Munajat "Ya Man Yara" Imam al-Syafi'i
Berikut munajat "Ya Man Yara" karya Imam al-Syafi'i, yang perlu banyak dibaca saat seseorang berada dalam kesusahan dan kesulitan. Imam Syekh Badiuzzaman Said Nursi mengaku selalu membacanya selama bertahun-tahun, kala beliau keluar-masuk penjara dalam dakwah memperjuangkan Islam di Turki.
يا مـن يُـــرجّى للشّــدائــد كُلّـها * يـــا من إلـيه المُشـتكى والمــفــزعُ
يــا من خـزائن رزقــه في قــول كــن * أُمــنن فــإنّ الخـير عندك أجمـــعُ
مالي سِـوى فقري إليــك وسـيلـةً * فبالافتقـار إليـك فقـري أدفـــعُ
مالي سِـوى قرعـي لبـابـك حيـلـةَ * فلإن رُدِدتُ فـأيَّ بـابٍ أ قــرعُ
ومـن الـذي أرجـو فـأهتـفُ باسـمِهِ * إن كـان فضـلك عـن فـقــيرك يُمنـعُ
حـاشـا لِفـضـلك أن تُــقنِّــط عـاصِيــاً * ألفـضلُ أجـزلُ والمـواهِـبُ أوســعُ
بالـذُّلّ قـد وافــيت بـابك عــالمـاً * أن التّــذلُّل عند بــابـك ينفــعُ
وجـعلـت معتمـدي عليـك تــوكّلا * وبسـطتُ كفّــي سـائِلا أتــضـــرّغُ
فاجـعـل لنـا من كـلّ ضـيقٍ مخـرجاً * والطُـف بنـا يـامن إليــه المــرجِعُ
ثُـمّ الصّــلاةُ عـلى النّـبيًّ وآلــهِ * خـيرُ الأنــامِ شافِعٌ ومُــشـفّـعُ
Sumber:
― محمد بن إدريس الشافعي, ديوان الإمام الشافعي
Video:
https://www.youtube.com/watch?v=xEBrSTM2sHU
https://www.youtube.com/watch?v=uRTjVWBk6gw
https://www.youtube.com/watch?v=HYLAMMrnatw
https://www.youtube.com/watch?v=z7meZKGgL94
https://www.youtube.com/watch?v=VC7NCvNHleE
https://www.youtube.com/watch?v=3yF5cmozz98
https://www.youtube.com/watch?v=GsfO8qb4Lms
https://www.youtube.com/watch?v=9cCiUmEz6Sc
https://www.youtube.com/watch?v=VJyf-KhV-Gs
https://www.youtube.com/watch?v=Edd1cazlAh0
https://www.youtube.com/watch?v=_Bk4_ypkDQk
https://www.youtube.com/watch?v=ivxYcPqXCCI
https://www.youtube.com/watch?v=-hv5mFcHlis
https://www.youtube.com/watch?v=SAwUKoV7TZM
https://www.youtube.com/watch?v=gfgCnYCItDY
https://www.youtube.com/watch?v=AEXDv57xWqU
https://www.youtube.com/watch?v=mQJO8ILMytk
https://www.youtube.com/watch?v=pZ22OaYUA0c
https://www.youtube.com/watch?v=VDihGlSFYzQ
https://www.youtube.com/watch?v=R4vpP0pejVc
Pentingnya Waktu Maghrib
Ahlul Halli Wal Aqdi dan Benih Konflik di Tubuh NU

Oleh: Ma'mun Murod Al-Barbasy
Pemerhati NU dan Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP) FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta
Muktamar NU telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, 1 Agustus 2015. Ada beberapa agenda muktamar yang dibahas. Di antaranya Program Satu Abad NU, perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART), sampai pemilihan Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Dua agenda terakhir ternyata yang sungguh menarik. Perhatian muktamirin seperti deras mengalir.
Dalam materi muktamar terkait perubahan ART, ada tawaran perubahan fundamental terkait pemilihan Rais Aam. Di mana Rais Aam yang sejak Muktamar Yogyakarta 1989 sampai Muktamar Makassar 2010 dipilih secara langsung akan dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi(AHWA). Sementara untuk pemilihan Ketua Tanfidziyah praktis tak ada perubahan, yaitu dipilih secara langsung oleh muktamirin, setelah mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.
NU dan AHWA
AHWA sesungguhnya merupakan salah satu model pemilihan khalifah masa Khulafaul Rasyiddin. Model ini pernah diterapkan pada pemilihan Abu Bakar dan Utsman bin Affan. Abu Bakar dipilih melalui AHWA oleh perwakilan umat yang saat itu berkumpul di Balai Pertemuan (Tsaqifah) Bani Saidah. Namun ada juga yang menyebut dengan istilah 'bay'ahterbatas'. Naiknya Utsman bin Affan sebagai khalifah murni dilakukan dengan AHWA.
Saat sakit Umar bin Khattab semakin parah akibat ditikam Abu Lu'luah, sebagai antisipasi vakumnya kekuasaan, Umar membentuk AHWA. Di dalamnya beranggotakan enam sahabat: Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa'ad bin Abi Waqqas, Zubeir Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah (mempunyai hak bicara dan hak suara), ditambah Abdullah bin Umar (hanya mempunyai hak bicara). Sidang AHWA ini berhasil memilih Usman bin Affan sebagai khalifah pengganti Umar.
Praktek AHWA ini sebenarnya juga pernah diterapkan di dalam NU. Saat itu, menjelang Muktamar Situbondo, dalam tubuh NU diselimuti konflik. Tarik-ulur itu muncul sebagai imbas dari perseteruan kubu Cipete (KH. Idham Cholid) dan Kubu Situbondo (KH. As'ad Syamsul Arifin). Munculnya dua kubu berawal dari konflik di PPP menjelang Pemilu 1982 terkait kebijakan Ketua Umum PPP HJ. Naro dalam penentuan nomor urut kursi DPR RI yang banyak merugikan kiai sepuh.
Konflik ini ternyata terus merembet ke dalam NU. Kubu politisi yang diuntungkan oleh kebijakan Naro, kemudian mendukung kebijakan Naro. Sementara kiai sepuh yang banyak dirugikan, tentu saja menentang kebijakan Naro. Perseteruan ini kian runyam setelah Kiai Idham menyatakan mundur sebagai Ketua Tanfidziyah. Keputusan itu dilakukan atas "desakan" kiai-kiai sepuh yang dipimpin Kiai As'ad. Tapi secara mengejutkan, beliau mencabut pernyataan pengunduran dirinya hanya berselang kurang lebih seminggu setelah pengunduran dirinya.
Walau kubu-kubu dalam tubuh NU dianggap selesai namun faktanya masih tetap saja terjadi. Masalah ini dikhawatirkan bakal muncul dalam Muktamar Sitobondo. Untuk menghindari hal ini, Muktamar Situbondo memakai mekanisme yang berbeda dari muktamar-muktamar sebelumnya, yaitu AHWA. Mekanisme ini dianggap tepat untuk meredam benih-benih perseteruan yang masih terjadi.
Dan benar, kubu-kubuan ternyata muncul kembali. Terutama ketika sidang untuk memilih siapa yang bakal dan pantas menjadi ketua dan anggota AHWA. Pada sidang ini, peserta terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama yang menghendaki Kiai As'ad sebagai ketua. Kubu lainnya, menghendaki Kiai Idham sebagai ketua AHWA. Namun perpecahan bisa dihindari setelah Kiai Idham meminta supaya peserta memilih Kiai As'ad sebagai ketua AHWA. Dengan pengunduran diri ini, Kiai As'ad pun ditunjuk sebagai ketua AHWA.
Kiai As'ad kemudian menunjuk enam kiai sebagai AHWA. Mereka adalah KH. Ali Maksum (Yogyakarta), KH. Masykur (Jakarta), KH. Syamsuri Baidlawi (Jombang), KH. Achmad (Sumatera Utara), KH. Romli Ahmad (Kalimantan Timur), dan KH. Rofi'i Mahfudz (Sulawesi Selatan). Tim AHWA ini berhasil memilih KH. Ahmad Siddiq dan Abdurrahman Wahid sebagai Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Muktamar NU pun berlangsung mulus. Mekanisme AHWA terbukti berhasil menyelamatkan NU dari konflik berkepanjangan.
Saatnya Kembali ke AHWA
Ketika Muktamar Yogyakarta 1989, NU memutuskan mengubah mekanisme pemilihan dari AHWA menjadi one man one vote. Konteks saat itu bisa dipahami. Apalagi Gus Dur adalah Ketua Tanfidziyah yang dikenal sebagai pegiat demokrasi. Tentunya ia berusaha mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Tapi ternyata dengan dalih demokrasi justru telah membawa mafsadat bagi NU.
Pertama, menurunkan wibawa kiai. Kiai (ulama) itu pewaris para nabi. Pantang berebut jabatan (Rais Aam). Namun dengan one man one votejutru berhasil "memaksa" para kiai untuk terlibat "perebutan" jabatan. Kedua, money politics menjadi sulit dihindari. Siapapun pun yang menghadiri Muktamar Makassar 2010, tentu merasakan betul aromamoney politics. Muktamar NU nyaris bak muktamar atau kongres partai.
Ketiga, rawan intervensi. Tentu publik masih ingat pelaksanaan Muktamar Cipasung 1994, ketika rezim Soeharto secara demonstratif mengacak-acak Muktamar NU. Keempat, berpotensi memecah belah. Muktamar Yogyakarta hampir-hampir kembali mengoyak-koyak NU, ketika Kiai Idham yang tak diunggulkan menduduki Rais Aam hampir saja mengalahkan Kiai Ahmad Siddiq.
Begitu juga ketika KH. Ali Yafie yang tidak diunggulkan menduduki Wakil Rais Aam berhasil mengalahkan KH. Sahal Mahfudz dengan selisih suara yang jauh. Maka tepat ketika NU mencoba kembali menggunakan AHWA. Di sinilah maka berlaku qaidah ushul, dar ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashalih, menghindari kerusakan lebih utama daripada memperoleh manfaat yang sedikit.
Dalam rancangan ART Bab XIV Pemilihan dan Penetapan Pengurus Pasal 40 disebutkan (1) Pemilihan dan Penetapan Pengurus Besar NU sebagai berikut: a. Rais Aam dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat melalui sistem AHWA. b. AHWA terdiri dari 9 ulama yang dipilih secara langsung oleh muktamirin. e. Ketua Umum dipilih secara langsung oleh muktamirin melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam muktamar dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih.
Meskipun terlambat, kesadaran untuk kembali menggunakan AHWA patut mendapat apresisi. Hanya saja perubahan yang ditawarkan sepertinya masih terkesan setengah-setengah. Mestinya kalau mau menggunakan AHWA secara utuh, pemilihan Ketua Tanfidziyah jangan diserahkan kepada muktamirin. Selepas memilih AHWA, berilah kewenangan juga kepada Tim AHWA untuk memilih Ketua Tanfidziyah. Sebab ketika Ketua Tanfidziyah masih dipilih langsung oleh muktamirin maka berbagai kemungkinan terkait intervensi atau money politics, misalnya, masih sangat mungkin dan rawan terjadi.
Sementara terkait penerapan AHWA andai disetujui oleh muktamirin dalam Sidang yang membahas ART, sebaiknya penerapannya harus bijaksana. Jangan sampai penerapannya menimbulkan gejolak. Saya yakin semua muktamirin sepakat dengan AHWA. Hanya saja soal penerapannya, sepertinya ada dua kubu yang saling bersebarangan. Ada kubu yang menghendaki penerapannya saat ini juga. Namun ada kubu yang menghendaki agar AHWA diterapkan pada muktamar mendatang. Masalah ini harus disikapi secara bijaksana oleh seluruh muktamirin, termasuk –- dan ini yang lebih penting -– oleh kandidat Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah. Semoga. (sumber: republika.co.id)
Kamus Besar & Tesaurus Bahasa Indonesia [Download]
Tesaurus Bahasa Indonesia
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Ubah Listrik Rumah ke Prabayar
Hari ini listrik di rumah diubah ke sistem pulsa alias prabayar. Beberapa anggota keluarga tidak setuju dengan perubahan ini, tapi keputusan menggantinya sudah bulat, agar penggunaan listrik makin teratur dan terkontrol.
Dapat dihitung dari pemakaian setiap peralatan. Dihitung pemakaian per Kilo Watt Hour / kWh / Per Kilo Watt Jam.
Contoh memiliki mesin menanak nasi dengan kebutuhan power 250 W. Ketika memasak selama satu jam, maka pemakaian listriknya sama dengan 0,25 kWh
Atau mesin pompa air dengan kekuatan 500 W dan bekerja selama 1 jam. Itu setara pemakaian power di meter listrik 0,5 kWh.
Tinggal dikalikan pemakaian 0,5 kWh dengan tarif listrik yang dikenakan dari tarif rumah tangga. Contoh untuk mesin menanak nasi listrik, setiap jam akan dikenakan 0,25 x Rp. 1300 = Rp. 325 per jam.
Tips dan Cara Hemat Listrik
Menurut AboutMoney (17/7/2015), ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tagihan listrik Anda. Berikut tipsnya:
- Mematikan lampu saat tidak digunakan.
- Meminimalkan penggunaan oven, microwave, crockpots dan yang dayanya besar.
- Tunggu sampai setelah matahari terbenam untuk menjalankan mesin cuci piring Anda. Pengering dan peralatan lain seperti pengering pakaian tidak perlu digunakan. Sebaiknya mengeringkan menggunakan sinar matahari.
- Siapkan tanaman di dekat unit kondensor AC Anda. Udara luar dingin berarti sistem HVAC. Jadi, Anda tidak akan harus bekerja keras untuk mendinginkan rumah Anda.
- Tutup tirai rumah Anda saat siang hari, untuk menghindari adanya panas langsung dari sinar matahari.
- Matikan elektronik yang tidak digunakan. Apa pun yang menarik daya dan juga menghasilkan panas.
- Pasang jendela yang berwarna cerah agak gelap, agar meminimalkan penyerapan panas.
- Siapkan tanaman atau pohon yang teduh di sepanjang selatan dan barat sisi rumah Anda.
- Cek filter AC secara teratur. Sistem yang disetel akan berjalan lebih efisien.
Windows 10 Bisa Diunduh, Gratis
Kita Harus Peka dengan Upaya Kristenisasi di Televisi
http://www.pkspiyungan.org/2015/07/kpi-program-kristenisasi-berbalut.html.
Program Gang Senggol Show Akan Diberi Sanksi
Banyaknya aduan yang masuk terkait tayangan salah satu program siaran agama umat kristiani yakni Gang Senggol Show yang disiarkan di MNCTV, membuat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengevaluasi program tersebut.
"Setelah kami kaji terkait tayangan Gang Senggol Show pada tanggal 18 Juli 2015 lalu, memang potensial menyesatkan masyarakat awam. Apalagi hari itu adalah hari kedua lebaran, sehingga suasananya pun masih suasana lebaran," jelas Azimah Subagijo, anggota Komisioner KPI kepada hidayatullah.com, Senin (27/07/2015). [baca: Luar Biasa, Acara "Kristenisasi" Berbalut Busana Muslim di MNCTV]
Azimah menambahkan bahwa yang menjadi keberatan masyarakat karena pada tayangan tersebut seluruh Host dan penonton mengenakan busana Muslim.
"Kebanyakan keberatan yang masuk ke kami dikarenakan para pengisi acara tersebut mengenakan atribut muslim, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat awam karena program tersebut adalah benar siaran umat kristiani," papar Azimah.
Lebih lanjut Azimah mengatakan bahwa KPI akan memberikan sanksi kepada tayangan Gang Senggol Show terkait kasus ini.
"Program (Gang Senggol Show, red) akan disanksi. Untuk detail sanksinya akan diumumkan beberapa hari kedepan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui program Gang Senggol Show adalah program siaran umat kristiani yang ditayangkan di MNCTV setiap hari Sabtu, pukul 00.30 WIB. Namun pada tayangannya tertanggal 18 Juli 2015 dengan tema 'Takut Mati' seluruh pengisi acara tersebut mengenakan busana Muslim. Sehingga menimbulkan protes di kalangan masyarakat.
KOMENTAR SAYA:
Sy lihat video rekaman acara itu di youtube, dan sy kira secara filmis memang tdk ada masalah. Pemeranan, pengambilan gambar, lighting, sound, tempo, dll, semua dilakukan produser/MNC dg bagus sesuai standar.
Soal kostum, apanya yg salah? Bukankah sarung, baju koko, jilbab, bukan milik muslim semata? Itu milik bangsa, jd blh dipakai siapa saja. Kita mestinya bisa menerima anggapan demikian.
Tinggal satu, soal konteks, bhw acara itu ditayangkan tengah malam tgl 18 Juli, ketika umat Islam baru saja menjalankan ibadah massal Ied, di tengah acara2 tv yg hampir semuanya dibikin bernuansa Ied Fitri. Jika acara itu konteksnya sekedar urusan duniawi, sprt acara2 show yg juga menampilkan busana dan nuansa keislaman, kita lihat tak pernah ada tv yg dipermasalahkan oleh siapa pun.
Lain halnya Gang Senggol, yg disiapkan utk misi keagamaan Nasrani, tp tampil dg nuansa dan busana muslim, konteksnya menjadi lain. Acara itu terkesan mendakwahi kaum muslimin, dg cara mengelabuhi pakai setting mereka. Inilah masalahnya.
Sbg muslim, kita tentu hrs peka dg hal2 begini. Jika tdk, musuh2 Islam akan lbh merasa leluasa utk berbuat hal sama di masa2 yad, bhkn mungkin lbh parah.
Strategi nasranisasi terus makin canggih, dg dana yg besar, tak ayal jumlah kaum muslimin kini berkurang hingga tinggal 82% dari sebelumnya 90-an persen dari jumlah penduduk.
(Ahmadie Thaha - ahmadie.me)
Kode rahasia listrik token prabayar
Sering kali menjadi pertanyaan mengapa lampu LED menyala terus atau kenapa mati? Bagaimana caranya mengecek ID meter yang telah diganti oleh petugas? Dan yang paling sering adalah bagaimana melakukan on off alarm bunyi tut tut yang menurut mereka mengganggu.
Alarm berfungsi mengingatkan anda akan batas limit yang harus segera anda isi, LED menyala merupakan hal yang baik agar lebih mudah dilihat, ID meter yang berlaku dan benar adalah yang tampil di layar LCD.
| BRAND | KODE | Tombol | KETERANGAN |
| ITRON | 0 | Enter | Restart Meter [jika ada GAGAL / Periksa] |
| ITRON | 3 | Enter | Total kWH listrik yang telah lalu |
| ITRON | 7 | Enter | Batas kWH |
| ITRON | 9 | Enter | Daya yang digunakan |
| ITRON | 41 | Enter | Voltase listrik |
| ITRON | 44 | Enter | Ampere yang sedang terpakai |
| ITRON | 47 | Enter | Daya yang sedang terpakai |
| ITRON | 54 | Enter | Kode TOKEN terakhir |
| ITRON | 59 | Enter | Jumlah kWH pengisian terakhir |
| ITRON | 69 | Enter | Counter jumlah berapa kali mati |
| ITRON | 75 | Enter | Cek ID Meter PLN Prabayar |
| ITRON | 79 | Enter | Cek batas minimal alarm |
| ITRON | 456xx | Enter | Merubah batas minimal alarm misal 45605 untuk 5kWH |
| ITRON | 78 | Enter | Cek delay alarm dalam menit |
| ITRON | 123xx | Enter | Merubah delay alarm misal 12310 untuk 10 menit |
| ITRON | 90 | Enter | Mematikan lampu LED |
| HEXING | 800 | Accept | Restart Meter [jika ada CANCEL / STL] |
| HEXING | 851 | Accept | Total kWH listrik yang telah lalu |
| HEXING | 807 | Accept | Voltase listrik |
| HEXING | 808 | Accept | Ampere yang sedang terpakai |
| HEXING | 814 | Accept | Daya yang sedang terpakai |
| HEXING | 852 | Accept | Kode TOKEN terakhir |
| HEXING | 817 | Accept | Jumlah kWH pengisian terakhir |
| HEXING | 809 | Accept | Counter jumlah berapa kali mati |
| HEXING | 804 | Accept | Cek ID Meter PLN Prabayar |
| HEXING | 812 | Accept | Mematikan alarm batas kWH |
| HEXING | 801 | Accept | Cek SISA kWH |
| HEXING | 815 | Accept | Tanggal pengisian terakhir |
| Conlog | #1# | Daya rata-rata yang digunakan | |
| Conlog | #2# | Jumlah kWH pemakaian terakhir | |
| Conlog | #3# | ?? | |
| Conlog | #4# | ?? | |
| Conlog | #5# | ?? | |
| Conlog | #6# | Jumlah kWH yang dimasukkan terakhir | |
| Conlog | #7# | ?? | |
| Conlog | #11# | Cek Token terakhir | |
| Glomet | 37 | Enter | Cek SISA kWH |
| Glomet | 38 | Enter | Total kWH listrik yang telah lalu |
| Glomet | 41 | Enter | Voltase listrik |
| Glomet | 47 | Enter | Daya yang sedang terpakai |
| Glomet | 54 | Enter | Kode TOKEN terakhir |
| Glomet | 59 | Enter | Jumlah kWH pengisian terakhir |
| Glomet | 75 | Enter | Cek ID Meter PLN Prabayar |
| Glomet | 79 | Enter | Cek batas minimal alarm |
| STAR | 7 | Enter | Cek SISA kWH |
| STAR | 12 | Enter | Cek batas minimal alarm |
| STAR | 37 | Enter | Cek delay alarm dalam menit |
| STAR | 65 | Enter | Cek ID Meter Listrik Prabayar |
| STAR | 76 | Enter | Jumlah kWH pengisian terakhir |
Info Kode rahasia listrik token prabayar tersebut di atas kami peroleh dari berbagai literatur dan rincian manual dari vendor. Anda juga bisa mendapatkannya dengan cara mencarinya melalui Google. Searching saja dengan menyesuaikan dengan merek dan typenya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat digunakan dengan bijak.
Inilah cara menghemat pulsa listrik dan cara mengetahui trik nomor token pln. Bagaimana cara menghemat listrik prabayar. Mengapa cara membuat irit listrik token. Lalu kemudian cara menambah pulsa token pada meteran Itron. Mematikan alat token listrik dan cara mengatasi problem pulsa listrik merk itron. Trik meteran pulsa itron pln dan kode cara menghemat voucher listrik merk itron juga serta kode untuk kwh merk Hexing tulisan periksa.
Sumber: http://rizqi170.blogspot.com/2014/01/kode-kode-rahasia-pada-listrik-token.html
Cara Membuat Kabel USB Extender 10 - 15 Meter
- merah : 5 volt dc
- hijau : data +
- putih : data -
- hitam : ground.
- orange,
- putih orange,
- hijau,
- putih hijau,
- biru,
- putih biru,
- coklat
- putih coklat.
- Kabel USB extender biasa 1 Meter yang sudah kita potong di kedua ujung colokannya. Colokan inilah yang akan kita gunakan.
- Kabel UTP Belden KW 1 : 10 Meter maksimal 15 Meter.
- Tenol / timah untuk menghubungkan kabel.
- Solder, gunting, cutter, dan isolasi.
- Kabel UTP orange dan putih orange digabung dan dihubungkan dengan kabel merah USB extender.
- Kabel UTP hijau dihubungkan dengan kabel hijau USB extender.
- Kabel UTP putih hijau dihubungkan dengan kabel putih USB extender.
- Kabel UTP sisanya digabung semua dan dihubungkan dengan kabel hitam USB extender. Dengan memperbesar ground, maka kemungkinan loss (kehilangan) arus sangat kecil.
Setelah selesai, rapikan sambungan kabelnya dengan isolasi dan kabel USB extender 10 - 15 Meter siap digunakan.





