Kekhawatiran Ideologis Kaum Wahabi Indonesia terhadap Kesepakatan Nuklir Iran


​Al Chaidar*


Kesepatakan Nuklir Iran telah dicapai di Wina, Austria, pada 14 Juli 2015. Kesepakatan ini adalah hasil panjang diplomasi yang akhirnya dimenangkan oleh Iran setelah banyak ilmuwan nuklirnya terbunuh. Kesepakatan ini akan mengubah komposisi geopolitik dunia. Kekuatan dunia telah mencapai kesepakatan dengan Iran dalam mengurangi kegiatan nuklir negara itu dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo ekonomi internasional yang telah berlangsung tiga dekade. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan dengan kesepakatan tersebut, semua senjata nuklir Iran telah diputus bagi Iran sehingga kekuatan nuklir Timur Tengah tetap dipegang secara militer oleh Israel. Bagi Presiden Iran, Hassan Rouhani, hal ini membuka "bab baru" hubungan Iran dengan dunia, sebuah peluang yang telah lama ditunggu-tunggu wangsa Persia ini. Perundingan antara Iran dan enam kekuatan dunia (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia plus Jerman) dimulai pada tahun 2006. Negara-negara P5+1 menginginkan Iran mengurangi kegiatan nuklir yang merupakan isu krusial untuk memastikan negara tersebut tidak bisa membuat senjata nuklir.

Kekhawatiran ideologis (ideological anxiety) kaum Wahabi —yang akhir-akhirnya ini menguat setelah munculnya Al Qaeda dan ISIS sebagai wakil dari kedigdayaan Wahabi— adalah kekhawatiran kultural yang serius akan dunia Islam yang terpecah. Garber (1997) membuktikan bahwa kepentingan personal yang sangat ideologis pun akan menghasilkan kecemasan kultural yang akut. Pastilah kepentingan komunal Wahabi di Indonesia sangat besar atas menguatnya Iran secara politik dan kultural. Lihatlah situasi dimana kekuatan Iran yang dibenci oleh kaum Wahabi di Indonesia selalu mengundang kecemasan kultural yang menyesakkan dada para pencari surga ini. Iran, yang menginginkan sanksi internasional yang melumpuhkannya dicabut, selalu mengatakan kegiatan nuklirnya untuk tujuan damai. Kondisi ini tidak lantas membuat kaum agamawan Suni bersimpati dengan Iran yang nota-bene adalah negara pengusung ideologi Syiah. Pun, terdapat penolakan keras dari kelompok konservatif baik di Iran maupun Amerika Serikat. Kongres AS memiliki waktu selama 60 hari untuk mempertimbangkan kesepakatan itu, meskipun Obama mengatakan akan menveto usaha untuk menggagalkan.
 
Kaum Wahabi di Indonesia mengalami kegamangan dalam melihat perkembangan diplomasi Iran di dunia dan juga di Indonesia. Pada tataran dunia, perundingan nuklir Iran dengan kelompok P5+1, yaitu lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina) plus Jerman serta Komisaris Tinggi Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa akhirnya menemukan titik final setelah 22 bulan berjalan. Pada tataran nasional, kalangan Suni pada umumnya terhenyak dengan kemajuan pembukaan isolasi Barat terhadap Iran. Kesepakatan mengenai program nuklir Iran dicapai di Wina, Austria, (14/7/2015) untuk mengatasi kecurigaan Barat terhadap program yang dinyatakan Iran bertujuan damai tersebut, dan dengan demikian sanksi terhadap Iran dicabut, tetapi mempertahankan embargo senjata dan larangan teknologi rudal balistik.  Kecurigaan Barat dan kecurigaan Suni selama ini menemukan titik kait yang kuat, namun setelah kesepakatan ini, jalan cerita akan sedikit berbelok. Ideologi Syiah akan semakin meraja-lela, apa lagi setelah organisasi Nahdlatul Ulama juga dipegang kembali oleh tokoh-tokoh yang disinyalir mendukung poros Iran dan menolak dominasi poros Arab Saudi. Kesepakatan ini ditetapkan dengan komitmen yang mengindahkan "garis merah" yang telah ditentukan Iran. Mengenai poin-poin yang menguntungkan Iran dalam kesepakatan itu, sebagai sebuah perkembangan yang mengkhawatirkan, secara geopolitik dan ideologis.  

Implikasi yang sangat mencemaskan kaum Wahabi adalah terpilihnya Haedar Nashir dalam Muktamar Muhammadiyah baru-baru ini yang dipandang tak menaruh rasa kasihan dan pembelaan pada ekstrimisme. Ekstrimisme yang selama tiga dekada lalu disematkan kepada Iran, akan mengubah peta ideologi tidak hanya di Timur Tengah. Negara-negara besar mengakui program nuklir tujuan damai Iran serta menghargai hak nuklir bangsa Iran dalam kerangka undang-undang dan konvensi internasional. Iran telah mengalami keadaan ketidakadilan yang diberlakukan Barat selama ini, semacam teror yang kemudian mengubah perilaku dan orientasi ideologisnya. Penelitian Echebarria Echabe & Fernández Guede (2006) menunjukkan pengaruh terorisme pada perilaku dan orientasi ideologis seseorang atau kelompok organisasi secara signifikan. 

Perilaku politik internasional Iran mungkin akan berubah dengan kesepakatan nuklir ini. Program nuklir Iran yang semula didistorsi sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia diluruskan menjadi obyek kerjasama Iran dengan komunitas internasional sesuai standar global. Dewan Keamanan Perserikatan Bang-Bangsa (DK-PBB) mengakui Iran sebagai negara berkekuatan nuklir tujuan damai, termasuk di bidang daur ulang bahan bakar nuklir dan pengayaan uranium. Telah terjadi perubahan fundamental dalam pola interaksi DK PBB dengan Iran setelah keluarnya resolusi DK PBB di bawah pasal 25 Piagam PBB, sembari mengingat pasal 41 dan terutama lagi pasal-pasal berkenaan dengan pencabutan sanksi sebelumnya terhadap Iran. Semua fasilitas nuklir Iran tetap beroperasi, dan tak ada satupun yang dihentikan ataupun dibekukan sebagaimana yang diinginkan sebelumnya oleh pihak lawan runding Iran. Pengayaan uranium Iran tetap dilanjutkan, dan demikian keinginan untuk menghentikan pengayaan uranium tidak terpenuhi.

Dunia keilmuan dan penelitian teknologi akan menjadikan Iran daya tarik baru bagi kalangan muslim, selain eksotisme feminisnya. Fasilitas infrastruktur nuklir Iran tetap dipertahankan, dan tidak ada satupun sentrifugal yang disingkirkan. Aktivitas penelitian dan pengembangan semua sentrifugal utama dan mutakhir tetap dilanjutkan. Instalasi nuklir untuk produksi air berat tetap dipertahankan dan terus dikembangkan serta ditambah dengan perlengkapan, teknologi, ujicoba dan instalasi terkini melalui kerjasama dengan pihak-pihak lain yang memiliki teknologi mutakhir di bidang ini. Iran sebagai salah satu produsen bahan bakar nuklir, terutama uranium yang diperkaya dan air berat, akan mengakses pasar internasional. Dengan demikian maka sanksi dan pembatasan terhadap ekspor dan impor bahan bakar nuklir yang sebagian di antaranya sudah berjalan selama 35 tahun menjadi tidak berpengaruh.

Iran dan semua perangkat ideologisnya akan mengalami liberalisasi. Semua embargo ekonomi, finansial, perbankan, migas, petrokimia, perdagangan, suplai dan transportasi yang diterapkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai sanksi atas program nuklir Iran akhirnya dicabut sekaligus. Tuntutan penghentian program rudal Iran, khususnya balistik, dikendurkan menjadi pembatasan terhadap kebijakan Iran berkenaan dengan rudal-rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Embargo senjata terhadap Iran dicabut dan diganti dengan beberapa ketentuan pembatasan. Iran diperkenankan mengimpor ataupun mengekspor sebagian produk persenjataan. Sanksi berkenaan dengan bahan berfungsi ganda dicabut, dan dengan demikian kebutuhan Iran di bidang ini akan dipenuhi melalui komisi bersama Iran dan P5+1. Mahasiswa Iran tidak lagi dikenai sanksi akademik di bidang-bidang sains yang berhubungan dengan energi nuklir.

Liberalisasi teknikal juga sama masifnya dengan liberalisasi ekonomi dan militer yang diberikan Barat. Iran bisa mengganti ideologi senjata dengan pembukaan isolasi. Embargo pesawat sipil yang sudah berjalan tiga dekade dicabut, dan dengan demikian Iran juga dapat mengakses suku cadang untuk upgrade hingga memenuhi standar keamanan. Pencairan aset keuangan Iran di luar negeri sebesar milyar dolar Amerika Serikat yang telah dibekukan dan diblokir selama beberapa tahun terakhir akibat sanksi. Bank Central Iran, perusahaan pelayaran, perusahaan minyak nasional, perusahaan transportasi minyak dan perusahaan-perusahaan lain yang bernaung di bawahnya, maskapai penerbangan Iran, dan banyak lembaga dan instansi perbankan (sekitar 800 orang dan perusahaan) dinyatakan keluar dari daftar sanksi. Banyak kalangan Wahabi di Indonesia tak paham dengan semua 'berkah' yang didapatkan Iran dan semakin sulit untuk mengandalkan teori konspirasi sebagai penjelasan tunggal atas kemajuan diplomasi nuklir ini.

Apa yang telah diberikan Barat kepada Iran adalah suatu yang di luar perkiraan negara-negara Timur Tengah. Iran mendapat peluang lebih besar untuk andil di pasar dan sektor-sektor perdagangan, teknologi, keuangan dan energi. Pembatasan kerjasama ekonomi Iran di semua bidang, termasuk investasi di sektor industri migas dan petromikian, dicabut. Indonesia juga sumringah dengan hasil kepakatan nuklir Iran di Wina ini. Akan terbuka peluang kerjasama luas semua pihak dengan Iran di level internasional di sektor energi nuklir tujuan damai serta pembangunan pembangkit listrik, reaktor untuk riset dan penyediaan teknologi nuklir terkini.

Implikasi politik dari perjanjian itu mencakup aturan mengenai pengawasan lokasi fasilitas nuklir di Iran sehingga pengawas PBB dapat meninjau lokasi militer, namun Iran bisa saja menentang pemberian akses. Sebagai gantinya, PBB mengatakan embargo senjata dan sanksi rudal hanya akan berlaku dalam lima dan delapan tahun lagi. Namun, apabila Iran melanggar perjanjian, penjatuhan sanksi akan diberlakukan dalam 65 hari. Resolusi PBB ini akan mendukung kesepakatan yang juga akan memutuskan satu mekanisme agar seluruh sanksi Dewan Keamanan bisa secara otomatis berlaku kembali jika Iran melanggar kesepakatan itu.

Kesepakatan Wina ini mengatur bahwa enam negara adidaya, Iran dan Uni Eropa akan membentuk satu Komisi Bersama untuk menangani pengaduan jika ada pelanggaran. Jika negara yang mengadu itu tidak puas dengan keputusan Komisi, negara tersebut bisa membawa keluhannya ke Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan PBB kemudian harus mengambil suara untuk resolusi untuk tetap memberlakukan embargo dan sanksi terhadap Iran. 

Implikasi Ideologis
Kesepakatan program nuklir yang disetujui oleh Iran dan enam negara adidaya ini membuat Arab Saudi khawatir pengaruh Iran akan semakin menguat di kawasan Timur Tengah. Bagi Arab, kesepakatan ini akan mengubah orientasi ideologis mereka dan juga sikap politik serta sikap kultural mereka terhadap Barat dan China. Implikasi ideologis akan tetap terasa, tanpa disadari. Tidak ada satu pun organisasi atau masyarakat atau bahkan bangsa yang terbebas atau netral secara ideologis. Ideologi menggerakkan vibrasinya pada berbagai situasi, mulai dari Revolusi Amerika (Baylin, 1992), ke organisasi yang non-ideologis sekalipun (Czarniawska-Joerges,1988), dari diagnosa medis (Gartner,  Harmatz, Hohmann, Larson,  & Gartner, 1990), atau ketika kita mengkonsumsi suatu produk (Treise, Weigold, Conna,  & Garrison, 1994), hingga ke soal-soal anggaran (Wilensky, 1974). Hampir semua kegiatan manusia memiliki aspek ideologis, baik itu berbentuk motif maupun kecemasan atau ketakutan. Ketakutan masyarakat Nusantara terhadap hantu kuntilanak atau sundel-bolong juga bisa dilihat dari aspek orientasi ideologi, pun demikian halnya dengan hantu-hantu vampir atau zombie di masyarakat Barat. Bagi masyarakat Nusantara vampir terlihat menggairahkan, terutama vampir perempuan. Zombie terlihat lucu dan tampak bisa dipermainkan. Mungkin dalam orientasi ideologis masyarakat Barat kuntilanak terlihat sangat eksotis dan menggemaskan. Sementara sundel-bolong mungkin terlihat menggemaskan, menghibur dan jenaka.

Kecemasan atas kesepakatan nuklir Iran mungkin terasa di beberapa negara jazirah Arab. Namun dalam persepsi ideologis umat Islam Suni di Indonesia, kesepakatan nuklir Iran ini dilihat secara berbeda. Apa yang dipersepsikan sebagai hantu yang menakutkan di Arab mungkin berbeda dengan hantu eksotis di Indonesia. Kesepakatan Iran secara ideologis diprediksi akan menjadikan Timur Tengah menjadi "kawasan yang lebih berbahaya" jika kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan bagi Iran. Saudi dan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk khawatir bahwa kesepakatan yang akan berujung pencabutan sanksi ekonomi Iran akan berakibat pada meningkatnya dukungan Iran terhadap negara-negara rival Saudi di Timur Tengah. Analisis tambahan menunjukkan bahwa jalur ideologis yang menghubungkan kecemasan, persepsi berbahaya di dunia memiliki dampak kuat pada keseluruhan diri penempatan kiri-kanan dari jalur yang menghubungkan tindakan menghindari, dan munculnya persepsi kompetitif di tengah belantara ketidakpastian. Kalangan Suni, dan kalangan Wahabi pada khususnya, merasakan hantu Iran menggemaskan dan bisa mengarah ke tindakan serious offence.

Kesepakatan Nuklir Iran ini menimbulkan kecemasan eksistensial bagi ideologi Wahabi yang semakin hari semakin disudutkan oleh Barat dan oleh kalangan Muslim tradisional semakin kuat membenci Wahabi sebagai kaum ekstrimis dan pelaku tindakan yang berlebih-lebihan. Teori Greenberg, Solomon, & Pyszczynski (1997) menganggap otoritarianisme dan konservatisme sebagai sumber ideologi bagi munculnya motif kolektif (untuk merobek pandangan pengaturan sosial sebagai stabil, adil dan dapat diprediksi) dan motif pribadi (untuk mengatasi kecemasan eksistensial). Otoritarianisme dan konservatisme Wahabi akan semakin dipermalukan dengan kesepakatan nuklir Iran di Wina ini.

Saudi, yang mayoritas penduduknya merupakan Muslim Sunni, dan Iran yang mayoritas Syiah telah lama menjadi rival di kawasan Timur Tengah. Konflik di Yaman,  menjadi ajang pertempuran antara Saudi yang mendukung Presiden Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung oleh Iran. Pengaruh ideologis dari kesepakatan nuklir ini selanjutnya akan menyumbang bagi membesarnya konflik. Motivasi bagi munculnya ideological rigidity dan konflik sosial bahkan bisa muncul dalam dunia manajemen yang sempit (Peterson  & Flanders, 2002), apatah lagi dalam dunia politik dan keagamaan (Jost, Napier, Thorisdottir, Gosling, Palfai,  & Ostafin, 2007). Konflik Syiah Houthi di Yaman akan semakin melebar dan membesar dan semakin membuat Saudi terjepit. Sebagai tetangga Iran dalam empat dekade terakhir, kaum Wahabi di Arab belajar bahwa kebaikan (terhadap Iran) hanya akan membuat mereka menanggung konsekuensinya. Politik tanpa belas kasihan akan terjadi terhadap kaum Syiah dimana pun sebagai akibat dari konstelasi politik yang tidak sepadan yang diberikan oleh Barat melalui kesepakatan nuklir bagi Iran di Wina ini. Situasi menysakkan ini tentu akan mengakibatkan kaum Wahabi pun tidak tinggal diam dan akan bereaksi secara ekstrim dengan memainkan kekerasan keagamaan di Indonesia.

Ancaman dan ketersudutan akan mengakibatkan bangkitnya motivasi reaktif yang berlebihan (Nash,  McGregor, & Prentice, 2011). Para pejabat dan masyarakat Iran mengaku mendukung kesepakatan ini, meski menyatakan bahwa Iran tidak dapat dipercaya untuk menepati kesepakatan tersebut. Selain konflik di Yaman, Riyadh juga menganggap Iran mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan Hizbullah di Libanon. Saudi menilai, hal ini merupakan bukti bahwa Iran ingin memperlebar kekuasannya ke negara sekutu Syiah di Timur Tengah. Di Indonesia, ketersudutan ini memang belum terasa sekarang, namun beberapa tahun kedepan akan ada reaksi ekstrim apabila pemerintah menjalin hubungan politik dan dagang yang semakin mesra dengan Iran.
 
Selama ini kaum Wahabi sangat asertif dalam menolak eksistensi ideologi Syiah di berbagai kawasan, termasuk di Indonesia. Abu Jibriel (2015) sangat aktif menyerang Syiah sebagai bukan Islam dan menyebarkan politik eksklusi yang serius terhadap Syiah yang tak pernah ditunjukkan sebelumnya oleh kaum Suni manapun di Nusantara. Kesepakatan nuklir telah menuai kritikan dari wartawan, ulama dan pakar di Saudi, utamanya karena sekutu utama Riyadh, Washington kini berbagi dukungan dengan rival mereka di Tehran. Iran membuat kekacauan di dunia Arab dan hal ini akan terus terjadi setelah kesepakatan nuklir. Negara Suni d kawasan teluk mungkin  akan mengurangi kepercayaan mereka terhadap Amerika dan mengubah fokus mereka ke Rusia yang kelihatannya mulai memberikan tempat bagi tumbuhnya politik Islam di bagian timur Eropa. Namun tidak demikian halnya di Indonesia. Mereka bisa saja membenci Syiah, namun suka dengan sisi feminim Iran yang sangat eksotik.

Kalangan Wahabi Indonesia pun saat ini sedang menghadapi perpecahan internal yang tak terperikan dengan munculnya isu ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) yang telah menguras darah dan keringat serta finasial mereka dalam menghadapi perang sesama Wahabi yang melelahkan ini. Komitmen ideologi memang senantiasa dipertaruhkan di antara risiko dan faktor yang melindungi suatu kaum (Laor,  Wolmer, Alon, Siev,  Samuel,  & Toren, 2006), maka ada kemungkinan reaksi ekstrim akan terjadi terhadap kalangan Syiah di beberapa kawasan yang hostile khususnya di Indonesia. Negeri ini memiliki reputasi buruk dalam hal perlindungan terhadap kaum Syiah dengan munculnya berbagai kasus intoleransi dan bentrokan berdarah yang menyedihkan dimana banyak anak-anak dan orang tak berdaya terlempar ke tempat-tempat penampungan transito yang tak manusiawi dan tak bisa pulang ke rumahnya selama bertahun-tahun.

Kesepakatan nuklir Iran ini akan muncul dalam bentuk-bentuk kultural yang dominan selain kontestasi ideologis di Indonesia. Jika kemenangan ideologis Iran terjadi di Indonesia, maka kalangan Suni yang mayoritas akan mempersepsikan hal ini sebagai imperialisme kultural. Imperialisme kultural dan kecemasan masyarakat akan mengakibatkan munculnya perubahan hukum dan ideologi (ideological realignment) secara signifikan (Peller, 1997). Saya memprediksikan bahwa akan adanya perubahan ideologi kaum Wahabi di Indonesia dalam menyesuaikan dirinya dengan kemajuan yang dicapai oleh wangsa Persia modern saat ini di Iran. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan tersembur dari Iran secara masif dengan terbukanya isolasi Iran ini. Kaum Wahabi yang saat ini mengalami kekalahan yang akut dan tak pernah menang dalam setiap upaya perebutan kekuasaan akan berpikir ulang dan menyesuaikan gairah kekuasaannya dengan perhitungan ideologis dalam manajemen pergerakan mereka. Ideological realignment ini akan menuntut kaum Wahabi untuk menurunkan tensi ekstrimismenya atau akan terancam hilangnya pendukung tradisionalnya dari kalangan Suni di Nusantara yang beragam dan kosmopolit ini. 

Kepakatan nuklir Iran ini dipandang oleh kaum Wahabi sebagai cara Amerika dan Barat untuk menghapus citra positif Turki yang diyakini akan membangkitkan the glory of the past khilafah. Bagi kaum Wahabi di Indonesia, citra Arab Saudi bersifat kurang baik dibanding Turki, mesi mereka membela Saudi dalam hal pemberontakan Syiah Hauthi di Yaman. Sebagaimana terlihat melalui media Arrahmah.com yang mengutip artikel penulis Yordan, Ihsan Al Faqih, 26 Desember lalu pada media Achahed. Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100M dolar Amerika, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah; Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Libanon.

Posisi Turki dengan ketokohan Erdogan telah berhasil membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia. Tahun 2023 merupakan tahun pembangunan Negara Turki Modern yang sudah dicanangkan oleh Erdogan, yang ditargetkan adalah Turki menjadi kekuatan politik dan ekonomi nomer 1 di dunia! Airport Internasional Istambul adalah bandara terbesar di Eropa yang menampung 1260 pesawat setiap harinya, ditambah Bandara Shabiha yang menampun 630 pesawat setiap hari. Turkish Airline, yang sering dinaki oleh para mujahidin ketika akan ke Afghanistan atau ke Suriah, meraih peringkat maskapaipenerbangan terbaik di dunia dalam 3 tahun berturut-turut.

Dalam kurun 10 tahun, Turki telah menanam 770 juta pohon Harjia dan berbuah.
Untuk pertama kali Turki di masa modern ini memproduksi sendiri Tank baja, pesawat terbang dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit militer modern pertama yang multi fungsi.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, Erdogan dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universitas baru, 189sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan 169.000 kelas baru yang modern, sehinggarasio siswa perkelas tidak lebih dari 21 orang. Ketika krisis ekonomi menimpa Eropa dan Amerika, universitas-universitas Eropa dan Amerika menaikkan uang kuliah. Sedangkan Erdogan membebaskan seluruhbiaya kuliah dan sekolah bagi rakyatnya dan menjadi tanggungan negara. Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan perkapita penduduk Turki yang dahulunya hanya 3500 dolar pertahun, meningkat pada tahun 2013 menjadi 11.000 dollar pertahun, lebih tinggi dari perkapita penduduk Prancis. Dan Erdogan naikkan nilai tukar mata uang Turki 30 kali lipat! Hal ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan Iran.  Di Turki, negara sedang mengupayakan dengan sungguh-sungguh membiayai 300.000 ilmuwan melakukan penelitian ilmiah untuk menuju tahun 2023. 

Posisi Turki secara geopolitik juga menjadi harapan besar bagi kaum Wahabi di Indonesia. Di antara keberhasilan politik terbesar Turki adalah keberhasilan Erdogan mendamaikan dua bagian Cyprus yang bertikai. Ia juga melakukan pembahasan damai dengan partai Buruh Kurdistan untuk menghentikan pertumpahan darah,dan meminta maaf kepada Armenia, sehingga menyelesaikan permasalahan yang sudah menggantung sejak 6 dasawarsa. Di negara Turki, gaji dan upah meningkatmencapai 300%. Dan gaji pegawai baru meningkat, dari 340 lira Turki menjadi 957 lira. Dan jumlah pencari kerja menurun dari 38% menjadi 2%. Di Turki, anggaran pendidikan dan kesehatan, mengungguli anggaran pertahanan, dan gaji guru sebesar gaji dokter. Hal inilah yang membuat kunjungan Presiden Turki, Erdogan, disambut histeris oleh kalangan Wahabi di Indonesia dan mereka mencemooh Jokowi yang tidak bersedia menerimanya untuk shalat jumat bersama di Masjid Istiqlal Jakarta awal Agustus 2015. 

Jika dibandingkan dengan Iran yang memiliki banyak ilmuwan nuklir, maka Di Turki telah dibangun 35 ribu laboratorium IT dan data base modern yang melatih pemuda-pemuda Turki. Erdogan menutupi defisit anggaran yang mencapai 47 milyar dolar. Sebelumnya cicilan terakhir hutang Turkike IMF adalah 300juta dolar pada Juli lalu. Bahkan Turki meminjami IMF yang jelek namanya itu sebesar 5 milyar dolar.Disamping itu Erdogan juga menambah cadangan devisa negara sebesar 100 milyar dolar. Jika sepuluh tahun lalu, ekspor Turki hanya 23 milyar dolar. Sekarang meningkat menjadi 153 milyar dolar, mencapai 190 negara. Yang paling banyak adalah mobil,yang kedua peralatan elektronik. Setiap 3 perangkat elektronik di Eropa, satunya adalah produk Turki. 

Dalam hal lingkungan hidup yang sustainable, Pemerintah Erdogan mengawali pengolahan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik, yang digunakan oleh sepertiga penduduk Turki. Dan energi listrik sudah dinikmati 98% penduduk Turki. Erdogan pernah duduk berhadapan dengan seorang anak perempuan yang usianya masih 12 tahun, tampil dalam siaran langsung televisi, berdebat dan berdiskusi tentang pembangunan Turki masa depan. Beliau hormati kecerdasan dan semangat anak tersebut. Sekaligus beliau didik anak-anak Turki keteladanandalam berdebat dan berdiskusi serta membaca masa depan. Erdogan adalah teman Israel, begitu menurut kaum sekuler Arab. Erdogan berikan tamparan keras kepada Israel, dan dia paksa Israel meminta maaf karena kasus kapal Marmara yang ditembak Israel. Dan Turki berikan syarat pencabutan embargo Gaza untuk menerima permintaan maaf tersebut. Erdogan berikan kritikan tajam terhadap orang-orang yang bertepuk tangan terhadap pidato Simon Perez dalam pertemuan Ekonomi dunia, dan beliau berkata sebelum keluar ruangan dan pulang ke Turki: "Memalukan kalian bertepuk tangan terhadap pidato ini, padahal Israel telah membantai ribuan anak dan wanita di Gaza…"

Dalam dunia yang semakin demokratis, kaum Wahabi melihat Erdogan dengan penuh harapan. Erdogan menyemprot para demonstran penentangnya dengan air. Tidak menembak mereka dengan pesawat tempur, atau rudal atau bom-bom molotov. Erdogan menolak anak gadisnya membuka hijab saat sekolah. Maka beliau kirim anaknya sekolah di Eropa agar tetap berhijab, sebelum hijab dibolehkan di kampus-kampus Turki. Kebangkitan Turki yang demikian dahsyat ini membuat harapan akan bangkitnya khilafah menjadi sesuatu yang niscaya bagi kaum Wahabi Jihadi di Indonesia. Wahabi jihadi adalah kaum yang berbeda dengan Wahabi Shururi atau Wahabi Takfiri. Bagi kaum Wahabi Jihadi, khilafah Abubakar Ibrahim Al-Baghdadi (ISIS) bukanlah khilafah yang sebenarnya. Itu adalah khilafah palsu, dan Turki akan bangkit (kembali) menjadi khilafah yang sebenarnya.

Dalam diplomasi dunia, Erdogan satu-satunya kepala negara bersama istrinya mengunjungi Burma dan bertemu dengan kaum Muslimin di sana dari kawasan Myanmar yang dapat bencana. Keberanian Turki ini telah memuaskan rasa terzhalimi yang dialami Mulsim Rohingya. Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al Quran dan Hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah hilang selama hampir 90 tahun, dihilangkan pemerintah sekuler. Erdogan menetapkan kebebasan berhijab di kampus-kampus Turki dan di parlemen. Erdoganlah pemimpin muslim yang membuat lampu di jembatan gantung terbesar di dunia di pantai laut hitam dengan penerangan yang sangat besar bertuliskan "Bismillahirrahmanirrahim.." Padahal, salah satu negara Arab membuat pohon natal terbesar di dunia dengan menelan dana mencapai 40 juta dolar. Rasa respek kaum Wahabi jihadi di Indonesia terhadap Arab musnah sudah.

Bagi kaum Wahabi jihadi di Indonesia, Turki adalah harapan baru di ufuk kebangkitan modern Islam. Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Ustmaniyah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri. Erdogan melepas pawai 10 ribu anak-anak muslim yang berumur 7 tahundi jalan-jalan Istambul, dengan penuh bangga anak-anak tersebut akan memulai kewajiban shalat berjamaah dan menghafal Al Quran. Keadaan seperti inilah yang dirindukan oleh Wahabi Jihadi di Indonesia.  

--------------------
*Al Chaidar, pengajar pada Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.


Referensi

Bailyn, B. (1992). The ideological origins of the American Revolution. Harvard University Press.
Czarniawska-Joerges, B. (1988). Ideological control in nonideological organizations. Praeger Publishers.
Echebarria Echabe, A., & Fernández Guede, E. (2006). Effects of terrorism on attitudes and ideological orientation. European Journal of Social Psychology, 36(2), 259-265.
Garber, M. B. (1997). Vested interests: Cross-dressing and cultural anxiety. Psychology Press.
Gartner, J., Harmatz, M., Hohmann, A., Larson, D., & Gartner, A. F. (1990). The effect of patient and clinician ideology on clinical judgment: A study of ideological countertransference. Psychotherapy: Theory, Research, Practice, Training, 27(1), 98.
Jibriel AR, Abu Muhammad. (2015). Fakta Syiah Bukan Islam. Jakarta: Arrahmah Publishing.
Jost, J. T., Napier, J. L., Thorisdottir, H., Gosling, S. D., Palfai, T. P., & Ostafin, B. (2007). Are needs to manage uncertainty and threat associated with political conservatism or ideological extremity?. Personality and social psychology bulletin, 33(7), 989-1007.
Laor, N., Wolmer, L., Alon, M., Siev, J., Samuel, E., & Toren, P. (2006). Risk and protective factors mediating psychological symptoms and ideological commitment of adolescents facing continuous terrorism. The Journal of nervous and mental disease, 194(4), 279-286.
Nash, K., McGregor, I., & Prentice, M. (2011). Threat and defense as goal regulation: from implicit goal conflict to anxious uncertainty, reactive approach motivation, and ideological extremism. Journal of personality and social psychology, 101(6), 1291.
Parry‐Giles, Trevor. (1994). "Ideological anxiety and the censored text: Real lives—at the edge of the union 1." Critical Studies in Media Communication 11.1 (1994): 54-72.
Peller, G. (1997). Cultural imperialism, white anxiety, and the ideological realignment of Brown. Race, Law, and Culture: Reflections on Brown Vs. Board of Education, 190-220.
Peterson, J. B., & Flanders, J. L. (2002). Complexity management theory: Motivation for ideological rigidity and social conflict. Cortex, 38(3), 429-458.
Punamäki, Raija Leena. "Can ideological commitment protect children's psychosocial well being in situations of political violence?." Child development 67.1 (1996): 55-69.
Treise, D., Weigold, M. F., Conna, J., & Garrison, H. (1994). Ethics in advertising: Ideological correlates of consumer perceptions. Journal of Advertising, 23(3), 59-69.
Weber, C., & Federico, C. M. (2007). Interpersonal attachment and patterns of ideological belief. Political Psychology, 28(4), 389-416.
Wilensky, H. L. (1974). The welfare state and equality: Structural and ideological roots of public expenditures (Vol. 140). Univ of California Press.

Share:

Munajat "Ya Man Yara" Imam al-Syafi'i


Berikut munajat "Ya Man Yara" karya Imam al-Syafi'i, yang perlu banyak dibaca saat seseorang berada dalam kesusahan dan kesulitan. Imam Syekh Badiuzzaman Said Nursi mengaku selalu membacanya selama bertahun-tahun, kala beliau keluar-masuk penjara dalam dakwah memperjuangkan Islam di Turki. 

يــا من يرى مـا في الضمـير ويسـمع * أنت المُعـــدّ لكل مـا يُتـوقّـع
يا مـن يُـــرجّى للشّــدائــد كُلّـها * يـــا من إلـيه المُشـتكى والمــفــزعُ
يــا من خـزائن رزقــه في قــول كــن * أُمــنن فــإنّ الخـير عندك أجمـــعُ
مالي سِـوى فقري إليــك وسـيلـةً * فبالافتقـار إليـك فقـري أدفـــعُ
مالي سِـوى قرعـي لبـابـك حيـلـةَ * فلإن رُدِدتُ فـأيَّ بـابٍ أ قــرعُ
ومـن الـذي أرجـو فـأهتـفُ باسـمِهِ * إن كـان فضـلك عـن فـقــيرك يُمنـعُ
حـاشـا لِفـضـلك أن تُــقنِّــط عـاصِيــاً * ألفـضلُ أجـزلُ والمـواهِـبُ أوســعُ
بالـذُّلّ قـد وافــيت بـابك عــالمـاً * أن التّــذلُّل عند بــابـك ينفــعُ
وجـعلـت معتمـدي عليـك تــوكّلا * وبسـطتُ كفّــي سـائِلا أتــضـــرّغُ
فاجـعـل لنـا من كـلّ ضـيقٍ مخـرجاً * والطُـف بنـا يـامن إليــه المــرجِعُ
ثُـمّ الصّــلاةُ عـلى النّـبيًّ وآلــهِ * خـيرُ الأنــامِ شافِعٌ ومُــشـفّـعُ 

Sumber:
محمد بن إدريس الشافعي, ديوان الإمام الشافعي

Video:
https://www.youtube.com/watch?v=xEBrSTM2sHU
https://www.youtube.com/watch?v=uRTjVWBk6gw
https://www.youtube.com/watch?v=HYLAMMrnatw
https://www.youtube.com/watch?v=z7meZKGgL94
https://www.youtube.com/watch?v=VC7NCvNHleE
https://www.youtube.com/watch?v=3yF5cmozz98
https://www.youtube.com/watch?v=GsfO8qb4Lms
https://www.youtube.com/watch?v=9cCiUmEz6Sc
https://www.youtube.com/watch?v=VJyf-KhV-Gs
https://www.youtube.com/watch?v=Edd1cazlAh0
https://www.youtube.com/watch?v=_Bk4_ypkDQk
https://www.youtube.com/watch?v=ivxYcPqXCCI
https://www.youtube.com/watch?v=-hv5mFcHlis
https://www.youtube.com/watch?v=SAwUKoV7TZM
https://www.youtube.com/watch?v=gfgCnYCItDY
https://www.youtube.com/watch?v=AEXDv57xWqU
https://www.youtube.com/watch?v=mQJO8ILMytk
https://www.youtube.com/watch?v=pZ22OaYUA0c
https://www.youtube.com/watch?v=VDihGlSFYzQ
https://www.youtube.com/watch?v=R4vpP0pejVc

Share:

Pentingnya Waktu Maghrib

Oleh: Syeikh Badiuzzaman Said Nursi

Saat waktu maghrib mengingatkan saat menghilangnya sejumlah makhluk yang indah dalam perpisahan yang menyedihkan di musim kemarau dan gugur karena mulai musim dingin. Ia juga mengingatkan saat manusia masuk ke dalam kubur ketika wafat dan berpisah dengan seluruh kekasih. Serta, mengingatkan kematian seluruh dunia dengan goncangannya dan perpindahan seluruh penghuninya menuju alam lain. Selain itu, ia mengingatkan kepada padamnya lentera negeri ujian ini. Ia adalah waktu yang memperingati orang-orang yang mencintai makhluk yang fana. 

Karenanya, manusia yang memiliki jiwa yang bersih laksana cermin yang terang yang secara fitrah menginginkan manifestasi keindahan Tuhan Yang Mahaabadi guna menunaikan shalat maghrib di saat seperti ini mengarahkan wajahnya ke arasy keagungan Zat Yang Maha tak bermula, abadi, dan Zat yang menata urusan alam ini. Ia mengucap Allahu Akbar di hadapan seluruh makhluk yang fana dengan melepaskan tangannya dari mereka, serta terus mengabdi kepada Tuhannya dengan berdiri tegak di hadapan-Nya. Lalu ia memuji kesempurnaan-Nya yang tanpa cacat, keindahan-Nya yang tak tertandingi dan rahmat-Nya yang luas dengan mengucap alhamdulillah. Ia kemudian mengucap, "Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan." guna memperlihatkan ubudiyahnya dan sikapnya yang memohon pertolongan kepada rububiyah Tuhannya yang tidak membutuhkan pembantu, kepada uluhiyah-Nya yang tak memiliki sekutu, serta kepada kekuasaan-Nya yang tak memiliki menteri. Ia melakukan rukuk guna memperlihatkan kelemahannya, ketidakberdayaannya, serta kefakirannya bersama seluruh entitas di hadapan kebesaran-Nya yang tak terhingga, di hadapan qudrat-Nya yang tak terbatas, serta di hadapan keperkasaan-Nya yang tak mengandung kelemahan. Iapun bertasbih menyucikan Tuhannya Yang agung dengan berkata, "Subhâna Rabbiy al-Azhîm (Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung)." 

Setelah itu ia bersujud di hadapan keindahan Zat-Nya yang tidak akan hilang, di hadapan sifat-sifat-Nya yang suci yang tak pernah berubah, di hadapan kesempurnaan keabadian-Nya yang tidak berganti seraya menunjukkan cinta dan pengabdiannya dengan penuh kekaguman dan tawaddu' sambil meninggalkan segala sesuatu selain-Nya. Kemudian ia berkata, "Subhâna Rabîy al-A'lâ (Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi)." Ia menemukan Zat Yang Mahaindah, Mahaabadi, Mahakasih, dan Mahakekal sebagai ganti dari semua yang fana. Karena itu, ia menyucikan Tuhannya Yang Mahatinggi Yang bersih dari kesirnaan dan kekurangan. Setelah itu, ia duduk tasyahhud. Ia mempersembahkan penghormatan dan salawat yang baik untuk seluruh makhluk sebagai hadiah atas namanya kepada Zat Yang Mahaindah dan Mahaagung. Ia terus memperbaharui sumpah setianya kepada Rasul yang mulia dengan memberikan salam kepadanya seraya memperlihatkan sikap taat atas seluruh perintah-Nya. Iapun melihat keteraturan yang penuh hikmah dari istana alam ini untuk memperbaharui dan menerangi imannya seraya Ia bersaksi atas keesaan Sang Pencipta Yang Mahaagung. 

Kemudian ia bersaksi atas sosok yang menunjukkan kekuasaan rububiyah-Nya, penyampai hal-hal yang diridhai-Nya, serta penerjemah ayat-ayat kitab alam yang besar ini; yaitu Muhammad saw. Betapa suci melaksanakan shalat magrib dan betapa agung menunaikan tugas dengan kandungan makna di atas! Betapa ia merupakan kewajiban yang sangat mulia dan nikmat! Betapa ia merupakan ubudiyah yang sangat indah dan menyenangkan! Betapa ia merupakan hakikat yang serius! Begitulah kita melihat bagaimana ia merupakan bentuk persahabatan yang mulia, majlis penuh berkah, serta kebahagiaan yang kekal di dalam jamuan fana semacam ini. Layakkah orang yang tidak memahami hal ini menganggap dirinya sebagai manusia?!

(Kutipan dari Kalimat ke-9 di kitab "al-Kalimat" karya Ustadz Badiuzzaman Said Nursi)
Share:

Ahlul Halli Wal Aqdi dan Benih Konflik di Tubuh NU


​Oleh: 
Ma'mun Murod Al-Barbasy
Pemerhati NU dan Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP) FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta

Muktamar NU telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, 1 Agustus 2015. Ada beberapa agenda muktamar yang dibahas. Di antaranya Program Satu Abad NU, perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART), sampai pemilihan Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Dua agenda terakhir ternyata yang sungguh menarik. Perhatian muktamirin seperti deras mengalir. 

Dalam materi muktamar terkait perubahan ART, ada tawaran perubahan fundamental terkait pemilihan Rais Aam. Di mana Rais Aam yang sejak Muktamar Yogyakarta 1989 sampai Muktamar Makassar 2010 dipilih secara langsung akan dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi(AHWA). Sementara untuk pemilihan Ketua Tanfidziyah praktis tak ada perubahan, yaitu dipilih secara langsung oleh muktamirin, setelah mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.

NU dan AHWA
AHWA sesungguhnya merupakan salah satu model pemilihan khalifah masa Khulafaul Rasyiddin. Model ini pernah diterapkan pada pemilihan Abu Bakar dan Utsman bin Affan. Abu Bakar dipilih melalui AHWA oleh perwakilan umat yang saat itu berkumpul di Balai Pertemuan (Tsaqifah) Bani Saidah. Namun ada juga yang menyebut dengan istilah 'bay'ahterbatas'. Naiknya Utsman bin Affan sebagai khalifah murni dilakukan dengan AHWA. 

Saat sakit Umar bin Khattab semakin parah akibat ditikam Abu Lu'luah, sebagai antisipasi vakumnya kekuasaan, Umar membentuk AHWA. Di dalamnya beranggotakan enam sahabat: Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa'ad bin Abi Waqqas, Zubeir Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah (mempunyai hak bicara dan hak suara), ditambah Abdullah bin Umar (hanya mempunyai hak bicara). Sidang AHWA ini berhasil memilih Usman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar.

Praktek AHWA ini sebenarnya juga pernah diterapkan di dalam NU. Saat itu, menjelang Muktamar Situbondo, dalam tubuh NU diselimuti konflik. Tarik-ulur itu muncul sebagai imbas dari perseteruan kubu Cipete (KH. Idham Cholid) dan Kubu Situbondo (KH. As'ad Syamsul Arifin). Munculnya dua kubu berawal dari konflik di PPP menjelang Pemilu 1982 terkait kebijakan Ketua Umum PPP HJ. Naro dalam penentuan nomor urut kursi DPR RI yang banyak merugikan kiai sepuh. 

Konflik ini ternyata terus merembet ke dalam NU. Kubu politisi yang diuntungkan oleh kebijakan Naro, kemudian mendukung kebijakan Naro. Sementara kiai sepuh yang banyak dirugikan, tentu saja menentang kebijakan Naro. Perseteruan ini kian runyam setelah Kiai Idham menyatakan mundur sebagai Ketua Tanfidziyah. Keputusan itu dilakukan atas "desakan" kiai-kiai sepuh yang dipimpin Kiai As'ad. Tapi secara mengejutkan, beliau mencabut pernyataan pengunduran dirinya hanya berselang kurang lebih seminggu setelah pengunduran dirinya. 

Walau kubu-kubu dalam tubuh NU dianggap selesai namun faktanya masih tetap saja terjadi. Masalah ini dikhawatirkan bakal muncul dalam Muktamar Sitobondo. Untuk menghindari hal ini, Muktamar Situbondo memakai mekanisme yang berbeda dari muktamar-muktamar sebelumnya, yaitu AHWA. Mekanisme ini dianggap tepat untuk meredam benih-benih perseteruan yang masih terjadi. 

Dan benar, kubu-kubuan ternyata muncul kembali. Terutama ketika sidang untuk memilih siapa yang bakal dan pantas menjadi ketua dan anggota AHWA. Pada sidang ini, peserta terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yang menghendaki Kiai As'ad sebagai ketua. Kubu lainnya, menghendaki Kiai Idham sebagai ketua AHWA. Namun perpecahan bisa dihindari setelah Kiai Idham meminta supaya peserta memilih Kiai As'ad sebagai ketua AHWA. Dengan pengunduran diri ini, Kiai As'ad pun ditunjuk sebagai ketua AHWA. 

Kiai As'ad kemudian menunjuk enam kiai sebagai AHWA. Mereka adalah KH. Ali Maksum (Yogyakarta), KH. Masykur (Jakarta), KH. Syamsuri Baidlawi (Jombang), KH. Achmad (Sumatera Utara), KH. Romli Ahmad (Kalimantan Timur), dan KH. Rofi'i Mahfudz (Sulawesi Selatan). Tim AHWA ini berhasil memilih KH. Ahmad Siddiq dan Abdurrahman Wahid sebagai Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Muktamar NU pun berlangsung mulus. Mekanisme AHWA terbukti berhasil menyelamatkan NU dari konflik berkepanjangan. 

Saatnya Kembali ke AHWA 
Ketika Muktamar Yogyakarta 1989, NU memutuskan mengubah mekanisme pemilihan dari AHWA menjadi one man one vote. Konteks saat itu bisa dipahami. Apalagi Gus Dur adalah Ketua Tanfidziyah yang dikenal sebagai pegiat demokrasi. Tentunya ia berusaha mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Tapi ternyata dengan dalih demokrasi justru telah membawa mafsadat bagi NU. 

Pertama, menurunkan wibawa kiai. Kiai (ulama) itu pewaris para nabi. Pantang berebut jabatan (Rais Aam). Namun dengan one man one votejutru berhasil "memaksa" para kiai untuk terlibat "perebutan" jabatan. Kedua, money politics menjadi sulit dihindari. Siapapun pun yang menghadiri Muktamar Makassar 2010, tentu merasakan betul aromamoney politics. Muktamar NU nyaris bak muktamar atau kongres partai. 

Ketiga, rawan intervensi. Tentu publik masih ingat pelaksanaan Muktamar Cipasung 1994, ketika rezim Soeharto secara demonstratif mengacak-acak Muktamar NU. Keempat, berpotensi memecah belah. Muktamar Yogyakarta hampir-hampir kembali mengoyak-koyak NU, ketika Kiai Idham yang tak diunggulkan menduduki Rais Aam hampir saja mengalahkan Kiai Ahmad Siddiq. 

Begitu juga ketika KH. Ali Yafie yang tidak diunggulkan menduduki Wakil Rais Aam berhasil mengalahkan KH. Sahal Mahfudz dengan selisih suara yang jauh. Maka tepat ketika NU mencoba kembali menggunakan AHWA. Di sinilah maka berlaku qaidah ushul, dar ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashalih, menghindari kerusakan lebih utama daripada memperoleh manfaat yang sedikit.

Dalam rancangan ART Bab XIV Pemilihan dan Penetapan Pengurus Pasal 40 disebutkan (1) Pemilihan dan Penetapan Pengurus Besar NU sebagai berikut: a. Rais Aam dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat melalui sistem AHWA. b. AHWA terdiri dari 9 ulama yang dipilih secara langsung oleh muktamirin. e. Ketua Umum dipilih secara langsung oleh muktamirin melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam muktamar dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.

Meskipun terlambat, kesadaran untuk kembali menggunakan AHWA patut mendapat apresisi. Hanya saja perubahan yang ditawarkan sepertinya masih terkesan setengah-setengah. Mestinya kalau mau menggunakan AHWA secara utuh, pemilihan Ketua Tanfidziyah jangan diserahkan kepada muktamirin. Selepas memilih AHWA, berilah kewenangan juga kepada Tim AHWA untuk memilih Ketua Tanfidziyah. Sebab ketika Ketua Tanfidziyah masih dipilih langsung oleh muktamirin maka berbagai kemungkinan terkait intervensi atau money politics, misalnya, masih sangat mungkin dan rawan terjadi.

Sementara terkait penerapan AHWA andai disetujui oleh muktamirin dalam Sidang yang membahas ART, sebaiknya penerapannya harus bijaksana. Jangan sampai penerapannya menimbulkan gejolak. Saya yakin semua muktamirin sepakat dengan AHWA. Hanya saja soal penerapannya, sepertinya ada dua kubu yang saling bersebarangan. Ada kubu yang menghendaki penerapannya saat ini juga. Namun ada kubu yang menghendaki agar AHWA diterapkan pada muktamar mendatang. Masalah ini harus disikapi secara bijaksana oleh seluruh muktamirin, termasuk –- dan ini yang lebih penting -– oleh kandidat Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Semoga. (sumber: republika.co.id)
Share:

Kamus Besar & Tesaurus Bahasa Indonesia [Download]

Tersedia dua buku untuk didownload di sini, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (lebih 1800 halaman) dan Tesaurus Bahasa Indonesia. Keduanya merupakan buku terbitan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Kamus Besar

Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.

Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).

Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.

Tesaurus

Tesaurus adalah sebuah buku sinonim bahasa Indonesia (dua kata atau lebih yang memiliki arti yang sama). Tesaurus sering termasuk karya terkait yang memiliki hal yang hampir sama. Beberapa tesaurus juga termasuk daftar hiponim (sub-bagian, misalnya "mawar" adalah hiponim dari bunga) yang sering digunakan, serta antonim (dua kata yang memiliki arti berlawanan). Sebagai contoh, dengan mencari kata "besar" di sebuah tesaurus, seseorang akan menemukan kata lain yang mirip seperti "raya", "agung", dll. Jika sebuah tesaurus juga memiliki daftar antonim, orang bisa juga mencari kata yang artinya berlawanan, seperti "kecil".

Download di MediaFire:
Tesaurus Bahasa Indonesia
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Share:

Ubah Listrik Rumah ke Prabayar


Hari ini listrik di rumah diubah ke sistem pulsa alias prabayar. Beberapa anggota keluarga tidak setuju dengan perubahan ini, tapi keputusan menggantinya sudah bulat, agar penggunaan listrik makin teratur dan terkontrol.

Pulsa listrik pertama diisi seharga Rp. 150.000,- Dengan harga per kWh untuk golongan nonsubsidi R1 2.200 KVA sebesar Rp 1.352,- maka pulsa listrik di rumah langsung terisi sekitar 110 kWh. Nanti perlu dilihat, habis berapa penggunaan listrik di rumah dalam sebulan.

Cara perhitungan tarif listrik 

Dapat dihitung dari pemakaian setiap peralatan. Dihitung pemakaian per Kilo Watt Hour / kWh  /  Per Kilo Watt Jam.

Contoh memiliki mesin menanak nasi dengan kebutuhan power 250 W. Ketika memasak selama satu jam, maka pemakaian listriknya sama dengan 0,25 kWh

Atau mesin pompa air dengan kekuatan 500 W dan bekerja selama 1 jam. Itu setara pemakaian power di meter listrik 0,5 kWh.

Tinggal dikalikan pemakaian 0,5 kWh dengan tarif listrik yang dikenakan dari tarif rumah tangga. Contoh untuk mesin menanak nasi listrik, setiap jam akan dikenakan 0,25 x Rp. 1300 = Rp. 325 per jam.

Ini tarif resmi PLN:

Daftar Tarif Listrik Per Juni 2015

Berikut ini adalah daftar golongan tarif non subsidi pada Juni 2015.
Golongan R-1 1300 VA tarifnya Rp1.352 per kWh
Golongan R-1 2200 VA tarifnya Rp1.352 per kWh
Golongan R-2 3.500 VA-5.500 naik dari Rp1.514,81 per kWh menjadi Rp1.524 per kWh
Golongan R-3 6.600 VA ke atas naik Rp1.514,81 per kWh menjadi Rp1.524 per kWh
Golongan B-2 6.600 VA-200 kVA naik dari Rp1.108,7 per kWh menjadi Rp1.115,6 per kWh
Golongan B-3 di atas 200 kVA naik dari Rp1.108,7 menjadi Rp1.115,6 per kWh.
Golongan I-3 di atas 200 kVA naik dari Rp1.108,7 per kWh menjadi Rp1.115,6 per kWh.
Golongan I-4 30 ribu kVA ke atas naik dari Rp1.524,24 per kWh menjadi Rp1.514,81 per kWh.
Golongan P-1 6.600 VA-200 kVA naik dari Rp1.514,81 per kWh menjadi Rp1.524,24 per kWh.
Golongan P-2 200 kVA ke atas naik dari Rp1.108,7 per kWh menjadi Rp1.115,6 per kWh.
Golongan P-3 naik dari Rp1.514.81 per kWh menjadi Rp1.524,24 per kWh.

Tips dan Cara Hemat Listrik

Menurut AboutMoney (17/7/2015), ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tagihan listrik Anda. Berikut tipsnya:

- Mematikan lampu saat tidak digunakan.

- Meminimalkan penggunaan oven, microwave, crockpots dan yang dayanya besar.

- Tunggu sampai setelah matahari terbenam untuk menjalankan mesin cuci piring Anda. Pengering dan peralatan lain seperti pengering pakaian tidak perlu digunakan. Sebaiknya mengeringkan menggunakan sinar matahari.

- Siapkan tanaman di dekat unit kondensor AC Anda. Udara luar dingin berarti sistem HVAC. Jadi, Anda tidak akan harus bekerja keras untuk mendinginkan rumah Anda.

- Tutup tirai rumah Anda saat siang hari, untuk menghindari adanya panas langsung dari sinar matahari.

- Matikan elektronik yang tidak digunakan. Apa pun yang menarik daya dan juga menghasilkan panas.

- Pasang jendela yang berwarna cerah agak gelap, agar meminimalkan penyerapan panas.

- Siapkan tanaman atau pohon yang teduh di sepanjang selatan dan barat sisi rumah Anda.


- Cek filter AC secara teratur. Sistem yang disetel akan berjalan lebih efisien.

Share:

Windows 10 Bisa Diunduh, Gratis


Windows 10 versi final akhirnya mulai tersedia secara resmi. Setelah nongkrong di masa beta selama sembilan bulan, sistem operasi teranyar Microsoft tersebut sudah bisa diunduh pengguna Windows di mana saja mulai Rabu siang (29/7/2015).

Sesuai yang dijanjikan Microsoft, semua laptop atau PC yang menggunakan OS Windows 7 atau Windows 8.1 bisa mengunduh dan memasang Windows 10 ini secara gratis. Untuk menggunakan Windows 10, pengguna harus mengunduh file instalasi Windows 10 untuk 32-bit atau 64-bit.

File instalasi tersebut tidak terlalu besar, hanya sekitar 19 MB saja. Setelah diinstall, sistem secara otomatis akan mengunduh file Windows 10. Sebaiknya, sisakan media penyimpanan sekitar 3 hingga 4 GB untuk file unduhan Windows 10 tersebut.

Tapi saya tak pakai cara itu. Saya lebih suka mendownloadnya via jalur tak resmi, yaitu jalur Torrent, antara lain di http://kat.cr/windows/. Saya sendiri mencoba download versi yang satu ini:  http://kat.cr/windows-10-rtm-aio-8-in-1-en-us-dvd-x86-x64-final-t11016765.html.

Anda bisa mencobanya juga. Silahkan.
Share:

Kita Harus Peka dengan Upaya Kristenisasi di Televisi

KPI telah memvonis program kristenisasi berbalut busana muslim di MNCTV telah menyesatkan masyarakat. Berikut ini beritanya, tapi apanya yany salah dari tayangan tersebut?

http://www.pkspiyungan.org/2015/07/kpi-program-kristenisasi-berbalut.html.
Program Gang Senggol Show Akan Diberi Sanksi

Banyaknya aduan yang masuk terkait tayangan salah satu program siaran agama umat kristiani yakni Gang Senggol Show yang disiarkan di MNCTV, membuat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengevaluasi program tersebut.

"Setelah kami kaji terkait tayangan Gang Senggol Show pada tanggal 18 Juli 2015 lalu, memang potensial menyesatkan masyarakat awam. Apalagi hari itu adalah hari kedua lebaran, sehingga suasananya pun masih suasana lebaran," jelas Azimah Subagijo, anggota Komisioner KPI kepada hidayatullah.com, Senin (27/07/2015). [baca: Luar Biasa, Acara "Kristenisasi" Berbalut Busana Muslim di MNCTV]

Azimah menambahkan bahwa yang menjadi keberatan masyarakat karena pada tayangan tersebut seluruh Host dan penonton mengenakan busana Muslim.

"Kebanyakan keberatan yang masuk ke kami dikarenakan para pengisi acara tersebut mengenakan atribut muslim, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat awam karena program tersebut adalah benar siaran umat kristiani," papar Azimah.

Lebih lanjut Azimah mengatakan bahwa KPI akan memberikan sanksi kepada tayangan Gang Senggol Show terkait kasus ini.

"Program (Gang Senggol Show, red) akan disanksi. Untuk detail sanksinya akan diumumkan beberapa hari kedepan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui program Gang Senggol Show adalah program siaran umat kristiani yang ditayangkan di MNCTV setiap hari Sabtu, pukul 00.30 WIB. Namun pada tayangannya tertanggal 18 Juli 2015 dengan tema 'Takut Mati' seluruh pengisi acara tersebut mengenakan busana Muslim. Sehingga menimbulkan protes di kalangan masyarakat.

KOMENTAR SAYA:

Sy lihat video rekaman acara itu di youtube, dan sy kira secara filmis memang tdk ada masalah. Pemeranan, pengambilan gambar, lighting, sound, tempo, dll, semua dilakukan produser/MNC dg bagus sesuai standar.

Soal kostum, apanya yg salah? Bukankah sarung, baju koko, jilbab, bukan milik muslim semata? Itu milik bangsa, jd blh dipakai siapa saja. Kita mestinya bisa menerima anggapan demikian.

Tinggal satu, soal konteks, bhw acara itu ditayangkan tengah malam tgl 18 Juli, ketika umat Islam baru saja menjalankan ibadah massal Ied, di tengah acara2 tv yg hampir semuanya dibikin bernuansa Ied Fitri. Jika acara itu konteksnya sekedar urusan duniawi, sprt acara2 show yg juga menampilkan busana dan nuansa keislaman, kita lihat tak pernah ada tv yg dipermasalahkan oleh siapa pun.

Lain halnya Gang Senggol, yg disiapkan utk misi keagamaan Nasrani, tp tampil dg nuansa dan busana muslim, konteksnya menjadi lain. Acara itu terkesan mendakwahi kaum muslimin, dg cara mengelabuhi pakai setting mereka. Inilah masalahnya.

Sbg muslim, kita tentu hrs peka dg hal2 begini. Jika tdk, musuh2 Islam akan lbh merasa leluasa utk berbuat hal sama di masa2 yad, bhkn mungkin lbh parah.

Strategi nasranisasi terus makin canggih, dg dana yg besar, tak ayal jumlah kaum muslimin kini berkurang hingga tinggal 82% dari sebelumnya 90-an persen dari jumlah penduduk.
(Ahmadie Thaha - ahmadie.me)

Share:

Kode rahasia listrik token prabayar

Inilah daftar kode rahasia listrik token prabayar.  Fungsi Alarm dan Lampu LED Listrik Prabayar. Cek ID Meter, Mematikan Alarm dan Lampu LED.  Informasi tentang kode ini ditujukan untuk pengguna MCB meter digital dengan merek ITRON, Conlog, Glomet, Star dan Hexing.



Sering kali menjadi pertanyaan mengapa lampu LED menyala terus atau kenapa mati? Bagaimana caranya mengecek ID meter yang telah diganti oleh petugas? Dan yang paling sering adalah bagaimana melakukan on off alarm bunyi tut tut yang menurut mereka mengganggu.

Alarm berfungsi mengingatkan anda akan batas limit yang harus segera anda isi, LED menyala merupakan hal yang baik agar lebih mudah dilihat, ID meter yang berlaku dan benar adalah yang tampil di layar LCD.

BRANDKODETombolKETERANGAN
ITRON0EnterRestart Meter [jika ada GAGAL / Periksa]
ITRON3EnterTotal kWH listrik yang telah lalu
ITRON7EnterBatas kWH
ITRON9EnterDaya yang digunakan
ITRON41EnterVoltase listrik
ITRON44EnterAmpere yang sedang terpakai
ITRON47EnterDaya yang sedang terpakai
ITRON54EnterKode TOKEN terakhir
ITRON59EnterJumlah kWH pengisian terakhir
ITRON69EnterCounter jumlah berapa kali mati
ITRON75EnterCek ID Meter PLN Prabayar
ITRON79EnterCek batas minimal alarm
ITRON456xxEnterMerubah batas minimal alarm misal 45605 untuk 5kWH
ITRON78EnterCek delay alarm dalam menit
ITRON123xxEnterMerubah delay alarm misal 12310 untuk 10 menit
ITRON90EnterMematikan lampu LED
HEXING800AcceptRestart Meter [jika ada CANCEL / STL]
HEXING851AcceptTotal kWH listrik yang telah lalu
HEXING807AcceptVoltase listrik
HEXING808AcceptAmpere yang sedang terpakai
HEXING814AcceptDaya yang sedang terpakai
HEXING852AcceptKode TOKEN terakhir
HEXING817AcceptJumlah kWH pengisian terakhir
HEXING809AcceptCounter jumlah berapa kali mati
HEXING804AcceptCek ID Meter PLN Prabayar
HEXING812AcceptMematikan alarm batas kWH
HEXING801AcceptCek SISA kWH
HEXING815AcceptTanggal pengisian terakhir
Conlog#1#Daya rata-rata yang digunakan
Conlog#2#Jumlah kWH pemakaian terakhir
Conlog#3#??
Conlog#4#??
Conlog#5#??
Conlog#6#Jumlah kWH yang dimasukkan terakhir
Conlog#7#??
Conlog#11#Cek Token terakhir
Glomet37EnterCek SISA kWH
Glomet38EnterTotal kWH listrik yang telah lalu
Glomet41EnterVoltase listrik
Glomet47EnterDaya yang sedang terpakai
Glomet54EnterKode TOKEN terakhir
Glomet59EnterJumlah kWH pengisian terakhir
Glomet75EnterCek ID Meter PLN Prabayar
Glomet79EnterCek batas minimal alarm
STAR7EnterCek SISA kWH
STAR12EnterCek batas minimal alarm
STAR37EnterCek delay alarm dalam menit
STAR65EnterCek ID Meter Listrik Prabayar
STAR76EnterJumlah kWH pengisian terakhir

Info Kode rahasia listrik token prabayar tersebut di atas kami peroleh dari berbagai literatur dan rincian manual dari vendor. Anda juga bisa mendapatkannya dengan cara mencarinya melalui Google. Searching saja dengan menyesuaikan dengan merek dan typenya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat digunakan dengan bijak.

Inilah cara menghemat pulsa listrik dan cara mengetahui trik nomor token pln. Bagaimana cara menghemat listrik prabayar. Mengapa cara membuat irit listrik token. Lalu kemudian cara menambah pulsa token pada meteran Itron. Mematikan alat token listrik dan cara mengatasi problem pulsa listrik merk itron. Trik meteran pulsa itron pln dan kode cara menghemat voucher listrik merk itron juga serta kode untuk kwh merk Hexing tulisan periksa.

Sumber: http://rizqi170.blogspot.com/2014/01/kode-kode-rahasia-pada-listrik-token.html
Share:

Cara Membuat Kabel USB Extender 10 - 15 Meter

Cara Membuat Kabel USB Extender 10 - 15 Meter.
Sebelumnya kita perlu tahu dulu, kabel USB extender biasa terdiri dari 4 kabel yaitu :
  • merah : 5 volt dc
  • hijau : data +
  • putih : data -
  • hitam : ground.
Sedangkan kabel UTP / LAN terdiri dari 8 kabel yaitu :
  • orange,
  • putih orange, 
  • hijau, 
  • putih hijau, 
  • biru, 
  • putih biru, 
  • coklat
  • putih coklat.
Alat dan Bahan Pembuatan Kabel USB Extender 10 Meter :
  1. Kabel USB extender biasa 1 Meter yang sudah kita potong di kedua ujung colokannya. Colokan inilah yang  akan kita gunakan. 
  2. Kabel UTP Belden KW 1 : 10 Meter maksimal 15 Meter.
  3. Tenol / timah untuk menghubungkan kabel.
  4. Solder, gunting, cutter, dan isolasi. 
 


Berikut konfigurasi kabel USB extender dari kabel UTP :
  • Kabel UTP orange dan putih orange digabung dan dihubungkan dengan kabel merah USB extender.
  • Kabel UTP hijau dihubungkan dengan kabel hijau USB extender.
  • Kabel UTP putih hijau dihubungkan dengan kabel putih USB extender.
  • Kabel UTP sisanya digabung semua dan dihubungkan dengan kabel hitam USB extender. Dengan memperbesar ground, maka kemungkinan loss (kehilangan) arus sangat kecil.


 Setelah selesai, rapikan sambungan kabelnya dengan isolasi dan kabel USB extender 10 - 15 Meter siap digunakan.
Share: