timur tampaknya tak dimaksudkan menguasai seluruh Yaman seperti pada abad ke-17 karena hal itu saat ini tidaklah mungkin mengingat Yaman bagian selatan dihuni mazhab Sunni yang juga memiliki identitas regional yang kuat. Mereka hanya berusaha mendapatkan wilayah selatan dan timur sebanyak mungkin untuk ditukarkan dengan perdamaian dalam perundingan dengan pihak selatan kelak.

Upaya presiden terguling Mansour Hadi mempertahankan kesatuan Yaman tidak didukung sepenuhnya oleh warga selatan, yang terbagi dalam tiga kubu. Sementara serangan pasukan Liga Arab pimpinan Arab Saudi ke sasaran-sasaran Houthi tampaknya tak akan berhenti sampai tujuannya tercapai: Houthi menyerah mutlak dengan meninggalkan ibu kota dan menyerahkan senjata. Apakah tujuan ini bisa dicapai? Dalam sejarah, solidaritas kaum Syiah Zaidiyah selalu menguatketika menghadapi musuh bersama.

Maka, serangan ke kubu Zaidiyah Houthi tidak akan membawa hasil apa-apa kecuali menguatkan solidaritas pemeluk Zaidiyahi, konsolidasi di pihak AQAP, ISIS, dan kaum separatis. Bisa jadi Liga Arab-kubu Mansour Hadi akan memenangi pertempuran, tetapi tidak akan memenangi perang. Malah, kalau perang berlangsung lama, wilayah selatan akan tercabik-cabik oleh kelompok-kelompok separtis, AQAP, dan ISIS. Sesungguhnya Yaman menjadi korban pertikaian negara-negara berpengaruh di kawasan.
Share:

Dua Wajah Arab dalam Konflik Yaman

Faisal Assegaf, Pemerhati Timur Tengah dan Pendiri Albalad.co

KORAN TEMPO, 01 April 2015

Setelah menahan kegeraman selama dua bulan, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz akhirnya memerintahkan serangan udara terhadap milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. Pasukan pemberontak dukungan Iran ini telah mencaplok Ibu Kota Sanaa pada Januari lalu, mendepak Presiden Abdurabbu Mansyur Hadi, hingga meminta perlindungan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Gempuran yang berlangsung sejak Kamis dinihari pekan lalu itu memunculkan fakta menarik. Dugaan dan keyakinan selama ini, yang sifatnya hanya mereka-reka, kian terbongkar. Iran dan Arab Saudi sama-sama berebut pengaruh, bukan saja di Yaman, tapi juga di seluruh Timur Tengah, dan kedua seteru ini menjadikan negara Arab termiskin itu sebagai palagan. Saudi menyebut operasi militer atas kelompok Al-Hutiyun sebagai perang suci, sedangkan Iran mengecam intervensi militer ini, yang mereka anggap melanggar kedaulatan Yaman.

Lebih menarik lagi, perang di Yaman kali ini berhasil menyatukan sepuluh negara Arab dalam pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Bahkan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab di Mesir pada akhir pekan lalu-digelar dua hari setelah Saudi secara sepihak membombardir Al-Hutiyun-menghasilkan kesepakatan untuk membentuk pasukan koalisi Arab. Tujuannya untuk memberangus kelompok ekstremis atau pemberontak.

Namun perang yang terjadi di Yaman saat ini dan rencana membentuk pasukan bersama Arab bukan saja kian menegaskan dua wajah Arab, tapi juga berpotensi semakin memperunyam konflik bersenjata di sejumlah negara di Timur Tengah. Intervensi bakal mereka lakukan cuma untuk memenuhi kepentingan penyandang dana operasi militer.

Seperti yang berlaku saat ini di Yaman, Saudi paling berkepentingan untuk melancarkan serbuan bersandi Badai Gila itu. Saudi merasa Iran kian memperluas pengaruhnya di Timur Tengah setelah berhasil menggaet Libanon, Suriah, dan Irak.

Langkah koalisi Arab di Yaman ini memicu pertanyaan, kenapa mereka tidak melancarkan operasi serupa saat Israel menggempur Jalur Gaza dalam perang 50 hari pada musim panas tahun lalu? Tentu saja jawabannya bisa ditebak: sebagian besar anggota pasukan koalisi Arab saat ini adalah konsumen utama persenjataan Amerika Serikat, sekutu istimewa Israel.

Pasukan koalisi Arab tidak mungkin ikut campur dalam perang antara Irak dan ISIS (Islamic State of Iraq and al-Sham). Jika mereka membantu pasukan Irak dengan sokongan utama milisi Syiah, sama saja mereka mendukung kepentingan Iran, sesuatu yang tentu bakal dihindari oleh Arab Saudi. Mereka tentu saja tidak mungkin menyokong ISIS, organisasi teroris paling mengerikan saat ini.

Di Libya pun kondisinya serupa. Pasukan koalisi Arab tidak mungkin menyokong satu dari dua pemerintahan yang kini ada di negara itu. Sebab, hasilnya bakal semakin membelah Libya, hal ini hanya menguntungkan ISIS, yang telah bercokol di sana.

Walhasil, rencana pembentukan pasukan koalisi Arab sekadar jargon. Kalaupun bisa terbentuk, mereka bakal kebingungan serta menghadapi dilema, yakni di negara Arab mana mereka bisa melakukan intervensi militer. Kalau sekadar memenuhi ambisi Arab Saudi buat menjegal perluasan pengaruh Iran di Timur Tengah, keterlibatan pasukan koalisi Arab cuma bakal meledakkan perang sektarian dalam skala luas. Sebab, konflik Sunni-Syiah di kawasan Timur Tengah sudah mengakar berabad-abad.
Share:

Ironi Perdamaian Timur Tengah

Dinna Wisnu,  Co-Founder & Direktur Program Pascasarjana Bidang Diplomasi, Universitas Paramadina

KORAN SINDO, 01 April 2015

Yaman dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di dunia Arab yang di masa kuno dulu dikenal dengan sebutan Arabia Felix yang berarti "bahagia" atau "beruntung" karena ia berada di semenanjung Arab yang relatif lebih subur dibandingkan negara-negara tetangganya.

Sayangnya, negeri yang berbatasan darat dengan Arab Saudi dan Oman itu kini dirundung perang saudara. Sejumlah negara mulai menutup kantor-kantor perwakilan di Ibu Kota Sanaa dan berupaya mengevakuasi warga masing- masing keluar dari Yaman, termasuk Indonesia. Jika tingkat keseriusan perang ditentukan oleh lama perang, besaran (magnitude) perang terutama prospeknya untuk melibatkan negaranegara kawasan, dan jumlah korban, maka serius tidaknya perang di Yaman ini setidaknya ditentukan dua faktor.

Pertama, faktor kemampuan Yaman sebagai suatu negara untuk menyelesaikan problem politik dan sosial ekonomi secara internal. Kedua, faktor persepsi negara-negara lain terhadap problem di Yaman. Yaman dalam era modern termasuk negara yang dianggap negara gagal. Indeks Negara Rentan 2014 yang dikeluarkan oleh The Fund for Peace menempatkan Yaman di posisi "high alert " (waspada tinggi) yang masuk juga dalam kategori negara dengan tren pemburukan kondisi politik tertinggi sepanjang 2009-2014.

Sebagai suatu negara, Yaman memang terkenal rentan akan faksifaksi politik yang saling berupaya menihilkan eksistensi faksi lain. Selain itu, pemerintahannya terkenal otoriter dan represif. Kelompokkelompok yang berseberangan dengan Pemerintah Yaman antara lain adalah kelompok militan yang terkait Al-Qaeda, gerakan-gerakan separatis di bagian Selatan (termasuk Houthi yang kini dianggap biang kerok penyebab intervensi militer di bawah komando Arab Saudi), dan kelompok separatis di utara Zaydi Shia.

Masyarakat awam terbilang tak berdaya karena politisi dikenal korup dan senjata beredar bebas. Sebelum perang saudara kali ini Yaman sudah terjebak dalam ketegangan politik internal. Misalnya selama 2011-2012 warga Yaman mendesak Presiden Ali Abdullah Saleh untuk mundur setelah berkuasa lebih dari 20 tahun. Ketika akhirnya Saleh mundur dan digantikan oleh Wakil Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, situasi sempat stabil sebelum akhirnya memburuk lagi pada 2014.

Memburuknya situasi itu seiring dengan kudeta dan meluasnya gerakan Houthi yang menaklukkan gedung-gedung pemerintahan, menguasai Ibu Kota Sanaa, dan mendesak Hadi untuk mendirikan pemerintahan bersatu dengan faksi-faksi politik yang lain, membubarkan parlemen, mendirikan pemerintahan interim di bawah Mohammed Ali al-Houthi. Hadi melarikan diri ke Aden dan menyebut kota itu sebagai ibu kota sementara.

Meskipun Houthi disebut-sebut sebagai biang kerok masalah, ada sumber-sumber lain yang menyebut bahwa mantan Presiden Saleh juga ikut "bermain" dengan menggandeng kelompok Houthi demi menjatuhkan Hadi karena dia masih berharap anaknya, Ahmed Ali Abdullah Saleh, bisa menjadi generasi politisi berikutnya di Yaman.

Itulah sebabnya, meskipun pada awal 2014 Yaman dianggap membaik secara ekonomi dan politik sejak dipimpin oleh pemerintahan transisi Presiden Hadi, kawasan Ibu Kota Sanaa tetap panas akibat kelompok Houthi dan Sunni Salafi terus tegang. Pengungsian terus terjadi dalam jumlah besar, terutama di bagian utara Yaman.

Kerentanan ini diperumit dengan beroperasinya afiliasi Al-Qaeda di Yaman. Akibatnya, di Indonesia pun Yaman dikenal perlu diwaspadai karena menjadi tempat orang-orang belajar radikalisme dan paham agama yang menyimpang. Narasi di atas menggambarkan alasan mengapa Yaman dianggap negara-negara lain tidak mampu menyelesaikan problem internalnya secara independen.

Itu sebabnya ketika Presiden Saleh enggan mundur dan justru melakukan pengejaran kejam kepada warga negara yang dianggap anti terhadap pemerintahannya. Saat negara sedang dalam kondisi genting, The Gulf Cooperation Council turun tangan. GCC adalah persatuan politik ekonomi antarpemerintahan negara-negara Teluk yang terdiri atas Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Selain kerja sama ekonomi seperti perdagangan dan pembentukan Dewan Moneter, negara-negara GCC juga punya kesepakatan menyatukan pasukan untuk merespons kebutuhan dukungan politik dari pemerintahan negara-negara anggotanya. Semua negara ini adalah kerajaan dan karenanya kerap disindir sebagai gerakan mempertahankan karakter otoriter dari negara-negara Timur Tengah.

Campur tangan GCC ini berlanjut terus ketika Arab Saudi menganggap gerakan Houthi sebagai bagian dari meluasnya pengaruh dan kekuasaan Shiah Iran di Teluk. Houthi, yang terbukti terampil di bidang persenjataan dan taktis memberikan tekanan pada pemerintahan Hadi, dianggap sebagai momok oleh negaranegara Teluk dan yang negaranegara berpenduduk mayoritas Sunni.

Suasana ini menggambarkan betapa konflik Yaman berpotensi berlarut-larut dan memakan banyak korban. Keterlibatan GCC dan simpati yang dikirimkan oleh negara-negara lain seperti Pakistan dan Turki bukan mustahil membuat suasana kawasan menjadi semakin panas. Daniel Brumberg (2013) dari Georgetown University mengatakan, kejadian di Yaman adalah bukti bahwa upaya menciptakan "tatanan politik baru" di Timur Tengah sebagai sangat menyakitkan dan fatal (secara politis maupun fisik).

Konsep patronase (mahsubiyya) yang selama ini dipakai oleh mantan Presiden Saleh telah menyuburkan rasa takut antarkelompok bila patronnya tersingkir. Istilah Brumberg, politik di Yaman bergantung pada metode autokrasi berbasis perlindungan-pemerasan (protection-racket autocracies). Kelompok yang biasa dilindungi dibuat merasa takut, rentan karena tidak bisa memenangkan pemilu,

sementara kelompok yang berkuasa takut pada lawannya itu karena secara pengaruh kelompok oposisi tersebut tetap signifikan dan karena itu mereka enggan berkonsesi dengan mereka. Dengan imbuh senjata yang beredar bebas, sektarianisme, ketidakpercayaan pada pemerintah, dan ketiadaan sistem penegakan hukum yang adil, suasana yang hidup adalah kecurigaan dan upaya saling menihilkan.

Perang saudara di Yaman tentu memberi dampak langsung atau tidak langsung terhadap proses perdamaian di Timur Tengah. Kejadian politik di Yaman seakan membenarkan kekhawatiran negaranegara Arab dan Israel bahwa kelompok-kelompok politik yang berafiliasi kepada Iran tengah melakukan ekspansi dan terutama akan medelegitimasi perundingan nuklir yang sedang dilakukan antara Iran dan kelompok perundingan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, dan China.

Kita juga melihat situasi yang ironis di Timur Tengah, yaitu negara-negara Arab cepat tanggap ketika kepentingan mereka terancam dan bukannya turun tangan memberikan bantuan ekonomi yang diperlukan oleh Yaman untuk dapat keluar dari lingkaran kemiskinan. Situasi tersebut tentu akan merugikan rakyat Yaman dan negara-negara Timur Tengah yang penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bila hal ini terus terjadi, niscaya perdamaian di Timur Tengah impian belaka.
Share:

Surat Terbuka Ustadz Salim A Fillah untuk Pak JK

Ustadz Salim A. Fillah membuat 'Surat Terbuka' untuk Wapres Jusuf Kalla dengan judul "La Ma'daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka" yang diposting 31/3/2015 di blognya salimafillah

Menurut Tim Pak JK, 'Surat Terbuka' Salim A. Fillah yang berisi nasehat tentang kepemimpinan ini sudah dibaca oleh Pak JK.

"Jazakumullah tulisannya bagus Ustd, amanat sudah disampaikan. Beliau berkenan membacanya. Salam hangat dr Beliau dan mohon doa semoga Allah segera turunkan pertolongan-Nya, Aamiin.. #Admin" pesan dari akun @Pak_JK.

Berikut 'Surat Terbuka' Salim A. Fillah kepada Pak JK..

***

La Ma'daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka

Pak JK yang kami hormati, mengenang perang itu barangkali pahit..

Tetapi rasa ta'zhim pada nilai-nilai yang diperjuangkan Raja Bone XIII La Ma'daremmeng Sultan Muhammad Saleh, sebagaimana hormat kami kepada tokoh dari jazirah Sulawesi sebesar Bapak, tak pernah pudar. La Ma'daremmeng, semoga Allah menyayanginya, kala itu rela harus berhadapan dengan kekuatan sebesar Gowa-Tallo demi keyakinannya untuk menegakkan kalimat Allah dan sunnah RasulNya.

Sejak Islam datang ke Bone di masa ayahandanya, betapa bersemangat orang besar Bugis ini agar agama yang penuh rahmat menjadi nafas dan aliran darah seluruh kerajaannya. Perbudakan, satu di antara hal yang sangat lazim di zaman itu dan turut menjadi penopang kelangsungan kuasa para raja, telah mengusik nurani La Ma'daremmeng. Kesetaraan seluruh insan dalam naungan Islam adalah impian yang harus dia bayar amat mahal.

Orang yang harus memimpin 40.000 prajurit gabungan Gowa-Tallo, Wajo, Soppeng, dan Sidenreng untuk  mengalahkan La Ma'daremmeng, sang perdana menteri Gowa sekaligus Raja Tallo, I Mangngadaccinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Tuminanga Ri Bontobiraeng, bukannya tak setuju sepenuhnya pada perubahan yang dihela La Ma'daremmeng. Karaeng Pattingalloang hanya merasa hal ini belum waktunya. Ada tahapan yang harus ditapaki sebelumnya agar harmoni masyarakat tak terganggu. Dia mempertanyakan, "Bukankah Sang Nabi juga tak serta-merta menghapus perbudakan? Melainkan selangkah demi selangkah, dengan amat manusiawi?"

Pak JK yang terhormat..

Diilhami oleh imannya, betapa maju pemikiran La Ma'daremmeng. Perjuangannya 220 tahun mendahului abolisi perbudakan yang diproklamasikan Abraham Lincoln hingga memicu perang saudara Amerika. Demikian pula kami pernah melihat Bapak, ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membawa cara-cara kerja progresif lagi segar mengelola negeri ini, sesuatu yang senantiasa jadi kenangan manis bagi kami. Sebagaimana La Ma'daremmeng digerakkan oleh imannya, demikianlah kami selalu mendoakan Bapak agar istiqamah menjadi pemimpin yang selalu dijiwai oleh Islam di tiap langkahnya.

Dan Karaeng Pattingalloang sendiri, betapa amat tergerak oleh sebuah kalimat bijak, "Hikmah adalah milik mukmin yang hilang. Maka di manapun dia menemukannya, dialah yang paling berhak mengambilnya." Karaeng Pattingalloang tahu, gemerlap peradaban Islam di Baghdad telah terbenam 400 tahun sebelum dia bertakhta, dan kilau Cordoba telah padam 2 abad sebelum kelahirannya. Maka dari bangsa-bangsa yang telah menyabet kerlip peradaban Islam untuk pencerahan mereka, bangsa Eropa, amat bersemangat dia belajar.

Menguasai bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Jawa, dan Melayu selain bahasa Bugis dan Makassar; khazanah ilmu dunia terbuka bagi Karaeng Pattingalloang. Demi mengenal dunia, dengan penuh minat didatangkannya bola dunia terbesar di zamannya, bergaris-tengah 1,3 meter, buatan kartografer termasyhur, Joan Blaeu; tiba 7 tahun kemudian di Sombaopu setelah dipesan. Semangat Karaeng Pattingalloang akan ilmu menggemparkan para cendikia Eropa, hingga sastrawan besar Joost van den Vondel menghadiahkan puisi pujian untuknya. Kelak ketika Joan Blaeu merampungkan Atlas Novus, peta dunia terbesar yang dikodifikasinya dari peta-peta susunan sang legendaris Gerrard Mercator, digambarnya Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk langit timur, menjangka dunia dengan busur kartografinya.

Setahun kemudian, tiba pula teleskop rancangan Galileo yang kelak menemani malam-malam Karaeng Pattingalloang untuk mencermati langit, mempresisikan perhitungan kalender hijriah, memetakan bintang-bintang, dan membantunya merumuskan kebijakan terkait musim bagi pertanian dan pelayaran. Perpustakaannya dipenuhi buku berbagai bahasa, yang dengan penuh semangat dia minta untuk diterjemahkan, termasuk risalah Turki 'Utsmani tentang pembuatan meriam, naskah dari Belanda tentang bendungan, serta buku dari Inggris tentang pertahanan kota dan perbentengan. Demi memuaskan dahaga ilmiahnya pula, dia minta didatangkan ke Makassar unta Arabia yang tersebut dalam Al Quran, juga gajah seperti yang dipakai Abrahah menyerang Ka'bah.

Ilmu pengetahuan dan wawasan antar-bangsanya yang demikian luas telah membuat Karaeng Pattingalloang memerintah dengan bijaksana, mendampingi Raja Gowa XV, I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tuminanga Ri Papambatunna. Maka demikian pula kami harapkan dari putra Nusantara pewarisnya seperti Anda, Pak JK kala mendampingi Presiden Jokowi dan selanjutnya, seperti pula telah kami saksikan dulu.

Pak JK yang terhormat..

Salah satu warisan kebijaksanaan dari Karaeng Pattingalloang, yang hari-hari ini amat merisaukan kami adalah "Lima pammajenganna matena butta lompoa". Ya, menurutnya ada lima penyebab keruntuhan sebuah negara.

Pertama, "Punna tenamo naero nipakainga Karaeng Manggauka", apabila kepala negara yang memerintah tak lagi mau dinasehati.

Kedua, "Punna tenamo tumangngaseng ri lalang pa' rasangnga", apabila tak ada lagi cendikiawan yang tulus mengabdi di dalam negeri.

Ketiga, "Punna tenamo gau lampo ri lalang pa' rasangnga", jika terlalu banyak kasus hukum di dalam negeri, hingga menyusupkan muak di hati.

Keempat, "Punna angngallengasemmi' soso' pabbicaraya", jika banyak hakim dan pejabat suka makan suap.

Dan kelima, "Punna tenamo nakamaseyangi atanna Manggauka", jika penguasa yang memerintah tak lagi menyayangi rakyatnya.

Pak JK, Bapak lebih dapat melihat dibanding kami seberapa dari tanda-tanda yang dikemukakan Karaeng Pattingalloang ini mencekam negara kita. Maka betapa kami, kaum muslimin negeri ini, amat berharap Pak JK punya peran yang lebih besar, punya sikap yang lebih jelas, punya tindakan yang lebih gesit. Latar belakang Pak JK yang dari HMI, dari NU, dan dari Dewan Masjid; amat menentramkan kami ketika Bapak mendampingi Presiden Jokowi, meski memang Anda berdua sejujurnya bukan pilihan utama kami. Harapan bahwa kaum muslimin Indonesia akan tetap memiliki seorang "Bapak" dalam segala makna yang dikandung oleh kata itu bersiponggang dalam hati.

Terlebih hari-hari ini Pak, ketika secara ekonomi rupiah kita melemah, BBM kita naik turun, dan rakyat menatap masa depan dengan berkabut; ketika secara politik kisruh antar pemimpin partai, pejabat dan lembaga negara bekerja tebak-tebak arah, dan masyarakat sukar menemukan keteladanan pemimpin; ketika dalam hukum dan hak asasi para koruptor besar kian melenggang, para pembawa ideologi menyimpang kanan maupun kiri kian berdendang, tapi kebebasan berwawasan ummat ditebas atas nama radikalisme dengan definisi yang tak sahih; serta setumpuk rasa gelisah di hati kami. Kami merindukan pengayoman dari pemimpin yang seyakin La Ma'daremmeng dan sebijak Karaeng Pattingalloang.

Pak JK, betapapun bijaknya, Karaeng Pattingalloang pernah mengabaikan 1 hal yang berujung berakhirnya kejayaan Gowa-Tallo di masa menantunya, Sultan Hassanuddin, hanya berselang beberapa tahun setelah wafatnya. Satu hal penting itu adalah nasehat 'ulama.

Adalah Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari, 'alim mulia yang kepahlawanannya membentang dari Makassar, Banten, Srilanka, hingga Afrika Selatan yang satu hari menemuinya dan berkata, "Telah kulihat alamat keruntuhan Butta Gowa. Oleh sebab itu, pertama, hentikan dan cegahlah rakyat menyembah berhala (anynyombaya saukang). Yang kedua, hentikan menghormati pusaka kerajaan secara berlebihan (appakala'biri' sukkuka gaukang). Yang ketiga, hentikan para bangsawan dan rakyat paguyuban kerajaan bermadat (a'madaka ri bate salapanga). Yang keempat, hentikan pasukan kerajaan minum tuak (angnginunga ballo' ri ta'bala' tubarania). Yang kelima, hentikan perjudian di pasar-pasar (pa'botoranga ri pasap-pasaraka).

Penolakan Karaeng Pattingalloang atas nasehat Tuanta Salamaka ini, dengan alasan demi tak mengusik harmoni dan demi pendapatan negara, telah menjadi sebab melemahnya negara. Sepeninggalnya, rakyat lemah ideologinya, lemah motivasinya; lemah oleh madat, lemah oleh khamr, dan lemah oleh judi. Jadilah lemah iman, lemah tata masyarakat, lemah tentara, lemah bangsawan, maka melemah pula dukungan terhadap raja dan perjuangannya. Maka seperti diperkirakan oleh Syaikh Yusuf, ketika Cornelis Speelman dan armadanya menyerang, Gowa-Tallo harus takluk dengan Perjanjian Bongaya.

Pak JK, bertakhtalah Anda di dalam hati kaum muslimin Indonesia, sebagaimana Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk tinggi Atlas Novus anggitan Joan Blaeu. Bahkan lebih dari itu. Sebab dalam doa kami, semoga engkau mewarisi iman kokoh La Ma'deremmeng, dan senantiasa mendengarkan bimbingan para 'ulama yang tulus seperti Tuanta Salamaka, Syaikh Yusuf Al Makassari. Kami murid dari murid dari murid para 'ulama, sangat rindu melihat pemimpin yang taqwa membuatnya menangis di hadapan Rabbnya, dan adil membuatnya dicintai seluruh rakyatnya. Pak JK, harapan itu kami hadiahkan kepada Anda.

Titip salam kami untuk Bapak Presiden Jokowi yang amat sibuk dengan kerja, kerja, kerja, dan tanggungjawabnya. Percayalah, doa-doa kami senantiasa mengiringi kerja keras Bapak berdua. Bahwa surat ini saya tujukan kepada Anda, Pak JK, entah mengapa, ini soal hati yang merasa lebih dekat. Dan barangkali di bawah sadar kami tak hendak menambahi beban Presiden Jokowi, yang jauh lebih banyak punya janji kepada rakyat negeri ini daripada Pak JK.

Akhirnya seperti dikatakan peribahasa Bugis, "Aju maluruemi riala parewa bola", hanyalah kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah. Hanyalah pemimpin yang jujur lagi penuh kasih, dapat menjadi pelindung dan penaung kami, rakyat Indonesia, dari segala marabahaya.

dari hamba Allah yang tertawan dosanya,

salim a. fillah
pengasuh majelis jejak nabi & pesantren masyarakat merapi merbabu

Share:

​​AndroVid Pro Video Editor 2.6.2 - 15.50 MB

Software Androit ini perlu dimiliki untuk mengedit video di kamera atau tablet kita yang berbasis Android. Fasilitasnya yang tersedia meliputi (dalam bahasa aslinya): Trim, merge, split, transcode, add music, add text, apply effects, grab video frames, make slideshow, share your videos, convert to many audio and video formats.

AndroVid Pro is the ad-free, commercial version of AndroVid application. You can try all PRO features in the Free version. Before buying AndroVid Pro, please try the free version first, because some features may not work on your phone.
REFUND POLICY: 15 minute is very short to try all features. We extend it to 24 hour. If any feature is not working on your phone, please send email to androvid@androvid.com for refund within 24 hour after buying.

AndroVid Pro provides you the following functionalities:
- Trim your videos and produce clips.
- Add music (replace audio or mix music with original audio, adjust audio volume)
- Merge multiple videos into one file
- Delete middle parts of a video
- Split your video files into two separate video clips
- Grab video frames
- Add text to your videos
- Video Effects (Fade in/out, Gray Tone, Mirror, Negate, Remove Audio, Slow / Fast Motion, Swap U-V, Sepia, Vignette, Vintage)
- Convert your video files to audio formats (MP3, M4A, WAV, WMA )
- Convert your video to other video formats (3GP, AVI, FLV, MP4, MPG, MOV, WMV, VOB )
- Video Rotate / Flip feature added
- Set video frames as wallpaper
- Make slideshow
- Share your video clips and grabbed video images. Upload your videos to facebook, youtube etc.
- Play video clips
- Sort your videos by their name, size, duration and date
- Rename/Delete videos on your phone

Requires Android: 2.1 +

Whats New :
* Android 5.1 support
* Bug fixes

Download:


Share:

Daftar PT Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh

Rekan sekalian. Ini sekedar info. Bagi yang punya saudara/adik tamat SMA/SMK tahun ini, mungkin Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Besiswa Penuh berikut ini bisa membantu untuk mencarikan tempat kuliah bagi mereka.

1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.id

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns.kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

6. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id

7. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanp olri.go.id

8. Badan Meteorologi Nasional (BMG), Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website www.amg.ac.id

9. Badan Pusat Statistik (BPS), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id

10. Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN), Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, website www.stan.ac.id

11. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id Lokasi kuliah di Yogyakarta

12. Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id

13. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.lan.go.id

14. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id.

15. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp- bandung.ac.id

16. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id

17. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id.

18. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id

19. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id

20. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id

21. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.com.

22. Sekolah Tingi Kesejahtraan Sosial Jawa Barat, Jalan H Juanda 367, Bandung, website www.stks.ac.id

23. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online di www.stis.ac.id . Lokasi kuliah Jakarta

24. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id

25. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

26. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor

Semoga menjadi informasi yg bermanfaat.

Share:

Kumpulan Video Rekaman KH Anwar Shaleh alm

Berikut daftar video rekaman KH Anwar Shaleh yang sudah saya upload ke youtube.

Saya merekamnya pada 31 Februari 2015 di halaman rumah kediaman beliau yang asri di Jatibening Bekasi Barat. Kondisinya sedang sakit, tapi sudah dalam kondisi pemulihan. Namun, Allah menentukan takdir beliau harus wafat pada 18 Maret 2015. Semua warga PUI merasa kehilangan, karena meski umur pak Anwar sudah uzur menjelang 80 tahun, beliau tetap rajib berdakwah dan hadir ke rapat-rapat pimpinan PUI.

- http://youtu.be/dP8IQMs8N44 (Intisab sebagai Ikrar Jihad)
- http://youtu.be/s84ZC8gX2CE (Awal Mula Membangun Pemuda PUI)
- http://youtu.be/I4qCeEGYrLU (Sekilas PUI di Era Orde Baru)
- http://youtu.be/J5NI_-T2yNs (Pesan Terakhir)
- http://youtu.be/PJrTcqWfvuA (Bacaan Intisab)
- http://youtu.be/NQvVSwCL6s8 (Perjalanan Dakwah ke Cibuaya).

Mohon disimpan link ini utk dokumentasi.

Di saya juga tersedia keenam video tersebut dlm format HD, yg layak ditonton di layar lebar. Terima kasih atas bantuan semua.

Selamat jalan guru kami tercinta, KH Anwar Shaleh. Mohon dimaafkan atas kesalahan beliau. Dengan menonton video2 ini, seolah engkau masih bersama kami.

Share:

Daftar Kitab Sanggahan terhadap Kitab al-Muraja'at

Berikut daftar kitab-kitab sanggahan terhadap kitab al-Muraja'at karya al-Mussawi. Salah satunya, kitab al-Bayyinat, sudah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada 1989 dengan judul Sunni Yang Sunni (media.isnet.org/islam/ss/Sunni-sunni.pdf)
 
الجامع للكتب التي ردت على كتاب المراجعات / مصورة

• البينات في الرد على أباطيل المراجعات - محمود الزعبي
الواجهة

• الحجج الدامغات لنقد كتاب المراجعات - أبو مريم بن محمد الأعظمي

• السياط اللاذعات في كشف كذب وتدليس صاحب المراجعات - عبد الله بن عبشان الغامدي

• الفرية الكبرى المراجعات لعبد الحسين الموسوي نقض المراجعات - علي أحمد السالوس

وهذه هدية أخرى

• الإنتصار للصحب والآل من إفتراءات السماوي الضال الرد عليه في كتابه ثم اهتديت - إبراهيم بن عامر الرحيلي

• الصراع بين أهل السنة والرافضة نشر الصفحات المطوية من تاريخ الدولة العبيدية الفاطمية - علي محمد محمد الصلابي

Semoga bermanfaat.
Share:

Hadits 9 Imam versi Android

Alhamdulillah, telah launching aplikasi Hadits 9 Imam di Android. Aplikasi ini sangat mudah, cukup search keywords yang ingin kita cari, maka akan dimunculkan hadits dan terjemahnya. Direferensikan pula hadits dari riwayat imam yang lain yang terkoneksi (jika ke 9 aplikasi ini di download semua) ketika membukanya.

Kabar baiknya semuanya gratis. SIlahkan download di sini:

1. Shahih Bukhari
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.bukhari&referrer=utm_source%3Dgoogle%26utm_medium%3Dorganic%26utm_term%3Dlink+girfa+esuit+hadits&pcampaignid=APPU_C5WNVL_xHImouwTcyIKYDA

2. Shahih Muslim
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.muslim

3. Musnad Ahmad
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.ahmad

4. Muwatho Malik
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.malik

5. Jami' at Tirmidzi
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.tirmidzi

6. Sunan Nasa'i
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.nasai

7. Sunan Abu Dawud
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.abudaud

8. Sunan Ibnu Majah
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.ibnumajah

9. Sunan Darimi
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.girfa.apps.book.darimi

Pihak Lidwa yang merasa ini database software ini berasal dari Hadits 9 Imam karyanya meragukan keaslian terjemahannya. Mereka berjanji akan menyediakan karya mere dalam versi Android di masa yang akan datang.

Share:

Memberi Wadah Film Pendek Indonesia

Film pendek masih asing bagi penonton di Indonesia. Padahal, di dalam negeri, produksi film pendek jumlahnya bisa mencapai lebih dari 300 film per tahun. Itu baru yang berbentuk film dokumenter. Belum lagi karya film pendek berjenis film cerita dan animasi.

Oleh: Lusiana Indriasari

Kanal Youtube menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang memproduksi film pendek agar karya-karyanya bisa ditonton orang. Cara lain adalah mengikutsertakan film mereka ke dalam festival-festival.

Di Indonesia, tercatat beberapa nama festival besar yang memberikan apresiasi terhadap film pendek, yaitu Apresiasi Film Indonesia, Festival Film Indonesia, Festival Film Bali Internasional, Jiffest, Bandung Film Festival, XXI Short Film Festival (SFF), dan lain-lain.

Di antara sekian banyak festival tersebut, XXI SFF merupakan ajang kompetisi film pendek terbesar di Tanah Air. Sejak mulai diadakan pada 2013, XXI SFF mampu menjaring banyak karya film pendek untuk dikompetisikan.

Tahun ini, festival film oleh jaringan bioskop terbesar di Indonesia ini telah tiga kali diadakan. Untuk kompetisi, panitia membuka pendaftaran bagi karya-karya film pendek pada 8 September-10 Desember 2014.

Selama empat bulan itu, sebanyak 641 karya film pendek telah masuk ke meja panitia, sebagian besar berupa film pendek fiksi naratif (471 film), film pendek dokumenter (108 film), dan film pendek animasi (62 film). "Untuk tahun depan, animo peserta bertambah dibandingkan tahun lalu yang hanya 423 film," kata Catherine Keng, Direktur XXI SFF 2015. Ketika pertama kali diadakan, festival ini mampu menyedot lebih dari 700 karya film.

Puncak penyelenggaraan festival akan dilaksanakan 18-22 Maret mendatang di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Pusat. Selama lima hari, panitia akan menggelar banyak kegiatan, salah satunya adalah memutar film pemenang kompetisi di 12 layar bioskop. Film pemenang kompetisi juga akan diputar streaming di internet.

Nauval Yazid, Direktur Program XXI SFF, mengatakan, pihaknya berupaya agar film-film hasil kompetisi bisa ditonton secara luas oleh masyarakat. Dari seluruh film akan diseleksi menjadi 10 finalis pada setiap kategori untuk mendapatkan penghargaan film pendek terbaik. Panitia telah membagi beberapa kategori, seperti Film Pendek Pilihan Media, Film Pendek Penghargaan Khusus Indonesian Motion Pictures Association, dan Film Pendek Favorit.

Gagasan baru
Festival film pendek XXI tidak melulu memutar film dan menggelar workshop. Kegiatan lima hari itu juga akan memberi kesempatan kepada para pembuat film, terutama dari kalangan muda, untuk mengikuti Pitching Forum. Di Pitching Forum ini mereka diminta mempresentasikan ide cerita film pendek. Ide-ide yang dianggap berkualitas akan mendapat dana pembiayaan untuk membuat film dari Cinema XXI.

Sebelum menampilkan gagasannya, para pembuat film ini diharuskan mengikuti workshop pembuatan film secara intensif selama dua hari, yaitu pada 19-20 Januari 2015. Dari workshop itu, panitia akan menyaring 10 peserta untuk ikut Pitching Forum. Tiga gagasan yang terpilih melalui forum tersebut akan diberi bantuan dana masing-masing sebesar Rp 10 juta untuk merealisasikan proyek mereka.

Pada puncak perayaan XXI SFF akan diputar film hasil Pitching Forum tahun sebelumnya. Ada tiga film yang akan diputar pada malam pembukaan XXI SFF 2015, yaitu Catur (Bandung), Listen (Jakarta), dan Potret (Yogyakarta). Selain itu, panitia juga akan memutar cuplikan film animasi Indonesia berjudul Battle of Surabaya karya STMIK Amikom Yogyakarta.

Nauval mengungkapkan, program festival tahun ini akan lebih padat, karena panitia menyediakan banyak kegiatan yang semuanya bisa diikuti secara gratis. Penonton bisa menyaksikan sejumlah film pendek berkualitas dari mancanegara yang dikemas dalam program International Shorts.

Mereka yang ingin mendapat ilmu dari sineas profesional bisa hadir di Program Focus On. Di sesi ini, Riri Riza sebagai sutradara akan membagikan pengalamannya membuat film.

Selain itu masih ada para pembuat film pendek profesional dari luar negeri yang akan ikut menjadi pembicara di program Masterclass.

Salah satu film yang menjadi sorotan pemutaran film di festival ini adalah film pendek berjudul Maryam karya Sidi Saleh. Maryam berhasil meraih penghargaan sebagai Film Pendek Terbaik di ajang festival film bergengsi dunia, yaitu Festival Film Venice ke-71 pada bulan Juni lalu. Maryam berkisah tentang pluralisme di Indonesia.

Sidi mengatakan, film pendek Indonesia sudah beberapa kali mendapat penghargaan di luar negeri. Namun, di Indonesia, film ini belum menjanjikan secara materi. "Kebanyakan film pendek dibuat hanya untuk memenuhi hasrat idealisme pembuat film itu sendiri," ujar Sidi.

Di luar negeri, film pendek sudah bisa mendatangkan uang. Karya-karya film pendek dalam bentuk omnibus (gabungan film pendek) mampu sejajar dengan film cerita panjang dalam hal perolehan uang.

Tingginya animo anak muda memproduksi film membuat panitia XXI SFF sepakat untuk mengadakan workshop film ke kantong-kantong komunitas film di enam kota, yaitu, Jakarta, Makassar, Lampung, Malang, Kupang, dan Denpasar.

Share:

Profesor Jadi VJ Dadakan

Berikut ini pesan sy di WA grup Komisi Infokom MUI, moga menginspirasi:

Pekan lalu bu profesor Amani Lubis (wasekjen MUI) kirim sms bhw dia sdg diajak jadi fasilitator penanganan penyakit kusta di Kalimantan dan Madura. Sy jawab, coba saja bu Amani ambil shot video pakai kamera yg di hp (syukur kalau hpnya IPhone). Gk usah banyak, cukup ambil shot dari bbrp sudut pandang dari acara yg diikutinya. Ya belajar jadi VJ (video journalis). Cara shootingnya yg sederhana tapi sistematis bisa baca di blog sy: ahmadie.me.

Rupanya bu Amani melakukan saran sy itu, dan hasil shootingnya bisa kami edit jd berita satu-dua menit. Kami tambahkan VT ilustasi ttg kusta yg sangat menyentuh (tersedia banyak di youtube). Bu Amani sendiri hanya tampil sebentar, diambil kutipannya saat presentasi bbrp detik. Memang ada kurangnya, sprt kualitas video yg pecah. Tp tak apalah, nanti ke depannya bu Amani bisa perbaiki.

Andai pengurus MUI punya kesadaran dan semangat sprt bu Amani, wah luar biasa perkembangan konten TVMUI. Bgmn menggerakkannya?

Share:

Aris Prasetyo: Berbagi Mimpi Melalui Film



JAMINAN materi dari jasa pembuatan video pernikahan tak mengikis panggilan jiwa Aris Prasetyo (35) untuk mengabdi di sekolah pelosok di antara ceruk perbukitan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Lewat media sinema, dia terbangkan angan dan cita bocah-bocah kampung yang semula tak mengenal bangku sekolah.

Oleh Gregorius Magnus Finesso

Awal 2008, Aris kaget mendapati tempat dia mengajar sebagai guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga, hanya punya dua ruang kelas dan 39 siswa. Lebih kaget lagi dia kala di sepanjang jalan di Desa Tanjungmuli, lokasi sekolah itu, banyak anak usia sekolah petentengan di jalanan.

"Setelah berbincang dengan guru lain, ternyata hampir 70 persen lulusan SD di sini tak melanjutkan ke SMP. Banyak siswa membantu keluarga menderes nira, merantau, dan yang perempuan, ya, menikah," ujar Aris.

Tunjungmuli terletak sekitar 20 kilometer timur laut pusat kota Purbalingga. Wilayah itu dikepung perbukitan di lereng Gunung Slamet. Akses jalan menuju desa itu buruk, terbentang jalan berbatu curam sepanjang lebih dari 5 kilometer.

Selain itu, latar belakang orangtua, yang umumnya penderes nira kelapa dan buruh pembuat bulu mata palsu berupah rendah, membuat anak-anak berpikir sekolah hanya buang waktu. Kondisi ini berlangsung sampai saat SMPN 4 Satu Atap didirikan pada 2007. SMP itu disebut "satu atap" karena menyatu dengan SD Negeri 2 Tunjungmuli.

Mendapati tantangan berat, Aris, lulusan Fakultas Seni Rupa Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, sempat berpikir ulang sebagai guru. Apalagi dia mempunyai usaha jasa pembuatan video pernikahan yang relatif laris di Purbalingga. Namun, dorongan istrinya, Ngafifah (31), guru Madrasah Ibtidaiyah di Tunjungmuli, melecut semangatnya. Apalagi ayahnya pun pensiunan guru.

Ayo bersekolah
Aris memantapkan tekad. Selain menjadi guru seni budaya dengan status wiyata bakti, dia merangkul anak-anak di sekitar sekolah. Berbekal kemampuan di bidang pengambilan dan sunting gambar video, dia mengusulkan sekolah mengadakan ekstra kurikuler (ekskul) film. Ia berharap film bisa menarik minat bocah di kampung itu bersekolah.

Setelah menjaring beberapa murid untuk bergabung, mereka langsung menggarap proyek film pendek. Dengan handycam dan laptop pribadi, Aris membimbing generasi pertama ekskul film SMPN 4 Satu Atap. Mereka membuat film pendek bermuatan pesan pentingnya bersekolah

"Di sini saya masukkan prestasi siswa kami. Saat itu tak banyak orang tahu bahwa ada siswa yang meraih juara pertama lomba lukis se-Purbalingga. Ada juga film pendek tentang ekskul film."

Begitu film berdurasi tak lebih dari 15 menit itu siap tayang, dia memasang layar tancap di lapangan seberang sekolah. Ternyata respons warga positif. Film "dadakan" ini mampu mendoktrin warga dan menyadarkan mereka pentingnya bersekolah.

Efeknya langsung terasa. Pada tahun ajaran berikutnya, jumlah siswa yang masuk SMPN 4 Satu Atap melonjak menjadi 129 siswa. Banyaknya peminat membuat ruang guru dijadikan kelas.

Sebagian anak mendaftar ke SMPN 4 Satu Atap karena ingin bergabung dengan ekskul film. Seperti Sakhirin (14), siswa kelas X yang mengatakan, "Dulu, aku mau sekolah biar bisa main film. Kan, enak dilihat banyak orang."

Namun, Aris menyeleksi ketat siswa yang masuk ekskul film. Salah satu syaratnya, berprestasi di kelas. "Pernah pada satu angkatan yang mendaftar 60 siswa, tetapi hanya tersisa 15 orang," tutur ayah dari Muhammad Faza Abdurrahman (5) dan Mahya Maryam Mayada (3 bulan) ini.

Dia pun menggandeng sejumlah guru untuk membantu. Kendati mahir membuat video pernikahan, ia mengaku tak menguasai ilmu sinematografi dan penyuntingan. Dia belajar bersama beberapa teman yang lalu membentuk Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, komunitas insan perfilman lokal.

Prestasi
Tak hanya pikiran dan tenaga, peralatan yang digunakan untuk praktik membuat film juga diusahakan swadaya. Kurang puas dengan gambar hasil handycam, dia membeli kamera panggul seharga Rp 9 juta. Namun hasilnya belum optimal. Dia lalu meminjam kamera yang biasa dipakai untuk bisnis video pernikahan.

Ia terus mendorong anak asuhnya berprestasi. Pada 2009 dua film pendek dapat diselesaikan. Ide cerita, sutradara, pemeran, hingga penggarapan film berjudul Baju buat Kakek dan Sang Patriot itu dikerjakan para siswa.

Film Baju buat Kakek menyabet penghargaan Film Terbaik di ajang Festival Film Anak (FFA), sedangkan Sang Patriot menjadi juara harapan III pada Festival Film Remaja (FFR).

"Saya tekankan kepada anak-anak untuk mengangkat tema sehari-hari, dan mereka berhasil menemukannya," kata Aris.

Sejak dirintis tahun 2008, lebih dari 34 penghargaan film nasional dan internasional dikoleksi SMPN 4 Satu Atap. Ekskul ini juga melahirkan sutradara remaja berbakat, seperti Eko Junianto yang tak hanya bisa menyutradarai film pendek, tetapi juga membuat film animasi. Eko meraih anugerah Ki Hajar Award 2014 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Dari ekskul film pula perhatian publik datang. Mereka bisa memiliki gedung sekolah sendiri meski kondisinya belum optimal. Sekolah baru memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang guru yang difungsikan sebagai kelas.

Ironis, karena saat awal membuka ekskul, Aris berharap siswa bertambah banyak. Namun, saat jumlah siswa membeludak, ruang kelasnya tak ada.

Aris yang berstatus guru wiyata bakti itu masih memiliki pekerjaan rumah, terutama karena biaya melanjutkan ke SMA relatif mahal bagi mereka. "Film hanya media, muaranya tetap pada peningkatan pengetahuan dan kualitas pendidikan siswa."

Dia pun mendorong anak-anak asuhnya menyisihkan sebagian uang hadiah kompetisi film untuk ditabung. Ia berharap tabungan beserta bunganya nanti bisa membantu saat siswa hendak masuk SMA.

"Sayang, jika bakat mereka musnah hanya karena tak bisa sekolah," kata Aris yang berusaha melatih siswa kreatif, inovatif, dan berani bermimpi.

—————————————————————————
Aris Prasetyo
* Lahir: Purbalingga, Jawa Tengah, 4 Juli 1979
* Pendidikan: S-1 Seni Rupa Murni ISI Yogyakarta 
* Pekerjaan: Guru  SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga 
* Penghargaan antara lain:
- Megawati Soekarnoputri Award  kategori Pahlawan Muda Bidang Seni dan Budaya
- Penghargaan untuk Ekskul Film SMPN 4 Satu Atap antara lain untuk  "Langka Receh" sebagai Film Pendek Terbaik Ke-2 Kids International Film Festival 2012, Penghargaan Khusus Festival Film Indonesia (FFI) 2012, dan ASEAN International Film Festival Awards  2013
- "Pigura" sebagai Film Pendek Terbaik Festival Film Remaja 2010 dan Penghargaan Khusus Dewan Juri FFI 2010
- "Baju buat Kakek  " sebagai Film Pendek Terbaik Festival Film Anak  2009
- "Sugeng Rawuh Pak Bupati" sebagai Film Pendek Terbaik Festival Video Edukasi 2014, Saga Movie Festival 2014, Ki Hajar Award 2014.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000010546657

Share:

Program TVMUI


Program TVMUI

Pprogram Mimbar
Nama : Mimbar
Format : Ceramah monolog (usahakan berdiri)
Pemandu : Tanpa host
Siaran : Taping
Durasi : 25 menit
Uraian : Mimbar merupakan program acara ceramah monolog tentang ajaran Islam yang disampaikan seorang nara sumber dari MUI pusat maupun daerah. Setiap nara sumber membahas salah satu aspek ajaran Islam terkait tema-tema besar yang telah disusun, dengan mengutip ayat-ayat al-Qur'an atau hadits Nabi, yang diuraikannya secara jelas dan mudah dicerna oleh pemirsa awam. Dalam proses pengeditan, ceramah hasil rekaman dari nara sumber itu sedapat mungkin akan dilengkapi dengan cuplikan video atau gambar-gambar yang dapat mempermudah pemahaman pemirsa.

Tema-tema Program Mimbar:
Senin - Akidah/Keimanan
Selasa - Ibadah/Ubudiyah
Rabu - Muamalat/Sosial
Kamis - Akhlak/Ruhiyyat/Spiritualitas
Jumat - Dakwah/Jihad/Amar Makruf Nahi Munkar
Sabtu - Akhirat/Janji Ancaman/Surga/Neraka/Alam Kubur/Ghaibiyat
Ahad - Alam Semesta/Makhluk Satwa/Lingkungan

Share: